Tampilkan postingan dengan label Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juni 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 32) - Al Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2 dari 2

Selasa, 23 Juni 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 32)

Al Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2 dari 2 

Halaqah yang ke-32 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Al-Hasyr (Pengumpulan) Bagian 2.
Di padang Mahsyar akan didekatkan Matahari sejarak satu mil, sehingga manusia mendapatkan kesusahan yang sangat. Mereka berkeringat sesuai dengan kadar amalannya, yaitu kadar dosanya. Ada yang keringatnya sampai kedua mata kaki, dan ada sampai ke dua lututnya, pinggangnya. Bahkan ada yang sampai mulutnya 
Hadits Shahih Riwayat Muslim).

Salah seorang rawi Sulaim Ibnu ‘Amir mengatakan :
Demi Allah saya tidak tahu apa yang Beliau ﷺ maksud dengan satu mil di sini. Apakah jarak atau mil yang berarti alat pencelak mata. Dan Allah ‘Azza Wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.
Di dalam waktu yang sangat lama, di Padang Mahsyar mereka menunggu hari keputusan. Satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia. Namun Allah ‘Azza Wa Jalla akan meringankan hari tersebut bagi orang-orang yang beriman. Allah berfirman

تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِى يَوۡمٍ۬ كَانَ مِقۡدَارُهُ ۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٍ۬

Para Malaikat dan Jibril akan naik kepada Allah pada waktu di mana satu hari di sana seperti 50.000 tahun di dunia.” (Q.S. Al-Ma’arij: 4)
Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwasanya orang yang tidak membayar zakat hartanya, dia akan tersiksa dengan hartanya tersebut sampai hari keputusan. Disebutkan dalam hadits tersebut bahwasanya satu hari di situ seperti 50.000 tahun di dunia.
Rasulullah ﷺ bersabda :

يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ مِقْدَارَ نِصْفِ يَوْمٍ مِنْ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ فَيُهَوِّنُ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِ كَتَدَلِّي الشَّمْسِ لِلْغُرُوْبِ إِلىَ أَنْ تَغْرُبَ

Manusia akan berdiri untuk Allah Rabbul ‘Alamin pada saat itu selama setengah hari dari 50.000 tahun di dunia. Dan akan diringankan bagi orang yang beriman. setengah hari tersebut seperti waktu antara menjelang tenggelamnya matahari sampai tenggelamnya matahari (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Hibban).

Di dalam hadits yang lain Beliau ﷺ mengatakan :

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أََبْصَارُهُمْ [إِلَى السَمَاءِ] يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ رواه ابن أبي الدنيا والطبراني

Allah akan mengumpulkan orang-orang yang dahulu dan yang akhir pada waktu yang diketahui. dalam keadaan berdiri selama 40 tahun, dalam keadaan tajam pandangan mereka memandang ke langit menunggu waktu keputusan dari Allah ‘Azza Wa Jalla (Hadits Shahih Riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabiir).
Ada yang mengatakan bahwa perbedaan waktu tersebut, tergantung amalan seseorang di dunia. Wallahu A’lamu Bisshawwab dan saat itulah manusia menyadari bahwa kehidupan di dunia hanyalah sesaat saja.
Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى berfirman :

وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ كَأَن لَّمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةً۬ مِّنَ ٱلنَّہَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيۡنَہُمۡ‌ۚ قَدۡ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ

“Dan pada hari di mana Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى akan mengumpulkan mereka. Mereka merasa seakan-akan mereka tidak tinggal di dunia kecuali sekejap saja di siang hari dan pada saat itu mereka saling mengenal di antara mereka.” (Q.S. Yunus : 45)

Jumat, 19 Juni 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 30) - Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedahsyatan Hari Kiamat

Jum' at, 19 Juni 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 30)

Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedahsyatan Hari Kiamat 

Halaqah yang ke-30 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Keadaan Manusia Ketika Melihat Kedahsyatan Hari Kiamat.
Ketika manusia bangkit dari kuburnya dan melihat kedahsyatan hari kiamat dan juga kehancuran alam semesta, mereka tercengang dan bergerak tidak tahu arah. Seperti Laron atau anai-anai yang berhamburan.
Allah berfirman :

يَوۡمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ ڪَٱلۡفَرَاشِ ٱلۡمَبۡثُوثِ

“Hari di mana manusia seperti laron yang berhamburan” (Q.S. Al-Qari’ah: 4)
Manusia sangat takut. Seandainya ada ibu yang menyusui, niscaya dia akan lupa dengan anak yang dia susui. Seandainya ada ibu yang sedang hamil, niscaya dia akan langsung melahirkan anaknya. Dan seandainya ada anak kecil, niscaya dia akan menjadi tua. Semua itu adalah karena mereka sangat takut.
Manusia sempoyongan seperti mabuk, padahal mereka tidak mabuk. Lihat:
  • Surat Al-Hajj : 1-2
  • Surat Al-Muzzammil : 17

Manusia akan lari dari orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia. Lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan juga anak-anaknya, masing-masing memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Lihat:
Surat:  Abasa : 34-37
Kemudian terdengar seruan, mereka pun bersegera menuju penyeru tersebut.
Allah berfirman :

يَوۡمَ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَىۡءٍ۬ نُّڪُرٍ (٦) خُشَّعًا أَبۡصَـٰرُهُمۡ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّہُمۡ جَرَادٌ۬ مُّنتَشِرٌ۬ (٧) مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِ‌ۖ يَقُولُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٌ۬ (٨

“Pada hari di mana penyeru akan menyeru kepada sesuatu yang mengerikan. Pandangan-pandangan mereka tertunduk hina, keluar dari kuburan seperti belalang yang bertebaran. Mereka datang dengan cepat kepada penyeru tersebut, seraya berkata orang-orang kafir, “Ini adalah hari yang sangat sulit.” (Q.S. Al-Qamar: 6-8)
Adapun orang-orang yang beriman kepada hari akhir dan takut kedatangan hari tersebut, kemudian dia beramal untuknya, maka Allah Subhanallahu Wata'ala akan memberikan rasa aman di dalam menghadapi hari tersebut.
Allah Subhanallahu Wata'ala berfirman:

لَا يَحۡزُنُهُمُ ٱلۡفَزَعُ ٱلۡأَڪۡبَرُ وَتَتَلَقَّٮٰهُمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕڪَةُ هَـٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِى ڪُنتُمۡ تُوعَدُونَ

“Mereka tidak ditimpa rasa takut karena kedahsyatan hari kiamat dan mereka disambut malaikat yang berkata, “Inilah hari yang dijanjikan untuk kalian.” (Q.S. Al-Anbiya : 103)

Kamis, 16 April 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 36) - Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab Bagian 01 dari 02

Jum' at, 17 April 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 39)
Keadilan Allāh Subhānahu wa Ta’āla Ketika Hisab Bagian 01 dari 02


Halaqah yang ke-39 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Keadilah Allāh Ketika Hisab (Bagian 01).

Yang dimaksud dengan hisab adalah perhitungan Allah terhadap amalan para hamba di dunia. Hisab Allah adalah hisab yang sangat sempurna keadilannya. Tidak ada kedzaliman sedikitpun.

Allah berfirman :
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ۬‌ۖ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mendzalimi meskipun sebesar Zarrah sekalipun.”
(Q.S. An-Nisa : 40)

Dan yang dimaksud dengan Zarrah adalah bagian yang paling kecil dari sebuah benda atau yang dinamakan dengan atom. Bahkan rahmat dan kelebihan karunia serta anugerah yang Allah berikan kepada para hamba adalah sangat banyak. Seandainya Allah mengadzab semua mahluk, maka bukanlah hal itu sebuah kedzaliman. Dan seandainya Allah merahmati, niscaya rahmat Allah lebih baik dari pada amalan mereka.
(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

Yang demikian karena Allah adalah Pencipta mereka, Raja yang memiliki kerajaan, semua mahluk adalah milik-Nya dan dalam kerajaan-Nya. Dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki di dalam Kerajaan-Nya.

Diantara yang menunjukkan keadilan Allah Subhanallahu Wata'ala:
1. Allah telah memfitrahkan di dalam hati semua manusia bahwa Allah adalah Rabb mereka dan mereka mengakui bahkan sebelum mereka dilahirkan. Lihat Surat Al-A’raf : 172.

2. Diantara hal yang menunjukkan keadilan Allah bahwasanya Allah telah mengutus para Rasul, para Utusan kepada manusia yang telah mengingatkan mereka dengan fitrah ini. Dan mengajak mereka untuk beriman kepada hari akhir.

Allah berfirman:

رُّسُلاً۬ مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِ‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمً۬ا

“Para Rasul yang datang untuk memberikan kabar gembira dan memberikan peringatan supaya tidak ada hujjah bagi manusia atas Allah setelah kedatangan para Rasul. Dan sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.”
(Q.S. An-Nisa: 165)

3. Diantara hal yang menunjukkan keadilan Allah Bahwasanya Allah telah menugaskan para Malaikat untuk mencatat seluruh amalan manusia.

Allah berfirman :

وَإِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحَـٰفِظِينَ (١٠) كِرَامً۬ا كَـٰتِبِينَ (١١) يَعۡلَمُونَ مَا تَفۡعَلُونَ (١٢

“Dan sesungguhnya pada diri kalian ada Malaikat-Malaikat yang menjaga atau mengawasi yang mereka mulia, dan menulis, mengetahui apa yang kalian kerjakan.”
(Q.S. Al-Infithar : 10-12)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

Senin, 13 April 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 36) - Asy Syafa'at Al 'Udzma (Syafa'at Paling Besar)

Senin, 13 April 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 2 (Halaqah 36)


Asy Syafa'at Al 'Udzma (Syafa'at Paling Besar)


Halaqah yang ke-36 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang AsySyafā’atu Al’Uzhmā (Syafa’at Paling Besar).

Asy-Syafa’atul Udzma adalah syafaat yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ untuk para penduduk Padang Mahsyar.

Isinya adalah permintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, supaya Allah menyegerakan hari keputusan.

Dinamakan Asy-Syafa’atul Udzma atau syafaat yang paling besar karena syafaat ini diperuntukkan bagi seluruh manusia, yang mukmin maupun yang kafir.

Ketika sudah memuncak kesusahan di Padang Mahsyar, terik matahari, keringat yang menggenang, waktu yang sangat lama dalam keadaan takut yang sangat menunggu hari keputusan, maka manusia ingin disegerakan hari keputusan tersebut. Mereka mendatangi orang-orang yang memiliki kedudukan mulia. Supaya memohon kepada Allah agar menyegerakan hari keputusan. Dan membebaskan mereka dari kesusahan yang berkepanjangan di Padang Mahsyar.

Pertama-tama, mereka mendatangi Nabi Adam ‘Alaihissalam bapak mereka, manusia yang pertama. Namun beliau enggan, meminta uzur dan merasa tidak berhak, karena beliau ‘Alaihissalam pernah memaksiati Allah dengan memakan sesuatu yang dilarang. Kemudian Nabi Adam ‘Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Nuh, Rasul yang pertama yang diutus kepada manusia.
Nabi Nuh Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak karena pernah meminta kepada Allah sesuatu yang tidak dibenarkan. Kemudian Nabi Nuh menyuruh manusia mendatangi Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam, Kekasih Allah.

Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak, karena merasa pernah berdusta. Kemudian Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Musa ‘Alaihissalam, seorang Nabi yang pernah diajak bicara oleh Allah.

Nabi Musa ‘Alaihissalam Namun beliau enggan dan merasa tidak berhak karena pernah membunuh manusia tanpa diperintah oleh Allah Nabi Musa menyuruh manusia mendatangi Nabi Isa ‘Alaihissalam.

Nabi Isa ‘Alaihissalam Beliau juga enggan dan merasa tidak berhak, akhirnya Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam menyuruh manusia mendatangi Nabi Muhammad.


Kemudian mereka mengatakan:

يَا مُحَمَّدُ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ وَخَاتَمُ الْأَنْبِيَاءِ وَغَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلَا تَرَى مَا قَدْ بَلَغَنَا

Wahai Muhammad, engkau adalah Rasulullah, penutup para Nabi, Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Lakukanlah syafa’at, mintalah kepada Rabb-mu untuk kami. Bukankah kamu telah melihat bagaimana keadaan kami? Bukankah kamu melihat kesusahan kami?

Maka Beliau Nabi Muhammad menuju bawah ‘Arsy Allah dan bersujud kepada Allah, kemudian Allah mengilhamkan kepada beliau pujian-pujian kepada Allah yang belum pernah diajarkan sebelumnya kepada seorangpun.

Kemudian dikatakan kepada Beliau Nabi Muhammad:

يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ اشْفَعْ تُشَفَّعْ، فَأَرْفَعُ رَأْسِي

Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah maka kamu akan diberi, lakukanlah syafaat, maka kamu akan dikabulkan syafaatmu.
(H.R. Bukhari dan Muslim).

Inilah yang dimaksud dengan Maqomun Mahmud, yaitu kedudukan yang dipuji. Di mana beliau Nabi Muhammad akan dipuji oleh seluruh manusia yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan untuk beliau sebagaimana di dalam Al-Quran :

عَسَىٰٓ أَن يَبۡعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامً۬ا مَّحۡمُودً۬ا….

“….Semoga Rabb-mu membangkitkan dirimu pada kedudukan yang dipuji.
(Q.S. Al-Isra: 79)


Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.