Jumat, 22 Mei 2020

Keistiqomahan Ibadah Ramadhan Di Rumah Aja

Assalamu'alaikum...

MasyaAllah.. Ramadhan belum benar-benar berlalu, tapi hati sudah rindu 🥺

Tak terasa sudah berada di ujung waktu Ramadhan dan sebentar lagi berlalu.
Semoga Allah Subhanallahu Wata'ala jadikan hambanya selalu tawadhu.




Ramadhan kali ini pasti terasa spesial bagi siapapun yang menjalaninya mengingat masih mewabahnya Covid-19. Sebagian aktivitas tentu saja harus dilakukan #dirumahaja.

Hikmahnya, selalu banyak hal positif yang semakin mendekatkan keluarga.
Saat Ramadhan sebelumnya, mungkin masih banyak aktivitas yang dilakukan di luar rumah, mulai dari kegiatan kantor, sekolah dan lainnya. Namun, kali ini semua harus dilakukan #dirumahaja.

Jika mengingat kembali ibadah Ramadhan kali ini, rasanya masih saja ada yang kurang atau belum dilakukan. Butuh keistiqomahan yang kuat agar ibadah Ramadhan dapat berjalan secara optimal.




Lantas, Apa itu Istiqomah?


Menurut ustadz Adi Hidayat, istiqomah berasal
 dari kata Qomah dan Ista.

Qomah: tegak, lurus, sempurna
Ista: usaha, keinginan untuk mewujudkan sesuatu (permintaan)/ usaha untuk mewujudkan sesuatu)

Jika ibadah dimulai dengan kata qomah, maka ibadah tersebut ditunaikan dengan sempurna.


Secara istilah, istiqomah, yaitu usaha untuk konsisten dalam kebaikan/ketaatan. 


4 Cara Istiqomah

Ada 4 cara untuk istiqomah yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, yaitu:

1. Mulai dengan ilmu
Jika mengerjakan sesuatu tanpa ilmu pengetahuan, maka tidak akan ada motivasi untuk menguatkan terhadap hal yang dikerjakan. Hal ini sejalan dengan turunnya Surat Al-Alaq ayat 1-5 kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril pada 17 Ramadhan.

اِقۡرَاۡ بِاسۡمِ رَبِّكَ الَّذِىۡ خَلَقَۚ
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
خَلَقَ الۡاِنۡسَانَ مِنۡ عَلَقٍۚ
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقۡرَاۡ وَرَبُّكَ الۡاَكۡرَمُۙ
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
الَّذِىۡ عَلَّمَ بِالۡقَلَمِۙ
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
عَلَّمَ الۡاِنۡسَانَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡؕ
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Allah Subhanallahu Wata'ala memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk belajar (mencari ilmu) terlebih dahulu sebelum berdakwah. Lima tahun kemudian, turun surat Al Mudatsir yang mana Allah Subahanallahu Wata'ala memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyerukan dakwahnya secara terang-terangan.

2. Tunjukkan Keutamannya (Motivasi Positif) yang akan dipakai saat lagi turun iman. 
Contoh: ingin istiqomah sholat tajahud, maka tuliskan keutamaan tahajud, yaitu: (Q.S. 17: 79-81)
1. Mengangkat karir ditempat terbaik.
2. Mendapat bimbingan Allah Subhanallahu Wata'ala saat menjalani aktivitas.
3. Mendapat bimbingan Allah Subhanallahu Wata'ala keluar dari kesulitan.
4. Mendapat perlindungan dari Allah Subhanallahu Wata'ala saat diganggu orang lain.


3. Hadirkan ancaman-ancaman Allah Subhanallahu Wata'ala saat menyimpang dari ibadah yang sedang dikerjakan. 

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ (١) ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (٢) يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُۥٓ أَخْلَدَهُ (٣) كَلَّا ۖ لَيُنۢبَذَنَّ فِى ٱلْحُطَمَةِ (٤) وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ (٥) نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوْقَدَةُ (٦) ٱلَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ (٧) إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ (٨) فِى عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ (٩)
  1. Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela
  2. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya
  3. Dia (manusia) mengira baha hartanya dapat mengekalkannya
  4. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) hutamah
  5. Dan tahukah kamu apakah (neraka) hutamah itu?
  6. (yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
  7. Yang (membakar) sampai ke hati
  8. Sungguh, api itu ditutup rapat atas (diri) mereka
  9. (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang
4. Berdoa memohon kepada Allah Subhanallahu Wata'ala  supaya dikuatkan keimanannya. 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)

Jika sudah menempuh cara istiqomah tadi, maka Allah Subhanallahu Wata'ala akan menurunkan malaikat untuk menjaganya. Ada bisikan dari malaikat yang masuk melalui sifat takwa. Penjagaan tersebut dapat berupa:
a. Penjagaan terhadap ibadahnya dan dijauhkan dari maksiat.
b. Dijaga supaya tidak bersedih dalam kehidupannya (selalu tenang). 

Saling Mengingatkan Untuk Istiqomah
MasyaAllah, rasanya masih kurang optimal beribadah Ramadhan selama ini. Rasa-rasanya memang ga akan pernah cukup ya.. 🥺

Selama Ramadhan di rumah aja kali ini, kami berusaha menjaga keistiqomahan ibadah Ramadhan. Mulai dari mengikuti kajian secara online via streaming atau mengikuti grup-grup kajian. Kadang dirasa agak kesulitan juga membagi waktu dan tenaga mulai dari kegiatan work from home, mendampingi anak-anak school from home hingga urusan domestik. Ada rasa lelah yang demikian hebatnya. Namun, Allah Subhanallahu Wata'ala selalu menjaga hambanya dengan saling mengingatkan.

Saat pertengahan Ramadhan di hari kerja, pagi-pagi sudah diingatkan untuk merevisi pekerjaan. Akhirnya langsung fokus membenahi pekerjaan. Lalu, Aiko menghampiri sembari bertanya, "Ibu, kok ga nyalain dzikir?"
MasyaAllah, rasanya langsung ketampar sendiri, malu sekaligus terharu. Biasanya usai sholat subuh, saya sudah memutar rekaman dzikir pagi untuk dibaca bersama anak-anak. Namun, pagi itu khilaf karena fokus wfh. Alhamdulillah, Allah Subhanallahu Wata'ala mengingatkan kembali melalui Aiko yang baru berusia 5 tahun.
Langsung saja saya berhenti bekerja, lalu membaca dzikir bersama anak-anak. Tidak lupa juga memohon kepada Allah Subhanallahu Wata'ala untuk selalu menjaga hati dan semangat dalam beribadah Ramadhan dan seterusnya.

Di lain hari, saat sedang membuat mie low gluten bersama anak-anak untuk berbuka puasa, malah kegagalan yang didapat. Mie tidak kunjung kalis sehingga tidak dapat dibentuk. Lagi-lagi Aiko mengingatkan, "Ibu, udah baca doa? Kan nanti Allah tolongin." Gitu katanya dengan suara bersemangat. "Iya, udah baca doa tadi. Coba kita baca lagi yuk, بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ, Ya Allah, Ibu sama kakak Tsaqi sama Aiko mau bikin mie, doain biar jadi", jawab saya. Sementara Tsaqi hanya mesem-mesem mendengar ucapan Aiko 😆 Langsung jadi mie-nya, tentu tidak. Mie kembali "maur" dan belum bisa dibentuk. Lalu Aiko berkata lagi, "Coba baca doa aja lagi bu, nanti Allah tolongin."  Kejadian terus saja berulang sampai beberapa kali akhirnya mie bisa dibentuk. Alhamdulillah.

Dari kejadian itu, MasyaAllah, lagi-lagi terharu, karena Aiko sudah paham dan bahkan mengingatkan untuk selalu meminta bantuan Allah Subhanallahu Wata'ala. Aiko sepertinya sudah paham bahwa kita harus selalu mengingat Allah Subhanallahu Wata'ala dalam hal apapun. Alhamdulillah, Aiko mulai merespon positif dari setiap pertanyaan saya padanya saat hendak memulai sesuatu, "Aiko udah baca doa?"

Dari sini saya belajar bahwa keistiqomahan itu bisa dilakukan dari hal-hal kecil yang dilakukan secara berulang. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit menjadi bukit. 

Sementara itu, menjelang minggu terakhir Ramadhan, Tsaqi selalu bertanya, "Puasanya tinggal berapa hari lagi bu?" Itu saja yang ditanyakannya setiap hari. Tsaqi yang sudah sekolah dasar ini paham betapa seru dan nikmatnya puasa Ramadhan. Dia merasa sedih karena Ramadhan akan segera berlalu. Akan tetapi, saat Tsaqi diingatkan kalau ada puasa sunnah saat bulan Syawal nanti, dia kembali ceria. Katanya dia mau ikutan berpuasa sunnah juga. Lalu, Tsaqi memberitahu dan mengajak Aiko untuk ikut berpuasa sunnah juga. "Emang iya bu, besoknya besok lagi udah ga puasa? trus besoknya lagi udah bisa puasa?" Saat saya mengangguk, Aiko kembali berujar, "Aku mau ya ikutan kaya kakak." (kakakku idolaku 😆).

Terasa sekali anak-anak berusaha istiqomah beribadah di bulan Ramadhan ini. Bahkan, sudah bisa mengingatkan orangtuanya yang banyak khilaf ini. Semula mungkin beribadah karena terpaksa, tetapi lama-lama jadi terbiasa karena memang ini yang dibutuhkan.

Semoga Allah Subhanallahu Wata'ala jadikan kita semua selalu istiqomah dijalanNya.


Semoga ada manfaat yang bisa diambil dari tulisan ini ya.....

20 komentar:

  1. Ilmunya runtun dan berisi semua..terima kasih sharing nya mba :)

    BalasHapus
  2. Aamiin..... Masya Allah bagus banget mba tulisannya 😍. Makasih sharingnya Mba😊

    BalasHapus
  3. Anak sholih dan sholihah Tsaqi dan Aiko masya Allah... peluukk♥️

    BalasHapus
  4. Setuju banget, 4 poin penting yang harus kita resapi dan pahami.

    BalasHapus
  5. MasyaAllah trimakasih nb remindernya..

    BalasHapus
  6. Masya Allah, terkadang anak jadi alarm kita ya mba 😁

    BalasHapus
  7. Nah, ngeblog bareng dengan tema tertentu ini adalah salah satu wasilah pengingat dan support untuk kita semua agar istiqomah. Masya Allah. Tetap semangat ya!

    BalasHapus
  8. aaamiiin, semoga allah selalu tetapkan hati kita di atas agamaNya 💛

    BalasHapus
  9. MasyaAllah, terimakasih atas sharingnya mba :)

    BalasHapus