Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Institut Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-15

Kamis, 17 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-15


Temuanku Hari Ini

Adik datang ke rumah membicarakan tentang suatu perbedaan pandangan hal yang dibicarakan orangtua beberapa hari lalu.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Berusaha menyamakan pandangan dengan adik dan nanti akhirnya bisa menyampaikan keinginan kami pada orangtua sehingga orangtua bisa ikut sependapat dengan kami.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Mengedepankan nalar dan mengenyampingkan emosi dengan memperbanyak pengetahuan akan suatu hal akan dapat mempermudah menyamakan sudut pandang.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Kembali menguatkan persamaan sudut pandang dengan adik sehingga bisa disampaikan pada orangtua tentang keinginan kami pada saatnya nanti dalam situasi dan kondisi yang kondusif.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.  

Rabu, 16 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-14

Rabu, 16 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-14


Temuanku Hari Ini

Suasana hati anak-anak saat sekolah daring kembali naik turun. Mereka maunya ditemani saat sekolah daring via zoom meeting


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Bisa tetap tenang sambil membagi waktu antara mengikuti keinginan anak yang selalu ingin ditempelin ibunya dan juga mengerjakan tugas work from home.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Menyampaikan pada anak-anak poin-poin kegiatan hari ini dan beserta langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan. Komunikasi dengan anak sambil menyenangkan hati mereka dan menatap erat matanya. Memilih kata-kata yang singkat dan positif.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Konsisten untuk bersabar berkomunikasi pada anak-anak dengan menggunakan kalimat singkat dna positif dan juga menjelaskan langkah-langkah kegiatan yang harus dilakukan.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.  

Selasa, 15 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-13

Selasa, 15 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-13


Temuanku Hari Ini

Berselisih paham dengan suami tentang suatu hal di masa akan datang karena adanya perbedaan sudut pandang dan pengalaman.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Berdamai dengan diri sendiri sehingga bisa menyampaikan hal yang diinginkan tanpa emosi kepada suami. Harus bisa mendapat perhatian akan keinginan tersebut dari suami.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Mencari situasi dan waktu yang tepat untuk menyampaikan keinginan tadi dalam suasana hati yang lebih mendukung.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Mencari strategi untuk menyampaikan keinginan tersebut secara baik-baik dan tetap berpikiran positif.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4. 

Senin, 14 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-12

Senin, 14 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-12


Temuanku Hari Ini

Orangtua menyampaikan tentang suatu rencana di tahun depan. Namun, ada suatu hal yang membuatku kurang cocok. Tapi, orangtua tetap akan berperilaku seperti itu.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Menyampaikan pendapatku secara baik dengan memilih kalimat yang positif dan singkat. Memang tidak cukup sekali dua kali. Harus sabar disampaikan secara sabar dan berulang kali secara sopan. Penyampaian pendapat tersebut juga harus dilakukan saat suasana mendukung.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Menyampaikan pendapat kepada orangtua secara singkat, to the point dan tetap menggunakan kalimat yang sopan. Harus bersabar dan dilakukan berulang-ulang dengan tetap menjaga suasana hati orangtua.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Berpikir positif supaya suasana hati tetap tenang sehingga dapat menularkan pola pikir positif yang diinginkan.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.

Minggu, 13 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-11

Minggu, 13 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-11


Temuanku Hari Ini

Kembali ingin membeli tanaman hias lagi dan lagi. Padahal sudah sempat berkomitmen dengan diri sendiri untuk tidak menambah tanaman hias di rumah.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Menahan diri untuk tidak membeli tanaman berlebihan dan tidak sesuai kebutuhan. Berusaha menerima nasihat dan masukan dari suami tentang hobi tanam menanam.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Berdamai dengan diri sendiri untuk tidak menuruti hawa nafsu membeli tanaman secara berlebihan. Mendengarkan pendapat suami tentang membeli tanaman sesuai kebutuhan.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Berdamai dengan diri sendiri untuk tidak membeli tanaman hias berlebihan, dan selalu mengomunikasikan sesuai pada suami.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4. 

Sabtu, 12 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-10

Minggu, 12 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-10


Temuanku Hari Ini

Sudah dipesankan pada anak-anak supaya tidak menceritakan barang yang baru dibeli pada siapapun. Namun, anak-anak kelupaan dan menceritakan tentang barang yang baru dibelinya pada tantenya.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Menyampaikan tentang ketidaksukaan perilaku anak-anak tersebut sekaligus mengingatkan kembali anak-anak dengan tetap tenang tanpa emosi.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Sampaikan hal baik yang kita inginkan pada anak-anak secara singkat, padat dan langsung ke pokok permasalahan. Berkomunikasi pada anak-anak dengan menatap matanya dan dengan intonasi yang tenang.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Konsisten berkomunikasi dengan intonasi yang tenang pada anak-anak.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.

Jumat, 11 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-9

Jum'at, 11 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-9


Temuanku Hari Ini

Ada teman di kantor yang menyampaikan kekecewaannya terhadap pekerjaanku, tapi tidak menyampaikan dengan kalimat yang baik.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Tetap berbicara santun dan sopan meski lawan bicara sangat emosi.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Berkomunikasi dengan baik dan sopan dengan kalimat singkat tanpa membuat tersinggung lawan bicara.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Hati tetap tenang pikiran tetap senang. Harus bisa menang melawan emosi.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 5.  

Rabu, 09 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-7

Rabu, 9 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-7


Temuanku Hari Ini

Kekecewaan sekaligus ketakutan akan situasi dan kondisi saat pandemi Covid-19 kembali menghantui. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta kembali memberlakukan PSBB karena semakin banyak orang yang terjangkit wabah corona.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Mengendalikan suasana hati agar tetap tenang dan berdamai dengan diri sendiri akan situasi dan kondisi wabah terkini di Jakarta.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Selalu berpikir positif dan tidak panik bahwa kita semua bisa melalui musibah ini bersama.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Tetap menjaga suasana hati dan konsisten untuk selalu berpikir positif karena masih ada suami dan anak-anak yang membutuhkan.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 5.  

Senin, 07 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-5

Senin, 7 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-5


Temuanku Hari Ini

Anak-anak kurang bersemangat memulai kegiatan sekolah daring hari ini. Sepertinya mereka sedang merasa bosan karena masih di rumah saja.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Menmbangkitkan dan menjaga suasana hati anak-anak untuk selalu bersemangat berkegiatan di rumah, termasuk sekolah daring.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Sabar dengan tetap mengendalikan intonasi suara dan berbicara tanpa emosi.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Tetap menjaga suasana hati dan menyemangati diri sendiri karena ada anak-anak yang masih butuh disemangati juga.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 5.

Minggu, 06 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-4

Minggu, 6 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-4


Temuanku Hari Ini

Suami terlambat pulang dari waktu yang dijanjikan.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Menyampaikan respon ketidaksukaan dengan baik tanpa emosi.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Menyampaikan respon dalam keadaan tenang dengan kalimat singkat, fokus dan tidak bertele-tele.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Bisa mengendalikan emosi lebih baik lagi, dan konsisten dalam berkomunikasi dengan kepala dingin.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 3.

Sabtu, 05 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-3

Sabtu, 5 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-3


Temuanku Hari Ini

Akhir pekan tidak ada kegiatan sekolah daring, anak-anak kadang suka hilang semangatnya untuk sholah dhuha.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Berkomunikasi pada anak-anak tentang bagaimana mereka harus tetap konsisten untuk melaksanakan ibadah sunnah.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Berbicara pada anak tentang apa yang diinginkan secara to the point. Hal yang orangtua inginkan, dalam hal ini rajin sholat dhuha, merupakan suatu perbuatan yang baik.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Tetap konsisten untuk berbicara pada anak-anak langsung kepada pokok permasalahan dan tidak bertele-tele.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.

Jumat, 04 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-2

 Jum'at, 4 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-2


Temuanku Hari Ini

Beberapa dahan pohon ciplukan kesayangan patah. Padahal banyak bakal buahnya.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Berdamai dengan diri sendiri untuk menerima Qodarullah dan tidak berlarut-larut dalam kekecewaan.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Mengubah "masalah" patahnya dahan ciplukan menjadi sebuah "tantangan" untuk membuat pohon ciplukan kembali rimbun dan berbuah banyak.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Belajar konsisten untuk selalu berpikiran positif dan bahwa yang terjadi semua ini sudah Qodarullah.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4.

Kamis, 03 September 2020

Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-1

Kamis, 3 September 2020


Bunda Sayang #6 - Zona 1 - Komunikasi Produktif Hari ke-1


Temuanku Hari Ini

Ada beberapa tugas sekolah daring yang belum dikerjakan Aiko.


Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini

Berkomunikasi (membujuk) dengan Aiko yang masih TK B untuk mengerjakan tugas sekolah.

Menjelaskan pada Aiko bahwa masih ada beberapa tugasnya yang harus dikerjakan satu persatu, dan hal itu akan memakan waktu yang lama. Meski pun Aiko lelah dan mengantuk, tapi harus tetap menyelesaikan tugas.


Poin Komunikasi Produktif Hari Ini

Keep it Short and Simple.

Menjelaskan poin-poin tugas sekolah yang harus dikerjakan dan tahapannya pada Aiko. Lalu memastikan Aiko merespon balik sebagai tanda dia sudah mengerti. Lalu memandunya mengerjakan tugas-tugasnya.


Rencanaku Untuk Esok Hari

Tetap konsisten untuk lebih sering menggunakan kalimat tunggal dengan memberikan penjelasan secara bertahap.


Berapa Bintangku Hari Ini?

Alhamdulillah cukup 4 saja, karena masih ada rasa mengeluh 😞

Kamis, 25 Juni 2020

Menyelami Rasa Mengenali Kembali Diri Sendiri Untuk Terus Bergerak

Assalamu'alaikum



















Alhamdulillah lanjutan kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) yang saya ikuti berjalan dengan aman dan lancar. Misi demi misi dijalani dengan pedoman dan acuan yang digunakan untuk kami penjelajah dalam mengarungi samudera. Harapannya semoga para penjelajah dapat sampai tujuan dengan selamat, sehat sentosa, dan tidak tersesat.

Semakin dalam menyelami matrikulasi semakin disadari, kalau Ibu dituntut untuk memiliki ilmu yang mumpuni dalam mendidik anak-anaknya. Secara tidak langsung, ibu juga dituntut untuk profesional menjalankan perannya dalam mendampingi suami dan anak-anaknya. Tentunya, hal tersebut adalah impian setiap ibu. Namun, ternyata jalannya tidak semudah yang dibayangkan, terutama di zaman sekarang yang semakin banyak ujiannya. Ada berbagai ikhtiar yang dapat dilakukan ibu untuk semakin profesional dan menjadi kebanggan keluarga. Salah satunya, yaitu dengan selalu meningkatkan kemampuannya. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk sang Ibu, tapi juga untuk keluarga dan bahkan lingkungannya. Bersama Ayah sang nahkoda kapal, Ibu harus mampu merencanakan pendidikan anak-anaknya. 


Semangat menjadi Ibu profesional kebanggaan keluarga semakin menggebu-gebi nan deg-degan. Hal ini bisa dimulai dari diri sendiri, dari hal terkecil sekalipun. Meski harus dituntut profesional, InsyaAllah lelah akan jadi lillah jika mengingat betapa mulianya seorang Ibu.
Semangat!


Tahap selanjutnya, yaitu menyelami Core Value dimana bersama para Widyaiswara, para penjelajah berusaha untuk menyelami makna core values tersebut. Dari beberapa ilmu yang dipelajari selama hidup, baik secara langsung di kelas atau pun dalam jaringan (daring), Alhamdulillah semakin banyak kemampuan diri yang berkembang. Sejalan dengan makna core value dari para widyaiswara, kini Aku tahu ilmu yang perlu dipelajari, ilmu yang perlu ditingkatkan, ilmu yang perlu dilatih, dan ilmu yang dibagikan.

Langkah selanjutnya, pada penyelaman ketiga kali ini di kelas Matrikulasi batch 8, Institut Ibu Profesional meminta pada penjelajah samudera untuk menemukan karakter moral dari ibu profesional yang ada pada dirinya masing-masing. Dimulai dari mengetahui tantangannya selama berproses dan menjalani kehidupan hingga adanya kecocokan karakter moral profesional yang menjadi kekuatanku. Tentunya hal itu sangat bermanfaat untuk mengatasi tantangan tersebut. 


 "Never Stopped Running, The Mission Alive"

Sementara pada misi penyelaman terakhir, para penyelam diingatkan lagi untuk mengenali dirinya, nilai-nilai baik yang ada pada dirinya. Apa yang membuatmu unik? Apa yang kamu perjuangkan? Apa kesamaanmu dengan IIP?

Tentunya pertanyaan-pertanyaan itu menggelitik hati para penyelam yang sedang berjibaku di samudera. Namun, semua itu membawa dampak positif bagi para penyelam untuk selalu lagi dan lagi mengenali dirinya sendiri sehingga dapat meng-upgrade kemampuan dirinya.


Bismillah.. penyelaman yang sesungguhnya akan segera dimulai 🤩


Annisa Lestari
3119209125

Jumat, 19 Juni 2020

Connecting the Dots - Who Am I?

Assalamu'alaikum,
dalam penyelaman kali ini, para penyelam diminta untuk mendalami beberapa hal, yaitu

Seperti Apa Aku ini?
Aku sangat senang melakukan banyak hal yang bermanfaat dalam waktu yang beriringan. Di sisi lain, hal tersebut terkadang menimbulkan ketidaknyamanan karena seorang yang introvert terkadang harus menjadi ekstrovert. Justru disitulah tantangannya. Harus berani menantang diri sendiri menjadi lebih baik. Tidak mudah menyerah untuk menjadi pribadi yang pembelajar. Tentunya ini juga akan membawa manfaat bagi diri sendiri, suami dan anak-anak, keluarga besar serta lingkungan sekitar.

Nilai-nilai apa yang Aku Miliki?
  • Tanggung Jawab
  • Teliti
  • Optimis
  • Terorganisir
  • Sederhana
  • Kreatif
  • Komunikatif
  • Pembelajar
  • Setia
  • Mandiri

Apa yang Membuatku Unik?
Berdaya dan Pantang Menyerah.


Apa yang Aku Perjuangkan?
Duniaku untuk akhiratku karena dunia hanya sementara.

Apa Kesamaanku dengan Institut Ibu Profesional?
Dalam misi karakter Ibu Profesional seminggu lalu, disitu saya memahami bahwa dari tantangan tersebut, ada karakter moral profesional yang menjadi kekuatan. Ini kisah dan caraku untuk mengatasi tantangan tersebut:

 "Never Stopped Running, The Mission Alive"
Iya, kita harus terus bergerak meski melambat.
Karena perjalanan hidup itu terus bergerak maju, bukan mundur.







Annisa Lestari
3119209125

Jumat, 12 Juni 2020

Karakter Moral Ibu Profesional - Teruslah Bergerak Meski Melambat

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah, libur penyelaman sudah usai. Pada penyelaman ketiga kali ini di kelas Matrikulasi batch 8, Institut Ibu Profesional meminta pada penjelajah samudera untuk menemukan karakter moral dari ibu profesional yang ada pada dirinya masing-masing.

Nah, sebelum membahas tentang karakter apa yang ditemukan, yuk mari simak dulu tantangan dari kehidupan.


Tantangan selama berproses dan menjalani peran kehidupan
Saya suka melakukan banyak hal dalam satu waktu secara berbarengan. Hal ini berlangsung dari semenjak sekolah. Sangat menyenangkan bisa melakukan banyak hal sekaligus. Bukan untuk mengejar hasil tertinggi atau terbaik, tapi untuk memenuhi kesenangan dan memanfaatkan diri menjadi lebih baik. Namun, semenjak berkeluarga dan memiliki anak-anak, tentu saja berbagai kegiatan tadi hanya menjadi seperti rutinitas. Kadang terasa tidak menyenangkan dan bahkan dirasa menjadi keterpaksaan. Hal tersebut terjadi karena kurang bisa membagi waktu sehingga yang dirasa hanya kelelahan dan beban yang termat banyak.

Akan tetapi, ada selalu yang diingat ketika hendak berhenti dari semuanya, Ibu selalu berkata, "Coba aja dulu, kan ga pernah tau rasanya kalo belom dicoba. Kalo ga bisa ya nanti coba lagi, baru coba yang lain."

Lha iya bener juga, saya yang jalani hidup saya sendiri, maka saya harus mencoba jika ada hal baru yang bermanfaat. Jika terasa lelah, ya istirahat. Bukan berhenti. Karena hidup itu berjalan terus. Selambat apapun saya bergerak, saya tetap bergerak maju. Karena hidup memang gitu, selalu bergerak maju tanpa kita mau.


Dari tantangan tersebut, ternyata dalam ada karakter moral profesional yang menjadi kekuatan. Ini kisah dan caraku untuk mengatasi tantangan tersebut:

 "Never Stopped Running, The Mission Alive"


Annisa Lestari
3119209125

Jumat, 15 Mei 2020

Menyelami Makna Core Value Institut Ibu Profesional

Assalamu'alaikum,
Alhamdulillah... misi matrikulasi batch #8 kali ini memasuki hal yang baru, tentang Core Value.
Bersama para Widyaiswara, para penjelajah berusaha untuk menyelami makna core values tersebut.

Menurut Widyaiswara Farda, ada 5 Core Value dari IIP, yaitu:
1. Belajar
2. Berkembang
3. Berkarya
4. Berbagi
5. Berdampak

Widyaiswara Bune Yani menjelaskan, tentang Value Belajar pada IIP, yaitu
1. Semua guru semua murid.
2. Komitmen (tepat waktu) dan konsistensi
3. Fokus dan percaya diri, "Itu menarik, tapi saya tidak tertarik".

Sementara Widyaiswara Diyah Amalia memaknai value Belajar berupa peran sebagai perempuan, istri, dan ibu. Dalam proses belajar tersebut maka kita dapat memaknai peran-peran tersebut, serta memuliakan diri dan keluarga. Kita juga harus menjaga semangat untuk berubah lebih baik dengan memahami kembali niat awal belajar.

Sedangkan Widyaiswara Alisa memaknai value Belajar yang berkaitan dengan kemauan belajar tinggi merupakan modal dasar untuk belajar. Oleh karena itu, menurutnya menjadi ibu harus kompeten dalam hal:
1. Kemampuan untuk mendidik anak
2. Mengembangkan Bakat anak
3. Mengelola keluarga dengan baik


Dari beberapa ilmu yang dipelajari selama hidup, baik secara langsung di kelas atau pun dalam jaringan (daring), Alhamdulillah semakin banyak kemampuan diri yang berkembang. Sejalan dengan makna core value dari para widyaiswara, kini Aku tahu...

Ilmu yang perlu kupelajari
Merajut
Membuat website mandiri

Ilmu yang perlu ditingkatkan
Agama
Desain grafis
Editor Video

Ilmu yang perlu aku latih
Parenting
Menjahit
Manajemen Emosi
Manajemen Waktu
Menulis

Ilmu yang bisa aku bagikan
Fotografi
Food Preparation
Berbenah (decluttering)



Mohon doanya semoga semakin istiqomah menjadi manusia pembelajar sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar.

Annisa Lestari

3119209125

Kamis, 07 Mei 2020

Ibu Madrasah Pertama dan Utama

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
(Q.S. AnNisa: 9)

Dalam ayat ini Allah Subhanallahu Wata'ala memerintahkan orangtua untuk mendidik anak-anak secara serius, supaya ketika ditinggalkan anak-anak sudah siap (dalam keadaan siap), tidak lemah ilmu, akhlak, akidah ataupun kekuatan ekonomi. Pasalnya, anak adalah amanah terbesar yang diberikan oleh Allah Subhanallahu Wata'ala. Oleh karena itu, janganlah main-main dalam mendidik anak untuk menjadi pribadi yang kuat kelak.



Dengan menjadikan anak-anak generasi qurrata a’yun (penyejuk mata) yang memberi harapan baik bagi masa depan. Maka anak-anak tersebut memiliki jiwa kokoh dengan pikiran berlandaskan agama. 

Jelas sekali tergambarkan betapa beratnya tugas seorang Ibu dalam mendidik anak-anaknya. Namun, sebelum mendidik anak, tentunya harus dipersiapkan pendidik yang kuat terlebih dahulu, yaitu orangtua. Dalam hal ini, Ibu adalah madrasah pertama dan utama bagi anak-anak dengan Ayah sebagai kepala sekolahnya. 



Madrasah Pertama dan Utama
Ada ungkapan yang kita ketahui dari penyair Mesir, Hafez Ibrahim, yaitu
"Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq”.
Maknanya, yaitu Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Jika mempersiapkan anak dengan baik, maka sama halnya dengan mempersiapkan bangsa yang baik.

Oleh karena itu, Ibu dituntut untuk memiliki ilmu yang mumpuni dalam mendidik anak-anaknya. Secara tidak langsung, ibu juga dituntut untuk profesional menjalankan perannya dalam mendampingi suami dan anak-anaknya. Tentunya, hal tersebut adalah impian setiap ibu. Namun, ternyata jalannya tidak semudah yang dibayangkan, terutama di zaman sekarang yang semakin banyak ujiannya.

Ada berbagai ikhtiar yang dapat dilakukan ibu untuk semakin profesional dan menjadi kebanggan keluarga. Salah satunya, yaitu dengan selalu meningkatkan kemampuannya. Hal ini tidak hanya bermanfaat untuk sang Ibu, tapi juga untuk keluarga dan bahkan lingkungannya. Bersama Ayah sang nahkoda kapal, Ibu harus mampu merencanakan pendidikan anak-anaknya. Misalnya dengan membuat kurikulum keluarga untuk mendidik anak-anaknya. Menurut Ummu Balqis dalam kajian daring bertema "Membedah Kurikulum Keluarga" pada 15 Februari 2019 silam, ada 5 komponen penting dalam kurikulum keluarga, yaitu:

1. Tujuan: untuk apa dipelajari/penting diketahui anak.
2. Topik Pembelajaran: tema materi yang akan diiberitahukan pada anak.
3. Strategi Pembelajaran: metode apa yang akan digunakan untuk mendidik anak.
4. Detail Planning: berupa teknis rencana pendidikan anak.
5. Evaluasi: berupa ujian untuk mengetahui pemahaman anak.

Jika Ibu sudah meraih ilmu bermanfaat yang dibutuhkannya, tentunya Ibu dapat menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Pasalnya, salah satu cara terbaik untuk mendidik anak adalah dengan mencontohkannya, bahkan untuk hal terkecil pun. 


Oleh karena itu, yuk mari kita semangat menjadi Ibu profesional kebanggaan keluarga dengan dimulai dari diri sendiri, dari hal terkecil sekalipun. Meski harus dituntut profesional, InsyaAllah lelah akan jadi lillah jika mengingat betapa mulianya seorang Ibu.

Semangat!
Bismillah....


Annisa Lestari
3119209125

Kamis, 30 April 2020

Menjelajah Rasa di Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #8

Assalamu'alaikum,
Alhamdulillah sudah memasuki Ramadhan, bulan yang penuh ampunan. Semoga ditengah wabah Covid-19 ini kita selalu diberikan kesahatan dan keberkahan di bulan yang penuh rahmah ini.


Beberapa minggu terakhir ini saya ikut kelas daring, yaitu Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Kelas pengantar yang tergabung di batch 8 ini memberikan informasi seputar pedoman dan acuan yang digunakan untuk kami penjelajah dalam mengarungi samudera. Harapannya semoga para penjelajah dapat sampai tujuan dengan selamat, sehat sentosa, dan tidak tersesat.

Kelas dimulai dengan perkenalan dengan Widyaiswara yang akan berbagi ilmu dan pengalamannya dalam penjelajahan samudera ini. Lalu setelah itu, para penjelajah dibantu untuk mempersiapkan bekal dalam mengarungi samudera. 

Rasanya deg-degan campur aduk waktu kelas dimulai karena tidak tahu apa yang akan dihadapi di depan nanti. Setiap ada info terbaru di facebook group IIP, grup WhatsApp Matrikulasi HIMA 8 Jakarta selalu ramai. Banyak info dan pengalaman yang diceritakan teman-teman penjelajah. Saling dukung dan saling memberi semangat.

Pada matrikulasi ini juga ingi meyakinkan para penjelajah bahwa IIP ini adalah salah satu tempat yang benar, baik dan bermanfaat dalam meningkatkan diri. Para penjelajah juga dikonfirmasi kembali dengan jenis ragam kegiatan yang hendak diikutinya nanti.


Dalam matrikulasi ini, saya menyadari, IIP adalah salah satu tempat yang benar untuk meng-upgrade diri karena InsyaAllah dipandu para professional yang akan berbagi pengalaman dan pengetahuannya sesuai kemampuan dan keilmuan yang dimilikinya untuk menjadi diri yang lebih baik lagi.

Institut ini juga salah satu tempat yang baik karena di dalamnya terdapat orang-orang yang akan saling mengingatkan, mendukung dan membersamai dalam rangka mengenali potensi diri untuk menjadi diri yang lebih baik, sehat dan bahagia.

Maka dari itu, IIP menjadi salah satu tempat bermanfaat dengan banyak hal baru yang tidak diketahui. Hal ini dapat menambah pengetahuan untuk lebih dalam mengenali potensi diri sehingga dapat meningkatkan kualitas diri, keluarga, dan masyarakat.

Selama menjelajah di kelas matrikulasi, para penjelajah juga harus cermat menemukan teka teki tentang semua boleh kecuali yang tidak boleh. Ketika mencari jawaban teka-teki ini, saya berulang kali membaca petunjuk yang ada. Bukan takut salah menjawab, tapi apakah jawabannya yang saya berikan sudah baik? Semoga iya, hehehe...

Ada beberapa prinsip baik yang dianut oleh IIP yang juga sebenarnya prinsip ini sangat baik dan dipakai dalam keseharian juga. 




Bahasan yang dilarang untuk para Penjelajah:
1. Kritik
2. Ghibah
3. Fitnah
4. Suku, Agama, Ras dan Anggota Tubuh (SARAT)
5. Khilafiyah
6. Kepentingan

Keenam hal tersebut memang tidak patut juga dilakukan dimana pun, bukan hanya di IIP. Pasalnya hal tersebut hanya akan membawa dampak negatif pada yang membicarakannya tanpa ada solusi nyata. 

Prinsip berkomunitas ini benar-baik-bermanfaat baik di dalam maupun di luar, karena memikirkan semua anggotanya dapat berinteraksi dengan lancar. Sehingga tercipta situasi dan kondisi yang aman, nyaman serta tentram dalam berkomunitas.

Untuk dapat berlayar dengan mantab dan gagah berani, para penjelajah juga harus mengetahui Code of Conduct IIP. Setelah mengetahuinya, para penjelajah dapat meresapi dan tentu saja melaksanakannya. Nah, apa saja aksi yang bisa kulakukan untuk membumikan CoC? Silahkan cekidot:

1. Dahulukan adab dalam menuntut ilmu.

2. Berpartisipai aktif dan bertanggungjawab.

3. Melakukan publikasi baik offline atau online secara bermartabat dan bertanggungjawab.


Aksi tersebut baik karena salah satu cara untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat adalah dengan memperhatikan dan mengutamakan adab terlebih dahulu. Berkata Ibnu Sirin, “Dahulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu”. Mahasiswa IIP yang menuntut ilmu juga harus ikhlas dalam mencari ilmu. Bersihkan hati lalu isi dengan keikhlasan, dengan demikian maka ilmu dapat diserap dan diamalkan dengan baik. Oleh karenanya jika tidak memperhatikan adab, maka hanya akan merugikan diri sendiri dan juga komunitas karena tidak menghargai ilmu yang sudah diberikan.
  
Aksi tersebut bermanfaat karena akan memandu perilaku mahasiswa dalam menuntut ilmu di IIP. Dengan demikian proses menuntut ilmu akan berjalan lancar dan terkendali, mulai dari hulu ke hilir, mulai dari penyampaian ilmu, diskusi, hingga pengumpulan misi (tugas). Maka tujuan yang diharapkan mahasiswa dan komunitas akan tercapai dengan baik dan memiliki manfaat bagi sesama.

Selama menjalankan misi ke misi, ada rasa tidak karuan, banyakan deg-degan-nya. Kadang kepikiran apa beneran bisa menjalankan misinya. Soalnya waktu dua minggu awal mengerjakan misi kondisi di rumah sedang tidak kondusif karena anak-anak sakit dan diopname. Namun, MasyaAllah, terharu banget ternyata manteman dari HIMA Jakarta baiknya super duper. Mereka selalu mengingatkan para penjelajah seperti saya ini. Kadang malu juga kalo sampe dapet japrian WA untuk mengerjakan tugas. Bukannya tidak komitmen ikut ini, tapi Qodarullah ada yang harus diprioritaskan dahulu.

Alhamdulillah bisa ada dititik ini, tentunya semua berkat bantuan dan dukungan dai manteman juga yang saling mengingatkan.
Semoga ke depannya semakin bisa aktif berkontribusi dan berpartisipasi.


Wassalamu'alaikum...
Annisa Lestari
3119209125