Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2020

Puding Jeruk Nata de Coco

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah selesai sudah akhirnya Penilaian Akhir Semester (PAS)/ Penilaian Akhir Tahun (PAT) anak-anak yang dilakukan secara online. Anak-anak bisa santai dan Ibu tenang ๐Ÿ˜‚. Tsaqi masih melanjutkan rutinitas murojaah hariannya, sementara Aiko yang masih berada di Taman Kanak-kanak diminta dari sekolah untuk tetap selalu melakukan kegiatan bersama orangtua. Apapun bentuk kegiatan positifnya. Sekolah membebaskannya, tidak ditentukan lagi karena hanya mengisi waktu sampai menjelang pembagian laporan perkembangan anak nanti.

Nah, untuk mengisi waktu yang masih di rumah aja, kali ini bersama anak-anak membuat cemilan yang simpel tapi menyegarkan. Anak-anak sangat menyukai cemilan terutama puding dan juga jeruk. Akhirnya dijadikan satu saja deh, puding jelly jeruk dengan isian nata de coco. Wadahnya pun cukup memakai kulit jeruk ya, jadi tidak banyak cucian nanti saat usai disantap๐Ÿ˜„
 Yuuk mari disimak...





Puding Jeruk Nata de Coco

Bahan:
5 jeruk sunkist
1 bungkus agar-agar/bubuk jelly
air matang
madu

Cara Membuat:
1. Belah dua jeruk sunkist, lalu peras dan ambil airnya.
2. Tuang air jeruk wadah, sisihkan.
3. Bersihkan kulit jeruk dari sisa-sisa jeruk.
4. Tambahkan air jeruk dengan air matang hingga menjadi 700ml.
5. Tuang air jeruk ke panci lalu masukkan agar-agar.
6. Aduk rata, lalu nyalakan masak dengan api kecil.
7. Aduk terus, dan masak hingga mendidih.
8. Jika sudah mendidih, matikan api.
9. Aduk terus sampai uap panas hilang.
10. Jika uap panas sudah hilang dan tidak panas, tambahkan madu.
11. Tes rasa, tingkat kemanisa sesuai selera.
12. Tuang nata de coco (tanpa airnya) ke dalam kulit jeruk.
13. Kemudian tuang adonan puding hingga sebatas tinggi kulit jeruk.
14. Dinginkan puding di suhu ruang.
15. Simpan puding dalam chiller kulkas.
16. Puding siap disantap dingin-dingin.

InsyaAllah sangat mudah membuat puding ini. Namun, harus ekstra hati-hati saat memeras jeruk, jangan sampai merusak kulit jeruknya. Jika adonan puding masih berlebih dan kulit jeruk sudah penuh semua, bisa tuang di wadah puding biasa saja ya.
Untuk memudahkan, kulit jeruk bisa dilettak di loyan muffin supaya tetap stabil saat dituang adonan puding. Tidak miring ke kanan kiri atau goyang-goyang.





Anak-anak sangat suka membuat ini. Meski rumah jadi berantakan, tapi tak mengapa, ini hanya sebentar.
Saat membuat puding sempat terjadi kekacauan๐Ÿ˜‚ karena ketika Aiko memeras jeruk dengan semangatnya, wadah perasan terpeleset dan air jeruk tumpah berceceran di lantai๐Ÿ˜‚
Langsung saja terlihat sedih mukanya Aiko sambil bilang,"Maap bu...", Lalu dia hanya diam dan sempat tidak mau ikutan bebikinan lagi. Namun, setelah dibujuk akhirnya dia mau lagi ๐Ÿ˜„ Sedih memang melihat beberapa mililiter air jeruk yang tumpah itu, sudah Qodarullah. Namun, lebih sedih lagi melihat Aiko yang semapt kapok ikutan lagi. Oleh karenanya saya harus membesarkan hati Aiko kalau hal itu memang bisa saja terjadi. Jadi ya tidak apa-apa. Selain itu juga diingatkan ke anak-anak untuk selalu berhati-hati. Tidak perlu kapok juga, tetap lanjutkan saja membuat pudingnya.

Oiya soal rasa pudingnya, asem seger manis karena dari bahan dasarnya jeruk sunkist dan juga madu. Dengan ditambahkannya nata de coco membuat puding jadi lebih berisi.

Demikian cerita bebikinan kali ini.
Semoga ada manfaat yang bisa diambil didalamnya❤️๐Ÿ’•.



Senin, 20 April 2020

Persiapan Ramadhan - Aneka Bumbu Dasar (Putih, Kuning, Merah)

Assalamua'alaikum mantemans...

Alhamdulillah bisa isi blog lagi.
Oiya insyaAllah dalam beberapa hari ke depan kita akan memasuki bulan Ramadhan. MasyaAllah persiapannya udah pada mateng kayanya nih ya ๐Ÿ˜‰

Namun, Ramadhan kali ini berbeda ya, mungkin ga ada lagi janjian taraweh bareng di masjid ini itu, ga ada lagi janjian bukber di masjid ini itu, ga ada lagi janjian bareng ke kajian ini itu, dan janjian lainnya secara tatap muka.
Aneka Bumbu Dasar

Sabar mantemans (*nyabarin diri sendiri juga), jangan sedih karena Allah Subhanallahu Wata'ala selalu bersama kita. Siapa tau dengan ada wabahnya Covid-19 ini memberi hikmah terbaik bagi kita semua. Mungkin ini jadi Ramadhan paling spesial dengan ujiannya karena ibadah kita bisa jadi lebih khusyuk. Tanpa memikirkan acara ini itu atau baju baru di hari raya, hehehe...

Mari kita kembali lagi ke persiapan Ramadhan. Di rumah juga seperti biasa, siap-siap menyambut Ramadhan, mulai dari checklist ibadah hingga menyusun menu saur dan berbuka. Sebenarnya, saat Ramadhan tidak ada menu spesial di rumah, hanya menu yang mudah untuk diolah atau dimasak. Supaya tidak berlama-lama di dapur dan tidak mengganggu jatah ibadah di bulan yang penuh ampunan ini. 

Oleh karena itu, food preparation yang biasa dilakukan seminggu sekali juga dilakukan di bulan Ramadhan ini. Namun, pengolahannya harus memangkas waktu di dapur. Nah, maka dari itu selama dua hari kemari, Sabtu dan Minggu, saya asyik menyiapkan aneka bumbu dasar dan bahan makanan yang sudah dimarinasi.




Pemakaian Bumbu Dasar
Untuk bumbu dasar, ada 3 jenis yang disediakan di rumah, yaitu bumbu putih, bumbu kuning, dan bumbu merah. Namun kali ini, ditambahkan juga minyak bawang, baceman bawang, sambal hijau dan sambal bawang. Keempat jenis makanan tadi juga dapat dipergunakan sebagai bumbu tambahan saat memasak. Namun, untuk kali ini kita fokus kepada tiga bumbu dasar dulu yuk. InsyaAllah yang lainnya akan dibahas dilain waktu๐Ÿ˜‰.
Aneka Bumbu Dasar: Putih, Kuning, Merah

Bumbu dasar putih biasanya digunakan untuk berbagai macam tumisan seperti tumis buncis, capcay, soto bening, nasi/mi/bihun goreng, semur, lodeh dan lainnya. Sedangkan bumbu dasar kuning biasanya digunakan untuk masakan berwarna kuning seperti ungkep ayam goreng, opor ayam, pesmol ikan, kari, soto kuning, dan lainnya. Sementara bumbu dasar merah digunakan untuk masakan yang berwarna merah seperti rendang, balado, gulai dan lain sebagainya. Ada juga yang membuat bumbu dasar oranye, ini merupakan perpaduan antara bumbu kuning dan merah. Akan tetapi, saya mencukupkan untuk menyetok ketiga jenis bumbu dasar saja.






Proses Pembuatan Bumbu Dasar
Ada 2 bahan utama yang selalu dipakai disetiap bumbu dasar, yaitu duet maut si bawang. Yup, si bawang merah dan si bawang putih dengan porsi si bawang merah selalu lebih banyak di setiap resep dari ketiga bumbu tersebut. Sebagai bahan tambahan ada kemiri, kunyit, jahe dan cabai yang dapat digunakan. Kemiri dapat ditambahkan pada bumbu putih, kunyit dan jahe dapat ditambahkan pada bumbu kuning, dan cabai ditambahkan pada bumbu merah. Terkadang juga saya tidak menambahkan kemiri pada bumbu putih, jadi hanya bawang saja. 
Bumbu Kuning

Pada umumnya dan lebih sedapnya, bumbu ini baiknya dihaluskan dengan diulek ya, tapi.... berhubung pegel dan demi menghemat waktu, jadilah memakai blender, heuheu. Saat memblender bisa ditambahkan sedikit air atau sedikit minyak goreng untuk memperlancar blendernya ya. Terutama saat memblender bumbu kuning, baiknya ditambahkan minyak goreng supaya warna kuningnya tidak menempel diblender. Sebaiknya juga jika menghaluskan bumbu dengan blender bumbu, bukan dengan chopper. Pengalaman jika memakai chopper hasilnya tidak sehalus dengan blender bumbu ๐Ÿฅบ

Aneka bumbu dasar ini belum diberi perasa, baik itu gula, garam atau kaldu. Pemberian perasa bisa dilakukan saat bumbu dipakai memasak saja nanti. Jadi tidak dobel-dobel memberikan perasa, hehe... Minyak goreng yang digunakan juga secukupnya saja, untuk menumis bumbu hingga matang dan wangi. Biasanya saya menggunakan minyak goreng kelapa (coconut oil) di rumah karena alasan kesehatan, hehe...

Untuk wadah penyimpanan bumbu, sebaiknya menggunakan material kaca. Misalnya dari toples kaca, dan sudah disterilisasi (bisa dengan direbus dahulu). Material kaca lebih aman digunakan untuk menyimpan bumbu karena tidak meresap seperti material plastik. Sehingga aroma dan rasanya tetap terjaga. Selain itu juga gunakan wadah yang tidak terlalu besar, misalnya untuk stok sekitar 7-14 hari. Jika membuat sekaligus banyak, maka bumbu dasar dapat dibagi lagi ke dalam wadah-wadah kecil. Atau mungkin mau berbagi buat tetangganya? hehe...

Biasanya aneka bumbu dasar ini dibuat untuk stok dua mingguan karena bisa disimpan lama, baik di chiller kulkas. Bahkan kalau disimpan di freezer kulkas bisa bertahan lebih lama hingga sebulan. Jika disimpan di chiller kulkas, maka dapat dikeluarkan dahulu beberapa menit sebelum dipakai. Jika disimpan di freezer maka dapat ditaruh semalam sebelumnya di chiller kulkas. Tapi kalau kadang kelupaan dikeluarin sebelumnya, ya dipakai aja langsung meski agak beku sedikit, nanti juga mencair kena wajan panas, heuheuheu...
Yuuk mari kita cekidot resepnya ๐Ÿ˜„
Bumbu Putih


Bumbu Putih

Bahan
30 bawang merah
20 bawang putih
3 kemiri (disangrai dahulu)
minyak goreng

Cara Membuat
1. Haluskan bawang dan kemiri.
2. Masak diwajan dengan api kecil hingga air berkurang.
3. Tuang minyak.
4. Tumis hingga bumbu wangi dan matang.
5. Jika sudah dingin, simpan dalam wadah tertutup.




Bumbu Kuning

Bahan
30 bawang merah
20 bawang putih
2 ruas kunyit
1 ruas jahe
minyak goreng

Cara Membuat
1. Haluskan bawang, kunyit dan jahe.
2. Masak diwajan dengan api kecil hingga air berkurang.
3. Tuang minyak.
4. Tumis hingga bumbu wangi dan matang.
5. Jika sudah dingin, simpan dalam wadah tertutup.
Bumbu Merah


Bumbu Merah

Bahan
25 bawang merah
15 bawang putih
15 cabai merah keriting
5 cabai merah besar
minyak goreng

Cara Membuat
1. Haluskan bawang dan cabai.
2. Masak diwajan dengan api kecil hingga air berkurang.
3. Tuang minyak.
4. Tumis hingga bumbu wangi dan matang.
5. Jika sudah dingin, simpan dalam wadah tertutup.


Bagaimana manteman? InsyaAllah mudah ya membuatnya... 
Untuk bahan atau bumbu tambahan seperti garam, merica, gula, kaldu, lengkoas, sereh, daun salam, daun jeruk dan lain sebagainya itu bisa ditambahkan saat memasak. Tentunya sesuai dengan resep masakan masing-masing ya mantemans.
Selamat mencoba, dan semoga bermanfaat ❤️

Selamat berpuasa ya manteman ❤️
Semoga Allah Subhanallahu Wata'ala menerima amal ibadah kita dan menjadikan alumni Ramadhan yang sukses.
Semoga bisa bertemu kembali dengan Ramadhan ๐Ÿ’•

Kamis, 06 November 2014

No Baked - Oreo Cheese Nutella Cake

Kamis, 6 November 2014

Hari ini bikin cake yg super praktis lg ajah deh, buat si Tsaqi yg lagi sakit :)

Bikinnya siy dari siang, tapi dimasukin chiller kulkas dulu karena ga dipanggang, hehe.
Enaknya dimakan sore tadi seger dingin gitu :)

Komposisinya hasil modifikasi sendiri sesuai selera, hehe :)
Loyangnya pake yg mini, D: 11,5 cm, T: 5cm

Urutan lapisannya dari dasar:
1. 1 Bks besar Oreo (137gr) diancurin + 1 sdm mentega cair
2. 2 sdm Keju krim + 1 sdt krim kental manis
3. 3 bks Soft cake oreo, potong2
4. 2 sdm Keju krim + 1 sdt krim kental manis
5. Krim oreo yg nempel di biskuitnyah
6. 2 sdm Nutella
7. Hiasan: Keju parut sesukanya + Choco cips + Strawberry + Oreo

Proses pembuatannya:
1. Siapkan semua bahan-bahan.
2. Biskuit oreo dipisahkan dari krimnya, lalu dimasukkan ke blender, giling sampe halus menjadi bubuk. Bisa juga ditumbuk, masukin ke plastik trus ditumbuk pake ulekan, tapi pegeeel... Hehe.
3. Panaskan mentega hingga mencair (jangan sampai mendidih), lalu campurkan dengan bubuk oreo.
4. Aduk rata adonan hingga tercampur, lalu tuangkan di loyang bongkar pasang (bongpas).
5. Tekan-tekan adonan dengan sendok hingga padat, karena sebagai dasar untuk cake.nya (base cake)
6. Tutup loyang dengan aluminium foil, lalu masukkan loyang ke dalam kulkas (chiller).
7. Sambil menunggu adonan agak mengeras, siapkan adonan krim keju.
8. Oia, sebelum diolah, krim kejunya juga harus dikeluarin dulu ya dari kulkas, biar agak lembek & gampang diaduknya :)
9. Campurkan krim keju dengan krim kental manis, aduk rata dengan sendok sampai lembut. Jika sudah, adonan di bagi 2.
10. Keluarkan loyang bongpas dari kulkas, lalu tuangkan adonan krim keju, ratakan.
11. Susun potongan oreo soft cake di atas krim keju, lalu tutupi lagi dengan adonan krim keju yang masih tersisa, ratakan.
12. Tutupi adonan krim keju dengan krim oreo yang sudah dipisahkan tadi, lalu lapisi dengan nutella hingga rata.
13. Tutup lagi loyang dengan aluminium foil, dan masukkan lagi adonan ke dalam kulkas (chiller ya bukan freezer).
14. Tunggu hingga agak mengeras, sekitar 1-2 jam.
15. Untuk hiasannya ditata ketika cake sudah dikeluarkan dari loyang ya. Hiasan bisa sesuai selera :)