Tampilkan postingan dengan label Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 25) - Meninggalnya Semua Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah Secara Besar-Besaran Di Tiga Tempat dan Keluarnya Api Dari Yaman

Jum'at, 7 Februari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 25)



Meninggalnya Semua Orang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah Secara Besar-Besaran Di Tiga Tempat dan Keluarnya Api Dari Yaman.
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-25 dari silsilah beriman kepada hari akhir, adalah tentang “Meninggalnya Orang-Orang yang Beriman Sebelum Hari Kiamat, Terbenamnya Tanah Secara Besar-Basaran di Tiga Tempat dan Keluarnya Api dari Yaman”.
Sebelum terjadinya hari kiamat, Allah Subhānahu wa Ta’āla akan mengirim angin yang mencabut nyawa semua orang yang beriman, sehingga tidak tersisa di dunia kecuali sejelek-jelek manusia.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Kemudian Allah akan mengutus angin yang dingin dari arah Syam maka tidak ada seorang pun di bumi yang di dalam hatinya ada kebaikan atau iman meski sebesar biji sawi kecuali akan dicabut nyawanya oleh angin tersebut.
Sampai seandainya salah seorang mereka masuk ke dalam gunung, niscaya angin tersebut akan masuk bersamanya dan mencabut nyawanya.
Maka tersisalah sejelek-jelek manusia yang ringan berbuat kerusakan seperti ringannya burung dan mereka ganas dalam berbuat kezhaliman satu dengan yang lain seperti ganasnya hewan buas.
Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.”

(Hadits riwayat Muslim).


Di dalam sebuah hadits yang juga diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwasanya Allah Subhānahu wa Ta’āla mengutus angin tersebut dari Yaman.
Sebagian ulama mengatakan bahwasanya angin tersebut berasal dari 2 arah yaitu:
  1. Yaman
  2. Syam

Dan diantara tanda-tanda besar hari kiamat adalah akan terbenamnya tanah secara besar-besaran di tiga daerah:
  1. Timur
  2. Barat
  3. Jazirah Arab

Sebagaimana datang di dalam hadits,
“Dan termasuk tanda-tanda besar hari kiamat adalah munculnya api dari Yaman yang akan menggiring manusia ke tempat pengumpulan dan tempat dikumpulkannya manusia saat itu adalah Syam.”
Sebagaimana diriwayatkan oleh Al Imam Al Baihaqi di dalam Syu’abul Iman dan hadita ini shahih.

Dan Syam adalah daerah-daerah sekitar Masjidil Aqsha.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan:
  • Berjalan kaki
  • Sebagian naik kendaraan
  • Sebagian akan diseret di atas wajah-wajah mereka.”
(Hadīts shahih riwayat Tirmidzi)
Api ini akan senantiasa bersama mereka siang dan malam sehingga mereka sampai di tempat pengumpulan, sebagaimana bisa disimpulkan di dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim.
“Dan yang terakhir kali akan dikumpulkan adalah dua orang penggembala dari kabilah Muzainah.” (Hadits Bukhari Muslim).

Pengumpulan di sini berbeda dengan pengumpulan manusia setelah dibangkitkan dari kuburnya.
Pengumpulan di sini adalah di dunia untuk sebagian manusia.
Sedangkan pengumpulan setelah dibangkitkannya manusia adalah di akhirat untuk semua manusia.
Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla memberikan keselamatan kepada kita semua di dunia dan di akhirat.

Kamis, 06 Februari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 24) - Keluarnya Seekor Hewan Melata Dari Bumi Dan Keluarnya Asap

Kamis, 6 Februari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 24)



Keluarnya Seekor Hewan Melata Dari Bumi Dan Keluarnya Asap.
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-24 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Keluarnya Seekor Hewan Melata Dari Bumi dan Keluarnya Asap”.
Termasuk tanda besar dekatnya hari kiamat adalah:
Keluarnya seekor hewan melata yang aneh dari bumi yang bisa berbicara dengan manusia.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
“Dan apabila telah datang keputusan atas mereka maka Kami akan keluarkan untuk mereka seekor hewan melata dari bumi yang akan berbicara kepada manusia bahwa manusia dahulu tidak yakin dengan ayat-ayat Kami.” (Q.S. An Naml: 82)
Hewan tersebut akan keluar di waktu dhuha sebagaimana dalam shahih Muslim.
Dan dia akan menandai orang kafir di hidungnya sebagai tanda kekafirannya.
Maka manusia masing-masing akan dengan jelas mengetahui siapa yang mukmin dan siapa yang kafir.
Di dalam sebuah hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Akan keluar seekor hewan melata dan akan menandai manusia pada hidung-hidung mereka.”
Diantara tanda besar hari kiamat adalah,
Keluarnya asap.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
ﻓَﺎﺭْﺗَﻘِﺐْ ﻳَﻮْﻡَ ﺗَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀُ ﺑِﺪُﺧَﺎﻥٍ ﻣُﺒِﻴﻦ. ﻳَﻐْﺸَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ۖ ﻫَٰﺬَﺍ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌ
“Maka tunggulah hari di mana langit akan membawa asap yang nyata yang menutupi manusia, inilah adzab yang pedih.” (Q.S. Ad Dukhan: 10-11)
Ibnu Abbas radhiyallāhu ‘anhumā berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah:
  • Asap yang akan keluar di akhir zaman sebagai salah satu tanda dekatnya hari kiamat.
  • Asap ini merupakan adzab dan siksaan bagi orang-orang kafir.

Rabu, 05 Februari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 23) - Terbitnya Matahari Dari Barat

Rabu, 5 Februari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 23)



Terbitnya Matahari Dari Barat .
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Halaqah yang ke-23 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Terbitnya Matahari dari Barat”.
Matahari setiap harinya meminta izin kepada Allah untuk terbit dari timur.
Sampai ketika sudah waktunya maka Allah Subhānahu wa Ta’āla tidak mengizinkan matahari untuk terbit dari timur.
Dan menyuruhnya kembali dari tempat dia datang, yaitu arah barat.
Akhirnya terbitlah matahari dari barat. (Hadits ini shahih diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah)
Terbitnya matahari dari barat adalah termasuk tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat.
Apabila manusia melihatnya, maka mereka akan beriman semuanya dan akan yakin bahwa kiamat memang sudah dekat.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
هَلۡ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأۡتِيَهُمُ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ أَوۡ يَأۡتِىَ رَبُّكَ أَوۡ يَأۡتِىَ بَعۡضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ‌ۗ يَوۡمَ يَأۡتِى بَعۡضُ ءَايَـٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفۡسًا إِيمَـٰنُہَا لَمۡ تَكُنۡ ءَامَنَتۡ مِن قَبۡلُ أَوۡ كَسَبَتۡ فِىٓ إِيمَـٰنِہَا خَيۡرً۬ا‌ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓاْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ
“Tidaklah mereka menunggu kecuali kedatangan para malaikat (yaitu malaikat maut) atau kedatangan Allah atau kedatangan sebagian tanda-tanda kebesaran Allah. Hari ketika datang sebagian tanda-tanda kebesaran Tuhan-mu, tidak akan bermanfaat iman seseorang yang tidak beriman sebelumnya atau belum beramal kebaikan di dalam imannya. Katakanlah, “Tunggulah, sesungguhnya kita juga menunggu.” (Q.S. Al An’am : 158)

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menafsirkan bahwa tanda kebesaran Allah di dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari barat.
Saat itu,
  • Orang kafir bertaubat dari kekafirannya.
  • Orang yang beriman yang sebelumnya menyia-nyiakan amal shalih maka dia akan bertaubat dan beramal shalih.

Namun pintu taubat di kala itu sudah tertutup dan amal tidak akan diterima karena dilakukan di saat terpaksa.
Kecuali orang mukmin yang sebelum munculnya matahari dari barat sudah beriman dan beramal shalih, maka amalannya akan diterima.
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya segera bertaubat kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla dari segala dosa, bagaimanapun besar dosa yang dia miliki dan jangan menundanya.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
“Barang siapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari barat, maka Allah Subhānahu wa Ta’āla akan menerima taubatnya.” (H.R. Muslim)

Selasa, 04 Februari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 22) - Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa Dan Munculnya Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat Yang Lain

Selasa, 4 Februari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 22)



Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa Dan Munculnya Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat Yang Lain.
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-22 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Keadaan Islam Setelah Meninggalnya Nabi Isa ‘alayhissalām dan Munculnya Tanda-Tanda Besar Hari Kiamat yang Lain.”
Setelah jaya di zaman Nabi Isa ‘alayhissalām, melemahlah Islam kembali sedikit demi sedikit dan akan diangkat Al Qur’an.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Islam akan hilang sedikit demi sedikit seperti hilangnya lukisan pada pakaian, sehingga tidak diketahui apa itu puasa, shalat, menyembelih, dan juga shadaqah.
Akan pergi Al Qur’an dalam satu malam sehingga tidak tersisa satu ayat pun.
Dan akan ada beberapa kelompok manusia laki-laki tua dan wanita tua mereka mengatakan:

‘Kami mendapatkan nenek moyang kami dahulu di atas kalimat “Laa ilaaha illallaah”.’ Maka kami pun mengatakannya.” (Hadits shahih riwayat Ibnu Majah).


“Akan datang masa dimana banyak perzinaan dilakukan secara terang-terangan di pingir jalan.” (H.R. Muslim)
“Tidak ada Haji ke Baitullah.” (H.R. Bukhari)
Dan,
“Ka’bah akan dihancurkan oleh sebagian orang.” (H.R. Muslim)

Manusia akan kembali ke zaman jahiliyyah, bahkan lebih parah.
Akan kembali tersebar penyembahan terhadap berhala dan merekalah orang-orang yang akan menyaksikan dahsyatnya hari kiamat.

Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلَى شِرَارِ الْخَلْقِ هُمْ شَرٌّ مِنْ أَهْلِ الْجَاهِلِيَة
“Tidak akan bangkit hari kiamat kecuali atas orang-orang yang paling jelek yang mereka lebih jelek daripada orang-orang yang hidup di zaman jahiliyyah.” (H.R Muslim)

Urutan tanda-tanda besar Hari Kiamat sampai meningalnya Nabi Isa ‘alayhissalām jelas di dalam hadits-hadits yang shahih.
Demikian pula tanda terakhir yaitu keluarnya api yang menggiring manusia ke mahsyar (tempat pengumpulan).
Adapun 6 tanda yang lain;
  • Terbitnya matahari dari barat
  • Keluarnya hewan melata dari bumi
  • Keluarnya asap.

Tiga khasf, yaitu tenggelamnya sebagian tanah:
  • Di barat
  • Di timur
  • Dan di Jazirah Arab

Maka Allahu A’lam tentang urutan yang benar bagi 6 tanda ini, hanya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah mengabarkan bahwasanya:
“Antara terbitnya matahari dari barat dan keluarnya seekor hewan melata dari bumi ini jaraknya sangat dekat. Apabila salah satu dari keduanya muncul maka yang lain akan segera muncul.” (H.R. Muslim)

Senin, 03 Februari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 21) - Ya’juj Dan Ma’Juj - Bagian 2

Senin, 3 Februari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 21)



Ya’juj Dan Ma’Juj - Bagian 2
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-21 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Ya’juj dan Ma’juj bagian yang ke-2.”
Ya’juj dan Ma’juj keluar setelah binasanya Dajjal.
Allah Subhānahu wa Ta’āla mewahyukan kepada Nabi Isa ‘alayhissalām:
إِنِّي قَدْ أَخْرَجْتُ عِبَادًا لِي لَا يُدَانُ لِأَحَدٍ بِقِتَالِهِمْ ، فَحَرِّزْ عِبَادِي إِلَى الطُّورِ
“Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu (yaitu Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak seorang pun bisa melawan mereka. Maka kumpulkanlah hamba-hambaKu (yaitu kaum muslimin) ke gunung Thur.”

(H.R. Muslim )

Jumlah mereka sangat banyak.
Ketika orang-orang yang ada di bagian depan melewati sebuah sungai dan meminumnya maka yang berada di akhir tidak mendapatkan air tersebut dan mengatakan:
“Dahulu di sini ada airnya.” (H.R. Muslim)
Manusia lari dari Ya’juj dan Ma’juj dan bersembunyi di benteng-benteng mereka.
Setelah banyak membuat kerusakan di bumi, maka Ya’juj dan Ma’juj berkata:
“Kita telah membunuh penduduk bumi maka marilah kita membunuh penduduk langit.”
Mereka pun mengarahkan anak panah mereka ke langit, kemudian Allah Subhānahu wa Ta’āla mengembalikan anak panah mereka tersebut ke bumi dalam keadaan berlumuran darah.
Mereka pun mengatakan:

“Kita telah mengalahkan penduduk langit.” (Hadits shahih, riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Ya’juj dan Ma’juj mengepung Nabi Isa ‘alayhissalām salam dan para sahabatnya di gunung Thur. Akhirnya beliau berdo’a kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla maka Allah menurunkan ulat di leher-leher Ya’juj dan Ma’juj, meninggallah mereka dalam satu waktu.
Kemudian turunlah Nabi Isa ‘alayhissalām dan pengikutnya dan mereka tidak mendapatkan satu jengkal tanah kecuali di situ ada bangkai Ya’juj dan Ma’juj.
Mereka pun meminta kepada Allah supaya Allah Subhānahu wa Ta’āla membersihkan. Akhirnya Allah Subhānahu wa Ta’āla mengirimkan burung yang membawa bangkai-bangkai mereka.
Kemudian Allah Subhānahu wa Ta’āla menurunkan hujan yang membersihkan bumi. (Hadits shahih, riwayat Muslim)
Dalam hadits shahih yang lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Kaum muslimin akan menggunakan bekas busur, anak panah, dan tameng kayu Ya’juj dan Ma’juj sebagai kayu bakar selama tujuh tahun.”
Ini menunjukkan banyaknya jumlah Ya’juj dan juga Ma’juj.

Jumat, 31 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 20) - Ya’juj Dan Ma’Juj - Bagian 1

Jum' at, 31 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 20)



Ya’juj Dan Ma’Juj - Bagian 1
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-20 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang: “Ya’juj dan Ma’juj Bagian 1″.
Ya’juj dan Ma’juj adalah nama dua umat manusia keturunan Nabi Adam ‘alayhissalam.
Mereka sudah ada di zaman Dzulqarnain dan membuat kerusakan di permukaan bumi. Allah Subhānahu wa Ta’āla dengan rahmat-Nya telah melindungi manusia dari mereka.
Dzulqarnain telah membuat dinding raksasa dari besi dan tembaga untuk mencegah mereka keluar sampai waktu yang ditentukan oleh Allah Subhānahu wa Ta’āla.
Di dalam hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah rahimahullāh:
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyebutkan bahwasanya Ya’juj dan Ma’juj menggali setiap hari dan berusaha untuk keluar.
Ketika hampir mereka melihat sinar matahari maka sebagian mereka mengatakan:
“Kembalilah kalian, besok kita akan menggali kembali.”
Dan mereka tidak mengatakan “Insya Allah”.
Maka Allah Subhānahu wa Ta’āla mengembalikan galian mereka seperti sedia kala seakan-akan belum mereka gali.
Demikian setiap hari sampai ketika sudah waktunya mereka keluar, sebagian mereka mengatakan setelah selesai menggali:
“Kembalilah kalian, besok insya Allah kita akan mengali lagi.”
Maka pada esok harinya mereka mendapatkan galian mereka dan akhirnya mereka pun bisa keluar.
Suatu hari Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah mengabarkan bahwa di zaman Beliau, dinding tersebut telah terbuka sedikit seperti lingkaran yang dibentuk ibu jari dengan jari telunjuk.

(H.R. Bukhari)


Kalau sudah mendekat hari kiamat maka dinding tersebut akan hancur dan mereka pun akan keluar.
Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا (٩٨) وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ ۖ (٩٩)
(Dzulqarnain berkata) : “Apabila datang janji Rabbku maka Rabbku akan menghancur leburkan dinding tersebut.” Maka kami akan biarkan mereka pada hari itu bercampur antara satu dengan yang lain. (Q.S. Al-Kahfi 98-99)
Dan mereka akan dengan cepat keluar sebagaimana firman Allah Subhānahu wa Ta’āla :
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ
“Hingga apabila dibuka Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi”. (Q.S. Al-Anbiya 96)
Allah Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj sebagai salah satu tanda-tanda besar dekatnya hari kiamat.

Kamis, 30 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 19) - Turunnya Nabi ‘Isā ‘Alayhis Sallam - Bagian 2

Kamis, 30 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 19)



Turunnya Nabi ‘Isā ‘Alayhis Sallam - Bagian 2
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-19 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah “Turunnya Nabi Isa ‘alayhissalam Bagian 2.”
Setelah Ya’juj dan juga Ma’juj binasa, jadilah Nabi Isa ‘alayhissalām seorang pemimpin yang adil, yang menegakkan syari’at Islam.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ وَيَفِيضُ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُونَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, hampir-hampir turun Isa bin Maryam diantara kalian sebagai seorang penguasa yang adil. Maka dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menggugurkan atau membatalkan hukum jizyah, harta benda melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang menerima shadaqah, sehingga sujud sekali saat itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Beliau turun beriman kepada Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, mengikuti syariat beliau dan bukan untuk menghapus syariat Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Manusia saat itu dalam keadaan aman, tenteram dan damai.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya kehidupan saat itu adalah kehidupan yang sangat indah.
Langit diizinkan untuk menurunkan hujan, bumi diizinkan untuk mengeluarkan tanaman.
Bahkan seandainya ada sebuah biji yang jatuh di atas batu yang keras niscaya dia akan tumbuh.
Tidak ada saling bakhil, tidak ada saling hasad, dan tidak ada saling benci.
Sampai seandainya ada seseorang yang melewati seekor singa niscaya singa tersebut tidak akan mengganggunya.
Dan seandainya ada orang yang menginjak seekor ular niscaya ular tersebut tidak akan mengganggunya.
(Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ad-Dailami)
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwasanya Nabi Isa ‘Alayhissalam akan melakukan haji dan umrah.
Dan di dalam hadits yang lain disebutkan bahwasanya beliau akan tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian meninggal dan dishalatkan oleh orang Islam.
(Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Rabu, 29 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 18) - Turunnya Nabi ‘Isā ‘Alayhis Sallam - Bagian 1

Rabu, 29 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 18)



Turunnya Nabi ‘Isā ‘Alayhis Sallam - Bagian 1 
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-18 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Turunnya Nabi Isa alayhissalam Bagian 1”.
Ketika orang-orang Yahudi berusaha membuat makar untuk membunuh Nabi Isa ‘alayhissalam, Allah Subhānahu wa Ta’āla menyelamatkan beliau dengan mengangkat beliau ke atas kepada Allah Subhānahu wa Ta’āla.
Turunnya Nabi Isa ‘Alayhissalam ke bumi, Allah jadikan sebagai salah satu tanda besar dekatnya Hari Kiamat.
Allah berfirman :
وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ
“Dan sesunguhnya itu adalah tanda dekatnya hari kiamat.” (Q.S. Az Zukhruf: 61)

Berkata Abdullah Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā:
“Maksud dari hal itu adalah turunnya Nabi Isa ‘alayhissalām.” (Diriwayatkan oleh Ath Thabariy dalam tafsirnya)

Beliau turun di saat kaum Muslimin sedang di masa genting menghadapi dahsyatnya fitnah Dajjal.
Turun di waktu Shubuh dan shalat di belakang Imam Mahdi, imam kaum Muslimin saat itu.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ
“Bagaimana kalian jika turun Ibnu Maryam di tengah-tengah kalian dan imam kalian saat itu adalah dari kalian?” (HR Bukhari dan Muslim)

Hal yang pertama kali beliau lakukan adalah membunuh Dajjal yang sedang mengepung sebagian kaum Muslimin di Baitul Maqdis.
Beliau membunuh dengan tombak kecil beliau setelah Dajjal hampir melarut habis seperti melarutnya garam karena melihat Nabi Isa ‘alayhissalām.
Kemudian umat Islam pun memerangi orang-orang yang bersama Dajjal, diantaranya adalah orang-orang Yahudi, sampai batu dan juga pohon-pohonan membantu umat Islam memerangi orang-orang Yahudi.
Setiap ada orang Yahudi yang berusaha untuk bersembunyi di belakang batu atau pohon, maka berkatalah batu atau pohon tersebut:
“Wahai Muslim, ini Yahudi bersembunyi di belakangku maka bunuhlah dia.”

Kecuali pohon Gharqad.
(Hadits shahih riwayat Muslim)

Setelah itu keluarlah Ya’jūj dan juga Ma’jūj yang membuat kerusakan besar di permukaan bumi.
Maka Nabi Isa ‘alayhissalām dan juga kaum Muslimin berdo’a kepada Allah supaya Allah Subhānahu wa Ta’āla membinasakan mereka.

Selasa, 28 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 17) - Dajjal Bagian 3

Selasa, 28 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 17)



Dajjal Bagian 3
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.



Seorang Muslim hendaknya mencari jalan keselamatan dari fitnah Dajjal, diantaranya:
1. Berusaha mengenal Allah dengan nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena orang yang mengikuti Dajjal adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah Subhānahu Ta’āla.
2. Mentaati Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallamKarena Dajjal ketika dikabarkan oleh Tamim Ad-Dari radhiyallāhu ‘anhu dan juga kawan-kawannya bahwasanya Muhammad telah muncul dan menang dan menjadi orang yang ditaati, maka Dajjal mengatakan yang artinya:
“Ketahuilah bahwasanya mentaati dia (yaitu Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam) adalah lebih baik bagi mereka.” (H.R. Muslim)
3. Memperbanyak membaca do’a ketetapan hati.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(H.R. Tirmidzi & Ahmad)

4. Membaca do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sebelum salam.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

(H.R. Muslim no. 588)

Sebagian pendahulu kita dahulu menyuruh anaknya untuk mengulang shalat lagi apabila tidak membaca do’a ini ketika shalat.
5. Berusaha menjauh dari Dajjal apabila mendengar tentang kedatangannya.
Karena Dajjal memiliki syubhat (kerancuan) yang bisa menggoyahkan iman seseorang.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Barangsiapa yang mendengar tentang Dajjal maka hendaklah menjauh darinya karena demi Allah, sesungguhnya seseorang mendatangi Dajjal dan dia menyangka bahwasanya dia adalah beriman ternyata kemudian dia mengikuti Dajjal tersebut karena melihat syubhat yang dimiliki oleh Dajjal tersebut.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud)
Di dalam Shahih Muslim disebutkan bahwasanya manusia akan pergi ke gunung-gunung untuk menghindari Dajjal.
6. Apabila mampu maka hendaklah dia pergi ke 2 tanah haram (Mekkah dan juga Madinah) karena keduanya tidak bisa dimasuki oleh Dajjal. (H.R. Bukhari dan Muslim)
7. Apabila terpaksa bertemu dengan Dajjal maka hendaklah dia bersabar, tetap di atas kebenaran dan tidak mentaati Dajjal tersebut.

Dan hendaknya dia membaca 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi.

Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:
“Barangsiapa diantara kalian yang menemui Dajjal maka hendaklah dia membaca awal dari surat Al Kahfi.” (H.R. Muslim)

Dalam hadits yang lain Beliau mengatakan:
“Barangsiapa yang menghafal 10 ayat yang pertama dari surat Al Kahfi, maka dia akan terjaga dari Dajjal.” (H.R. Muslim)

8. Apabila melihat Dajjal membawa 2 sungai (sungai dari api dan sungai dari air) maka petunjuk Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam hendaknya kita memejamkan mata, menundukkan kepala, kemudian meminum dari sungai api karena sebenarnya itu adalah air yang dingin. (H.R. Muslim)
Dajjal muncul di masa Imam Mahdi sebelum turunnya Nabi Isa ‘alayhissalām dan akan dibunuh oleh Nabi Isa.
Kewajiban seorang Muslim adalah beriman dengan munculnya Dajjal sebagaimana dikabarkan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahih.
Dajjal bukanlah khayalan atau simbol kerusakan semata.
Semoga Allah Subhānahu wa Ta’āla melindungi kita dan keluarga kita dari fitnah Dajjal.

Senin, 27 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 16) - Dajjal Bagian 2

Senin, 27 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 16)



Dajjal Bagian 2
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Rasulullah sebagai seorang Nabi yang sangat menginginkan keselamatan bagi umatnya, telah menyebutkan di dalam hadits-hadits yang shahih tentang ciri-ciri Dajjal. Di antaranya, bahwasanya Dajjal adalah:
  • Orang yang gemuk badannya
  • Kulitnya berwarna merah
  • Rambuntya keriting
  • Mata kanannya buta
  • Mata kirinya seperti anggur
  • Dan tertulis di antara kedua matanya tiga huruf Kaf, Fa dan Ra. Dalam riwayat lain disebutkan Kafir. Semua orang yang beriman bisa membaca, baik yang buta huruf maupun yang tidak buta huruf.

Ciri-ciri di atas disebutkan dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan juga Muslim. Di dalam shahih Muslim disebutkan bahwasanya Dajjal tidak memiliki anak. Orang yang mengenal Allah mengetahui bahwasanya Dajjal bukanlah rabbul ‘alamin. Mereka tahu bahwasanya Allah tidak dilihat di dunia dan Allah tidak buta sebelah. Adapun kehebatan yang dimiliki oleh Dajjal, maka semuanya adalah dengan izin Allah untuk menguji keimanan para hamba.
Rasulullah  bersabda:
فَإِنْ أُلْبِسَ عَلَيْكُمْ رَبُّكُم فَاعْلَمُوا أَنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ ،وَ إِنَّكُمْ لَنْ تَرَوْا رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى حَتَّى تَمُوتُوا
Apabila samar bagi kalian Rab kalian, maka ketahuilah bahwa Rab kalian tabaroka wa ta’ala tidaklah buta sebelah matanya dan sesungguhnya kalian tidak akan melihat Rab kalian tabaroka wa ta’ala sampai kalian meninggal dunia (HR. Ahmad dan Abu Dawud dishahihkan oleh Albani rahimahullah)
Dajjal akan tinggal di bumi selama 40 hari:
  • 1 hari pertama seperti satu tahun
  • 1 hari kedua seperti sebulan
  • 1 hari ketiga seperti seminggu
  • hari-hari yang lain seperti hari-hari biasa (HR. Muslim)

Jadi kurang lebih apabila dihitung dengan hari-hari biasa, dia akan tinggal di bumi selama satu tahun dua setengah bulan.

Jumat, 24 Januari 2020

HSI - S5 - Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 15) - Dajjal Bagian 1

Jum'at, 24 Januari 2020
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 
Beriman Kepada Hari Akhir Bagian 1 (Halaqah 15)



Dajjal Bagian 1
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.


Halaqah yang ke-15 dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang Dajjal Bagian 1
Dajjal yang secara bahasa artinya pendusta besar merupakan seorang manusia keturunan Nabi Adam ‘alaihissalam yang di akhir zaman Allah akan menjadikan dia fitnah terbesar dalam sejarah manusia.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّال

Tidak ada fitnah antara penciptaan Adam sampai hari kiamat yang lebih besar dari pada fitnah Dajjal (H.R. Muslim).

Sebelum keluarnya Dajjal, Bumi dalam keadaan kemarau yang sangat panjang. Manusia sangat membutuhkan air dan juga makanan. Dajjal muncul dan mengaku sebagai Tuhan rabbul ‘alamiin. Allah memberikan dia kemampuan untuk bergerak cepat, menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman. Dia membawa sesuatu yang menyerupai surga dan neraka, sehingga orang-orang yang tidak mengenal Allah seperti orang-orang musyrik, kafir dan munafiq, mereka pun mengikuti Dajjal. Diantaranya adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi Asbahan (H.R. Muslim)

Dan Asbahan adalah nama sebuah daerah. Sampai ada seseorang yang awalnya menyangka dirinya beriman setelah melihat perkara yang luar biasa pada diri Dajjal, akhirnya dia mengkuti Dajjal tersebut (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)

Setiap Nabi telah mengingatkan umatnya fitnah Dajjal ini. Rasulullah bersabda :

إِنِّي أُنْذِرُكُمُوْهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ، لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوْحٌ قَوْمَهُ

Sesungguhnya aku akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Dan tidaklah seorang Nabi kecuali dia telah memperingatkan kaumnya, dari Dajjal. Demikian pula Nuh ‘alaihissalam(H.R. Bukhari)

Dajjal sekarang ada di sebuah pulau. Thammim Ad-Daari seorang sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam saat masih beragama Nashrani, dia dan beberapa orang temannya pernah terdampar di pulau tersebut, mereka melihat Dajjal dalam keadaan terikat kuat. Bahkan sempat terjadi dialog antara mereka dengan Dajjal. Kemudian Thammim mengabarkan pertemuan dan dialog ini kepada Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam setelah masuk islam dan dibenarkan oleh Nabi  (Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim)