Tampilkan postingan dengan label HSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HSI. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 71) - Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian 01

Senin, 14 September 2020

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)


Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 71)
Al Jannah Dan Kenikmatannya Bagian 01


Halaqah yang ke-71 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Al-Jannah dan kenikmatannya (Bagian 1)


Al-Jannah

Secara bahasa adalah kebun.

Dan secara syariat adalah negeri di akhirat yang penuh dengan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Kenikmatan yang tidak pernah terbetik di hati manusia. Bagaimanapun besar kenikmatan di dunia, maka tidak akan menyamai kenikmatan di surga. Dan bagaimanapun kita berusaha mengkhayal sebuah kenikmatan, maka tidak akan setara dengan kenikmatan di dalam surga.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat As-Sajdah: 17

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٌ۬ مَّآ أُخۡفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٍ۬ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

Maka sebuah jiwa tidak mengetahui apa yang tersimpan untuknya, berupa kenikmatan yang menyejukkan mata. Sebagai balasan atas apa yang telah mereka amalkan.


Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:

Allah ta’ala berkata, Aku siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh, kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia (H.R. Bukhari dan Muslim).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengabarkan kepada kita sebagian dari kenikmatan surga. 

Nama-nama kenikmatan di dalam surga yang Alloh kabarkan kepada kita sama dengan nama-nama kenikmatan yang ada di dunia. Namun memiliki sifat yang berbeda.

Rumah di surga lain dengan rumah di dunia, meskipun namanya sama-sama rumah. Demikian pula buah-buahan di surga jauh lebih nikmat dari pada buah-buahan di dunia, meski sama namanya.

Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Baqoroh: 25

ڪُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡہَا مِن ثَمَرَةٍ۬ رِّزۡقً۬ا‌ۙ قَالُواْ هَـٰذَا ٱلَّذِى رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُ‌ۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَـٰبِهً۬ا‌ۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٲجٌ۬ مُّطَهَّرَةٌ۬‌ۖ

Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari surga mereka berkata, Inilah rezeki yang telah diberikan kepada kami dahulu di dunia. Mereka diberi buah-buahan yang serupa.

Ada yang mengatakan serupa warna, bentuk dan namanya. Namun, berbeda rasa dan kelezatannya. Orang yang masuk surga dan merasakan sedikit kenikmatan surga akan merasa bahwa dia tidak pernah susah di dunia.

Rasululloh Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Dan akan didatangkan seorang penduduk surga yang paling susah di dunia. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam surga. Kemudian ditanya, Wahai anak Adam, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan? Apakah pernah engkau tertimpa kesusahan? Dia menjawab, Tidak pernah demi Allah. Wahai Robb-ku tidak pernah aku sengsara dan tidak pernah aku melihat kesusahan (H.R. Muslim).

Dan di antara kesempurnaan kenikmatan surga, bahwa apa yang kita inginkan akan diberi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Furqon: 16

لَّهُمۡ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ خَـٰلِدِينَ‌ۚ

Bagi merekalah apa yang mereka inginkan, di dalam surga mereka kekal di dalamnya.

Oleh karena itu, di antara nama-nama surga adalah Jannatun Na’im yaitu jannah yang penuh dengan kenikmatan (Lihat Surat Luqman: 8).


Dan di antara nama-nama surga adalah Darussalam yang artinya negeri yang selamat. Maksudnya selamat dari semua kekurangan dan kejelekan (Lihat Surat Al-An’am: 127).


Dan di antara nama surga adalah Maqom Amiin yang artinya tempat tinggal yang aman. Yaitu aman dari segala musibah dan kejelekan (Lihat Surat Ad-Dukhon: 51).


Dan di antara nama surga adalah Daarul Muqomah yang artinya negeri yang terus menerus ditempati (Lihat Surat Faathir: 35).

Demikianlah kesempurnaan kenikmatan di dalam surga, negeri yang penuh dengan kenikmatan, selamat dari semua kekurangan, aman dari segala musibah dan kekal selama-lamanya.

Jumat, 11 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 70) - Derajat-Derajat Al-Jannah (Surga)

Jum'at, 11 September 2020

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)


Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 70)
Derajat-Derajat Al-Jannah (Surga) 

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Derajat-Derajat Al-Jannah (Surga).

Al-Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda sesuai dengan kadar iman dan takwa mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Thoha: 75

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ

Dan barang siapa yang datang kepada Allah dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang sholeh, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam. 


Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Apabila engkau mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bersholawatlah untukku, karena barang siapa bersholawat untukku sekali, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan bersholawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah untukku wasilah. Karena sesungguhnya Al-wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allah. Dan aku berharap akulah hamba tersebut. Maka barang siapa yang memintakan untukku Al-Wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafaat (H.R. Muslim).

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.


Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sesungguhnya penduduk surga akan melihat Ahlul Ghurf, yaitu penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi yang ada di atas mereka, seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat. Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka. Mereka berkata, Ya Rasululloh, bukankah itu kedudukan para Nabi yang tidak dicapai oleh yang lain? Beliau Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda, Iya, demi Zat Yang Jiwaku ada di tangan-Nya mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para Rasul (H.R. Bukhari dan Muslim).

Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang tertinggi adalah Abu Bakar dan Umar Radhiallohuanhuma.

Sesungguhnya orang-orang yang memiliki kedudukan atau derajat yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit. Dan sesungguhnya Abu Bakar dan Umar termasuk mereka. Dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat (H.R. Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albanirahimahullah).


Para mujahidin fiisabilillah, mereka termasuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Alloh sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Alloh. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Alloh, mintalah Al-Firdaus. Karena sesungguhnya Al-Firdaus adalah surga yang paling afdhol dan surga yang paling tinggi. Di atasnya ada arsyurrohman. Dan di sanalah terpancar sungai-sungai surga (H.R. Bukhari).

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka dia akan mendapat pahala orang yang berjihad di jalan Alloh atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan sholat di malam hari.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits riwayat Bukhori dan Muslim.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia, kemudian beliau Sholallohu Alaihi Wasallam menggenggam jari-jari beliau (H.R. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini (H.R. Muslim).

Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut. Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah.

Dan dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat majelisnya denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.

Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata, Dari mana ini? Dikatakan kepadanya, Ini semua karena istighfar anakmu untukmu (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).

Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik. Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan dalam halaqoh sebelumnya.

Kamis, 10 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 69) - Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 02 Dari 02

Kamis, 10 September 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 69)
Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 02 Dari 02


Halaqah yang ke-69 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga (Bagian 2).


Rasulullah Sholallohu Alaihi Wasallam telah menyebutkan di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang orang yang terakhir masuk surga.

Rasulullah Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sesungguhnya aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan paling terakhir masuk ke dalam surga. Seorang laki-laki keluar dari neraka dalam keadaan merayap, maka Alloh berkata kepadanya, Pergilah dan masuklah ke dalam surga. Diapun mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata, Wahai Rabb-ku aku mendapatkan surga sudah penuh. Allah berkata, Pergilah dan masuklah. Maka dia mendatangi surga kemudian dibuat terbayang baginya bahwa surga telah penuh. Diapun kembali dan berkata, Wahai Rabb-ku, aku mendapatkan surga telah penuh Alloh berkata, Pergilah dan masuklah. Maka sungguh untukmu semisal dengan dunia dan sepuluh kali lipat dari dunia. Atau bagimu sepuluh kali lipat dari dunia. Maka hamba tersebut berkata, Apakah Engkau mengejekku? Atau menertawakanku, sedangkan Engkau adalah Raja? Berkata Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiallahuanhu, Sungguh aku melihat Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam tertawa sampai terlihat gigi geraham beliau.

Dikatakan bahwa orang ini adalah penduduk surga yang paling rendah tingkatannya.
 Pintu-pintu surga ada delapan.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لاَ يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Di dalam surga ada delapan pintu , di antaranya ada sebuah pintu yang bernama arroyyan, tidak memasukinya kecuali orang-orang yang puasa. (H.R. Bukhari dari Sahl Ibnu Sa’ad Radhiallahuanhu)


Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama dari pintu surga.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Barang siapa yang menginfakkan dua unta di jalan Alloh, maka akan dipanggil dari Pintu-pintu surga. Wahai Abdullah ini adalah baik. Maka barang siapa yang termasuk ahli sholat, dia akan dipanggil dari pintu sholat. Dan barang siapa yang termasuk ahli jihad, maka akan dipanggil dari pintu jihad. Dan barang siapa yang termasuk ahli puasa, maka akan dipanggil dari pintu arroyyan. Dan barang siapa yang termasuk ahli shodaqoh, maka akan dipanggil dari pintu shodaqoh. Berkata Abu Bakar Radhiallohuanhu, Tebusanku bapak dan ibuku ya Rasululloh. Tidak ada yang rugi dipanggil dari pintu manapun. Apakah ada yang dipanggil dari semua pintu? Beliau Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda, Iya, dan aku berharap engkau termasuk mereka. (H.R. Bukhari dan Muslim)


Orang yang memperbaiki wudhunya kemudian membaca dua kalimat syahadat, maka akan dibuka untuknya 8 pintu surga.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya kemudian berkata,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةِ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ, إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادِ 

kecuali akan dibuka untuknya 8 pintu surga, silakan dia memasuki dari mana saja yang ia kehendaki (H.R. Musim)


Delapan pintu surga ini dibuka setiap tahun di bulan Ramadan.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

Apabila masuk bulan Ramadan, maka akan dibuka Pintu-pintu surga dan akan ditutup Pintu-pintu Jahanam dan akan dibelenggu setan-setan. (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ada di antara pintu-pintu surga yang jarak di antara kedua tepi seperti jarak antara kota Mekah dan kota Busra atau kota Mekkah dan kota Hajar (H.R. Bukhari dan Muslim)

Hajar adalah kota masyhur di Bahrain dan Busra adalah kota masyhur di Suriah. Apabila diukur jarak antara kota Mekkah dengan kedua kota tersebut kurang lebih 1200 km. Di dalam hadits yang lain, Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya ada di antara pintu-pintu surga yang jarak kedua tepinya sejauh 40 tahun perjalanan. (H.R. Muslim)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memudahkan jalan kita menuju surga.

Rabu, 09 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 68) - Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 01 Dari 02

Rabu, 9 September 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)


Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 68)
Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga Bagian 01 Dari 02

Halaqah yang ke-68 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Masuknya Orang-Orang Yang Beriman Ke Dalam Surga (Bagian 1).

Setelah dibersihkan hatinya, maka orang-orang yang beriman akan digiring menuju surga dengan terhormat dan dimuliakan.
Allah akan kembali memuliakan Nabi-Nya di hadapan orang-orang yang beriman.
Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam akan diizinkan untuk memberikan syafaat bagi calon penduduk surga, supaya dibukakan pintu surga.
Syafaat ini juga termasuk syafaat khusus dari beliau Sholallohu Alaihi Wasallam.
Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam yang pertama kali akan mengetuk pintu surga.

Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

Dan akulah yang pertama kali akan mengetuk pintu surga (H.R. Muslim)


Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam juga bersabda :

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ 

Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Kemudian aku minta untuk dibuka. Berkatalah penjaga surga, Siapa kamu? Aku menjawab, Muhammad, Penjaga pintu surga berkata, Denganmulah aku diperintah tidak membuka untuk seorangpun sebelummu (HR. Muslim)

Dibukalah pintu-pintu surga dan masuklah penduduk surga dengan disambut oleh para malaikat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Az-Zumar 73-74 yang artinya:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ ﴿ ٧٣


وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿ ٧٤



Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka akan digiring ke surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke surga, dan pintu-pintunya telah dibuka, dan berkatalah penjaga-penjaga pintu surga kepada mereka, Salam atas kalian. Kalian telah baik, maka masuklah kalian ke dalam surga, sedang kalian kekal di dalamnya. Dan mereka mengucapkan, Segala puji bagi Alloh yang telah memenuhi janjinya untuk kami dan telah memberi kami tempat ini. Kami diperkenankan menempati tempat di dalam surga dimana saja kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang beramal.

Umat Nabi Muhammad Shalallohu Alaihi Wasallam, merekalah yang pertama kali masuk surga sebelum umat yang lain.

Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:

نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

Kita adalah umat terakhir tapi akan menjadi yang pertama di hari kiamat. Dan kita yang pertama kali masuk surga (HR. Bukhari dan Muslim)

Rombongan pertama dari umat Muhammad Shalallohu Alaihi Wasallam yang akan masuk surga, wajah-wajah mereka terang seperti bulan di saat purnama. (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallohuanhu)

Di dalam hadits Sahl Ibnu Sa’ad Radhiallohuanhu yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, RasulullohSholallohu Alaihi Wasallam bersabda:

Akan masuk surga dari umatku 70.000 atau 700.000 (keraguan dari perawi hadits). Mereka saling bergandengan tangan di antara mereka sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga. Wajah-wajah mereka seperti bulan di malam bulan purnama. Ada yang mengatakan merekalah orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.


Dan sabda Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam:

Sehingga masuklah awal mereka dan akhir mereka ke dalam surga maksudnya mereka akan masuk ke dalam surga dalam keadaan satu shof secara serentak. Dan ini menunjukkan sungguh besarnya pintu surga. Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya orang-orang fakir muhajirin akan terlebih dahulu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya muhajirin(HR. Muslim )


Selasa, 08 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 67) - Al Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman

Selasa, 8 September 2020

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)


Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 67)
Al Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman


Halaqah yang ke-67 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Al-Qantharah Dan Qishash Di Antara Orang-Orang Yang Beriman.

Al-Qantharah secara bahasa adalah jembatan.
Adapun secara syariat yang dimaksud dengan Al-Qantharah adalah jembatan lain setelah sirath yang terletak antara neraka dan surga, tempat berkumpulnya orang-orang yang beriman setelah melewati neraka sebelum masuk ke dalam surga.

Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya Al-Qantharah ini. Tempat akan dibersihkan hati-hati orang yang beriman dengan di Qishash di antara mereka. Dan ini menunjukkan keadilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Rasululloh Sholallohu Alaihi Wasallam bersabda:

خْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ مِنَ النَّارِ فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الْجَنَّةِ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى بِمَنْزِلِهِ فِي الْجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا

Orang-orang yang beriman yang selamat dari neraka, mereka akan ditahan di Al-Qontoroh yang terletak di antara surga dan neraka. Kemudian diqisos kedzoliman-kedzoliman yang terjadi di antara mereka di dunia. Sehingga apabila sudah dibersihkan dan disucikan maka mereka akan diizinkan untuk masuk surga. Dan demi Zat Yang Jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Sungguh salah seorang dari mereka lebih mengetahui rumahnya di surga dari pada rumahnya di dunia (H.R. Bukhari)

 

Yang akan dibersihkan di sini adalah ghill yang ada di hati orang-orang yang beriman, seperti hasad, dendam, kebencian dan lain-lain yang kadang terjadi di antara mereka.

Semakin bersih hati seseorang di dunia dari ghill maka akan semakin sebentar Qishash-nya dan akan semakin cepat dia masuk ke dalam surga.Sebaliknya, semakin banyak ghill hasad, dendam dan kebencian kepada sesama orang yang beriman, maka akan semakin lama Qishash-nya dan semakin lama dia masuk ke dalam surga.

Qishash di Al-Qantharah ini terjadi di antara sesama orang yang beriman saja, dengan maksud pembersihan hati.

Adapun Qishash di Padang Mahsyar, maka untuk semua mahluk yang kafir maupun yang mukmin. Yang mencakup Qishash karena kedzoliman harta, fisik maupun kehormatan. Apabila sudah bersih dari ghill barulah mereka bisa masuk surga. Karena tidak masuk surga kecuali orang-orang yang benar-benar sudah bersih dan baik keadaannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Hijr: 47

وَنَزَعۡنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٲنًا عَلَىٰ سُرُرٍ۬ مُّتَقَـٰبِلِينَ

Dan Kami akan hilangkan ghill dari dada-dada mereka.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membersihkan hati kita dan saudara-saudara kita dari hasad, dendam dan kebencian yang tidak dibenarkan dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mudah untuk memaafkan orang lain.

Minggu, 06 September 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 66) - Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 03 Dari 03

Senin, 7 September 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 3 (Halaqah 66)
Syafa'at Bagi Para Pelaku Dosa Besar Bagian 03 Dari 03


Halaqah yang ke-66 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Syafaat Bagi Para Pelaku Dosa Besar (Bagian 3).

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam mengabarkan bahwasanya ada di antara umat beliau Shalallohu Alaihi Wasallam yang akan memberikan syafaat bagi dua dan tiga orang.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Sesungguhnya seseorang sungguh akan memberikan syafaat bagi dua orang dan tiga orang (Hadits Shahih Riwayat Al-Bazzar).

Para syuhada akan Allah Subhanallahu Wata'ala berikan kesempatan untuk memberikan syafaat bagi 70 orang kerabatnya.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Orang yang mati syahid akan memberikan syafaat bagi 70 orang kerabatnya (Hadits Shahih Riwayat Abu Daud).

Sebuah kebahagiaan yang luar biasa, seseorang memberikan syafaat untuk orang tua, anak-anak, istri dan saudara-saudaranya di saat mereka sangat membutuhkan.

Ada di antara umat Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam yang akan memberi syafaat untuk orang banyak.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Akan masuk surga lebih dari jumlah Bani Taamim dengan sebab syafaat satu orang dari umatku. Dikatakan kepada beliau, Ya Rasululloh, apakah orang itu adalah selain dirimu? Beliau menjawab, Iya, dia adalah orang lain selain diriku (HR. Tirmidzi).

Bani Taamim adalah kabilah yang terkenal besar di zaman Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam.
Semakin besar iman seseorang, maka akan semakin besar harapan untuk bisa memberikan syafaat kepada orang lain.
Orang yang banyak melaknat orang lain di dunia tidak bisa memberikan syafaat di hari kiamat.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Orang-orang yang banyak melaknat tidak akan menjadi saksi dan tidak akan memberi syafaat di hari kiamat (HR. Muslim).

Anak-anak orang yang beriman yang meninggal sebelum dewasa akan memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda :

Anak-anak kecil dari orang-orang yang beriman akan menjadi daanish surga.

Arti daanish adalah jentik-jentik nyamuk yang senantiasa ada di kolam.
Maksud 
Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bahwasanya anak-anak kecil tersebut pasti akan masuk surga dan tidak akan pernah meninggalkannya.

Kemudian Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam mengatakan :

Salah seorang di antara mereka menemui ayahnya atau kedua orang tuanya kemudian memegang pakaian atau memegang tangannya seperti aku mengambil ujung pakaianmu ini. Maka dia tidak akan melepaskan pegangannya sampai Alloh memasukkan dia dan kedua orangtuanya ke dalam surga (H.R. Muslim).

Ini adalah kabar gembira bagi setiap orang tua yang bersabar ketika diuji oleh Allah Subhanallahu Wata'ala dengan meninggalnya anak yang belum dewasa.

Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat.

Rasululloh Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:

Puasa dan Al-Quran akan memberikan syafaat pada hari kiamat untuk seorang hamba. Puasa berkata, Wahai Rabb-ku aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari. Maka terimalah syafaatku untuknya. Al-Quran berkata, Wahai Rabb-ku sesungguhnya aku telah mencegahnya dari tidur di malam hari. Maka terimalah syafaatku untuknya. Maka diterimalah syafaat keduanya (Hadits Shahih Riwayat Ahmad di dalam Musnad beliau).

Ini adalah dorongan bagi seseorang untuk berpuasa karena Allah dan menjaga adab-adabnya.
Dan dorongan untuk membaca Al-Quran karena Allah dan menunaikan hak-haknya. 📌Demikianlah mereka akan memberikan syafaat setelah diizinkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagai bentuk pemuliaan Alloh kepada mereka.
Orang-orang yang bertauhid sajalah yang akan mendapatkan syafaat.
Adapun orang-orang musyrik, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka mereka tidak akan mendapatkan syafaat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Mudatsir : 48

فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ

Maka tidak akan bermanfaat bagi mereka syafaat orang-orang yang memberikan syafaat.

Orang-orang yang berdoa kepada Nabi atau Malaikat atau Orang-orang sholeh dengan alasan ingin mendapatkan syafaat mereka, justru tidak mendapatkan syafaat, karena mereka telah membatalkan iman mereka dengan menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam beribadah.

Selasa, 23 Juni 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 32) - Al Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2 dari 2

Selasa, 23 Juni 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 32)

Al Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2 dari 2 

Halaqah yang ke-32 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Al-Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2.
Di padang Mahsyar akan didekatkan Matahari sejarak satu mil, sehingga manusia mendapatkan kesusahan yang sangat. Mereka berkeringat sesuai dengan kadar amalannya, yaitu kadar dosanya. Ada yang keringatnya sampai kedua mata kaki, dan ada sampai ke dua lututnya, pinggangnya. Bahkan ada yang sampai mulutnya 
Hadits Shahih Riwayat Muslim).

Salah seorang rawi Sulaim Ibnu ‘Amir mengatakan :
Demi Allah saya tidak tahu apa yang Beliau ﷺ maksud dengan satu mil di sini. Apakah jarak atau mil yang berarti alat pencelak mata. Dan Allah ‘Azza Wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.
Di dalam waktu yang sangat lama, di Padang Mahsyar mereka menunggu hari keputusan. Satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia. Namun Allah ‘Azza Wa Jalla akan meringankan hari tersebut bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman

تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِى يَوۡمٍ۬ كَانَ مِقۡدَارُهُ ۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٍ۬

Para Malaikat dan Jibril akan naik kepada Allah pada waktu di mana satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia.” (Q.S. Al-Ma’arij: 4)
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwasanya orang yang tidak membayar zakat hartanya, dia akan tersiksa dengan hartanya tersebut sampai hari keputusan. Disebutkan dalam hadits tersebut bahwasanya satu hari di situ seperti 50.000 tahun di dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda :

يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ مِقْدَارَ نِصْفِ يَوْمٍ مِنْ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ فَيُهَوِّنُ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِ كَتَدَلِّي الشَّمْسِ لِلْغُرُوْبِ إِلىَ أَنْ تَغْرُبَ

Manusia akan berdiri untuk Allah Rabbul ‘Alamin pada saat itu selama setengah hari dari 50.000 tahun di dunia. Dan akan diringankan bagi orang yang beriman. setengah hari tersebut seperti waktu antara menjelang tenggelamnya matahari sampai tenggelamnya matahari (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Hibban).

Di dalam hadits yang lain Beliau ﷺ mengatakan :

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أََبْصَارُهُمْ [إِلَى السَمَاءِ] يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ رواه ابن أبي الدنيا والطبراني

Allah akan mengumpulkan orang-orang yang dahulu dan yang akhir pada waktu yang diketahui. dalam keadaan berdiri selama 40 tahun, dalam keadaan tajam pandangan mereka memandang ke langit menunggu waktu keputusan dari Allah ‘Azza Wa Jalla (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabiir).
Ada yang mengatakan bahwa perbedaan waktu tersebut, tergantung amalan seseorang di dunia. Wallahu A’lamu Bisshawwab dan saat itulah manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah sesaat saja.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman :

وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ كَأَن لَّمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةً۬ مِّنَ ٱلنَّہَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيۡنَہُمۡ‌ۚ قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ

“Dan pada hari di mana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan mengumpulkan mereka. Mereka merasa seakan-akan mereka tidak tinggal di dunia kecuali sekejap saja di siang hari dan pada saat itu mereka saling mengenal di antara mereka.” (Q.S. Yunus : 45)