Minggu, 28 Juli 2019

Berbenah Halaman Rumah

Assalamu'alaikum...
Alhamdulillah, jumpa lagi dengan berbenah, kali ini materi Gemar Rapi tentang Berbenah Halaman Rumah yeaaaa.... Minggu demi minggu proses berbenah semakin melambat, tapi tetap berjalan meski sikit demi sikit... Berbenah tetap berjalan dan diajarkan juga pada anak-anak.

Akhirnya sampai juga di penghujung proses berbenah.




Halaman Rumah bagian bawah berupa taman.

Hambatan dalam Berbenah Halaman
  • Masih belum selesainya berbenah beberapa barang sesuai kategori. Sehingga beberapa ruangan masih terlihat berantakan, karena beberapa barang2 hanya dideclutter dan belum sempat ditata dengan baik dan rapi.
  • Adanya keterbatasan waktu orangtua dalam berbenah.








Strategi untuk Mengatasinya
  • Membuat jadwal rutin berbenah
  • Membagi tugas berbenah ke semua anggota keluarga

RASA dalam Berbenah Halaman Rumah
  • Rapi dan Teratur. Dalam hal ini setiap halaman rumah sudah berada pada tata letak dan fungsinya sesuai kebutuhan. 
  • Aman dan Nyaman. Mengingat ada anak-anak di rumah, untuk standar aman dan kenyamanan kami menyesuai dengan kondisi anak-anak, seperti menggunakan pagar pengaman yang tingginya menyesuaikan dengan anak-anak di teras atas. 
  • Sehat dan Bersih. Menjaga dan merawat kebersihan garasi, teras, taman, tempat jemur dan lainnya.
  • Penampakan Teras Atas dari Bawah Depan.
  • Alami dan Berkelanjutan. Nah, untuk yang satu ini masih belajar, terutama untuk di bagian taman. Misalnya dengan membuat pestisida yang aman dan ramah lingkungan yang dibuat sendiri dari bahan alami. Pengolahan sampah organik dengan menimbunnya di tanah (taman).







Teras Atas

Mempercantik Halaman Rumah
  • Membuat jadwal rutin berbenah.
  • Menanam beberapa tanaman di taman dan pot.
  • Menggunakan batu alam sebagai hiasan dinding.
  • Mengurangi barang di halaman rumah.
Demikian....
sampai jumpa lagi....












#Task15GP
#GP1
#gemaripratama
#angkatan1
#klaster2
#gemarihalaman
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA

Jumat, 26 Juli 2019

HSI - Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 5)

Jum'at, 26.07.2019

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Lanjutan.....

Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 5).
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Untuk melihat materi sebelumnya, bisa baca disini, Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 4).

Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu, maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya, barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu, maka akan semakin kurang  bagiannya.

20 Perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:

17. Membela Ilmu dan Menolongnya. Ilmu memiliki kehormatan yang mengharuskan penuntutnya dan ahlinya untuk membela dan menolongnya bila ada yang berusaha untuk merusaknya. Oleh karena itu, para ulama membantah orang yang menyimpang, bila jelas penyimpangannya dari syariat, siapapun dia. Hal tersebut untuk menjaga agama dan menasehati kaum muslimin. Mereka memboikot seorang mubtadi, yaitu orang yang membuat bid'ah di dalam agama, tidak mengambil ilmu dari mereka kecuali dalam keadaan terpaksa, dan lain-lain. Semuanya dilakukan untuk menjaga ilmu dan membelanya. 

18. Berhati-hati dalam bertanya kepada para ulama. Seorang penuntut ilmu, hendaknya memperhatikan 4 perkara di bertanya kepada ulama:
  1. Bertanya untuk belajar bukan ingin mengeyel. Orang yang niatnya tidak baik dalam bertanya akan dijauhkan dari berkah ilmu itu sendiri.
  2. Bertanya tentang sesuatu yang bermanfaat. 
  3. Melihat keadaan gurunya. Tidak bertanya pada guru, ketika situasi tidak kondusif dalam menjawab pertanyaan.
  4. Memperbaiki cara bertanya. Seperti menggunakan kata-kata yang baik, mendoakan sang guru sebelum bertanya, menggunakan panggilan penghormatan dan lain-lain.
19. Cinta yang sangat kepada ilmu. Tidak mungkin seseorang mencapai derajat ilmu kecuali kelezatan dia yang paling besar ada di dalam ilmu. Kelezatan ilmu bisa didapatkan dengan tiga perkara:
  1. Mengeluarkan segenap tenaganya dan kesungguhannya untuk belajar.
  2. Kejujuran di dalam belajar.
  3. Keikhlasan niat.
20. Menjaga waktu di dalam ilmu. Seorang penuntut ilmu, tidak menyia-nyiakan waktunya sedikit pun. Menggunakan waktu untuk ibadah dan mendahulukan yang afdol diantara amalan-amalan. Dahulu, sebagian salaf, ada yang muridnya membaca kitab kepada beliau, sedang beliau dalam keadaan makan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga waktunya, jangan sampai tersia-sia dari menuntut ilmu. 



Bersambung.....

Kamis, 25 Juli 2019

HSI - Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 4)

Kamis, 25.07.2019

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Lanjutan.....

Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 4).
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Untuk melihat materi sebelumnya, bisa baca disini, Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 3).

Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu, maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya, barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu, maka akan semakin kurang  bagiannya.

20 Perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:

13. Berusaha keras di dalam menghafal ilmu, bermudzakaroh, dan bertanya. Belajar dari seorang guru tidak banyak manfaatnya jika tidak menghafal, bermudzakaroh, dan bertanya.

  • Menghafal berkaitan dengan diri sendiri.
  • Bermudzakaroh adalah mengulang kembali bersama teman.
  • Bertanya maksudnya adalah bertanya pada sang guru.


Berkata Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah :

  حفظنا قليلا وقرأنا كثيرا فانتفعنا بما حفظنا أكثر من انتفاعنا بما قرأنا


"Kami menghafal sedikit dan membaca banyak, maka kami mengambil manfaat dari apa yang kami hafal lebih banyak daripada yang kami baca."

Dan dengan mudzakaroh akan hidup ilmu di dalam jiwa. Dan dengan bertanya akan terbuka perbendaharaan ilmu. 

14. Menghormati ahli ilmu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

ليس من أمتي من لم يجلّ كبيرنا ويرحم صغيرنا ويعرف لعالمنا حقه 

"Bukan termasuk ummat ku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda dan mengetahui haq bagi seorang 'aalim." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam musnad beliau) 

Maka seorang murid harus:


  • Memiliki rasa tawaddu terhadap gurunya
  • Menghadap beliau
  • Tidak menoleh
  • Menjaga adab berbicara
  • Tidak berlebih-lebihan didalam memuji beliau
  • Mendoakan
  • Mengucapkan terima kasih atas pengajarannya
  • Menampakkan rasa butuhnya terhadap ilmunya
  • Tidak menyakitinya dengan ucapan dan perbuatan
  • Berlemah lembut ketika mengingatkan kesalahannya


Ada 6 perkara yang harus dijaga jika melihat kesalahan guru:
  1. Meneliti terlebih dahulu apakah benar kesalahan tersebut keluar dari sang guru. 
  2. Meneliti apakah hal tersebut memang sebuah kesalahan. Ini adalah tugas ahlul ilmi.
  3. Tidak boleh mengikuti kesalahan tersebut.
  4. Memberikan uzur kepada sang guru dengan alasan yang benar.
  5. Memberikan nasehat dengan lembut dan rahasia.
  6. Menjaga kehormatan seorang guru di hadapan kaum muslimin yang lain.

15. Mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahlinya. Orang yang mengagungkan ilmu, akan mengembalikan sebuah permasalahan kepada ahli ilmu dan tidak memaksakan dirinya atas sesuatu yang dia tidak mampu karena dikhawatirkan dapat berbicara tanpa ilmu, khususnya peristiwa-peristiwa besar yang terjadi yang berkaitan dengan urusan umat dan orang banyak. Mereka para ahli ilmu memiliki ilmu dan pengalaman, maka hendaklah kita khudznuzon kepada ulama, dan apabila ulama berselisih, maka lebih hati-hatinya seseorang mengambil ucapan mayoritas mereka. 

16. Menghormati majelis ilmu dan kitab.
Hendaklah beradab ketika bermajelis, yaitu

  • Melihat kepada gurunya
  • Tidak menoleh tanpa keperluan
  • Tidak banyak bergerak dan memainkan tangan dan kakinya
  • Tidak bersandar di hadapan seorang guru
  • Tidak bersandar dengan tangannya
  • Tidak berbicara dengan orang yang ada disampingnya
  • Bila bersin berusaha untuk merendahkan suaranya
  • Bila menguap berusaha untuk meredamnya atau menutup dengan mulutnya

Dan hendaknya juga menjaga kitab dan memuliakannya. Tidak menjadikan kitab sebagai tempat simpanan barang-barang, tidak bersandar di atas kitab, tidak meletakkan kitab di kakinya. Bila membaca kitab dihadapan seorang guru, hendaklah dia mengangkat kitab tersebut dan meletakkan kitab tersebut di tanah. 


Bersambung...

Rabu, 24 Juli 2019

HSI - Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 3)

Rabu, 24.07.2019

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Lanjutan.....

Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 3).
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Untuk melihat materi sebelumnya, bisa baca disini, Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 2).

Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu, maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya, barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu, maka akan semakin kurang  bagiannya.

20 Perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:

9. Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu. Menghafal membutuhkan kesabaran. Memahami membutuhkan kesabaran. Menghadiri majelis ilmu membutuhkan kesabaran. Demikian juga menjaga hak seorang guru, membutuhkan kesabaran. Berkata Yahya ibnu Abi Katsiirin:


 لا يُسْتَطَاعُ العلمَ بِرَاحَةِ الجِسْم 

"Tidak didapatkan ilmu dengan badan yang berleha-leha."




Demikian pula menyampaikan dan mengajarkan perlu kesabaran. Duduk bersama dengan para penuntut ilmu perlu kesabaran. Memahamkan mereka perlu kesabaran. Demikian pula menghadapi kesalahan-kesalahan mereka perlu kesabaran.

10. Memperhatikan adab-adab ilmu. Ilmu yang bermanfaat didapatkan diantaranya dengan memperhatikan adab yang mencakup adab terhadap diri di dalam pelajaran, adab terhadap guru, teman dan lain-lain. Orang yang beradab di dalam ilmu, berarti dia mengagungkan ilmu. Maka dia dipandang sebagai seorang yang berhak untuk mendapatkan ilmu tersebut. Adapun orang yang tidak beradab, maka dikhawatirkan ilmu akan sia-sia jika disampaikan padanya. Berkata Ibnu Siirin:

 كانوا يتعلمون الهَدْيَ كما يتعلمون العلم 

"Dahulu mereka mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu."

Bahkan, sebagian salaf mendahulukan mempelajari adab sebelum mempelajari ilmu. Banyak diantara penuntut ilmu tidak mendapatkan ilmu karena menyia-nyiakan adab.

11. Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya. Hendaknya seorang penuntut ilmu menjaga wibawanya karena apabila dia melakukan sesuatu yang merusak wibawanya sebagai seorang penuntut ilmu, berarti dia telah merendahkan ilmu. Contohnya, terlalu banyak menoleh di jalan, berteman akrab dengan orang-orang fasik, dan lain-lain.

12. Memilih teman yang sholeh. Seorang penuntut ilmu perlu teman yang membantu untuk mendapatkan ilmu dan bersungguh-sungguh. Teman yang tidak baik, akan memberi pengaruh yang tidak baik. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


الرجل على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل 

"Seseorang berada diatas agama teman akrabnya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat dengan siapa dia berteman akrab."
(Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud, dan At-Tirmizi)




Bersambung.....

Selasa, 23 Juli 2019

HSI - Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 2)

Selasa, 23.07.2019

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Lanjutan.....

Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 2).
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Untuk melihat materi sebelumnya, bisa baca disini, HSI - Pengagungan Terhadap (Ilmu Bagian 1).

Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu, maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya, barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu, maka akan semakin kurang  bagiannya.

20 Perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:

5. Menempuh jalan yang benar dalam menuntut ilmu agama. Orang yang salah cara dalam menuntut ilmu, maka dia tidak akan mendapat keinginannya, atau mendapatkan sedikit disertai rasa lelah yang sangat. Cara yang benar dalam mempelajari satu cabang ilmu, yaitu:
  1. Menghafal sebuah matan kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara-perkara yang raajih atau yang dikuatkan menurut para ulama dibidang tersebut.
  2. Mempelajari ilmu tersebut dari seorang ahli yang bisa dijadikan teladan dan mampu mengajar.
6. Mendahulukan ilmu yang paling penting kemudian yang setelahnya dan setelahnya. Dan ilmu yang paling penting adalah ilmu yang berkaitan dengan ibadah seseorang kepada Allah. yang berkaitan dengan ‘ubudiyah seseorang kepada Allah ‘azza wajalla, seperti: ilmu ‘aqidah, tata cara wudhu, tata cara shalat dan lain-lain.

7. Bersegera untuk mendapatkan ilmu dan memanfaatkan waktu muda, karena waktu muda adalah waktu yang emas untuk mempelajari ilmu agama. 

Berkata Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah:


العلم في الصغر كالنَقْش في الحجر 

Artinya: "Menuntut ilmu diwaktu kecil seperti mengukir di batu". 

Adapun apabila sudah tua maka kebanyakan manusia akan memiliki banyak kesibukan, pikiran dan memiliki banyak koneksi. Kalau dia bisa mengatasi itu semua maka insyaAllah dia mendapatkan ilmu. Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu mempelajari agama dan mereka sudah berumur.

8. Pelan-pelan didalam menuntut ilmu, karena menuntut ilmu tidak bisa dilakukan serta merta sekali jalan, tetapi diambil ilmu secara pelan-pelan dengan memulai kitab-kitab yang ringkas, menghafal dan memahami maknanya dan jangan kita memulai menuntut ilmu dengan membaca kitab-kitab yang panjang.



Bersambung.....

Senin, 22 Juli 2019

HSI - Pengagungan Terhadap Ilmu (Bagian 1)

Senin, 22.07.2019
Halaqah Silsilah Ilmiah

Pengagungan Terhadap Ilmu (bagian 1).

Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Syekh Dr. Sholeh bin Abdillah ibn Hamad Al Ushoimiy Hafizhahullah dalam Muqaddimah Kitab Khulashah Ta’zhimil Ilmi, banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.

Barangsiapa yang hatinya penuh dengan pengagungan terhadap ilmu, maka hati tersebut pantas menjadi tempat bagi ilmu tersebut. Sebaliknya, barangsiapa yang berkurang pengagungannya terhadap ilmu, maka akan semakin kurang  bagiannya.

20 Perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:


1. Membersihkan tempat ilmu, yaitu hati. Apabila hati bersih, maka ilmu akan berkenan masuk. Semakin bersih maka semakin bersih ilmu tersebut. Hal yang mengotori hati dan ilmu sulit masuk adalah syahwat dan syubhat.

2. Mengikhlaskan niat karena Allah. Sesuai dengan keikhlasan seseorang, maka dia akan mendapatkan ilmu. Niat yang ikhlas dalam mencari ilmu, yaitu (1) mengangkat kebodohan dari diri sendiri, (2) mengangkat kebodohan dari orang lain, (3) menghidupkan dan menjaga ilmu supaya tidak punah, dan (4) mengamalkan ilmu.

3. Mengumpulkan tekad untuk menuntutnya, meminta pertolongan kepada Allah dan tidak merasa lemah. Sebagaimana dalam hadits:

احرص على ما ينفعك واستعن بالله ولا تعجز

“Hendaklah engkau semangat melakukan apa yang bermanfaat untuk dirimu dan memohonlah pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau merasa lemah” (H.R. Muslim).

Dahulu, Imam Ahmad bin Hambal terkadang ingin keluar dari rumahnya untuk menghadiri majelis ilmu gurunya sebelum datang waktu subuh. Dan sebagian mereka membaca shahih Al Bukhari kepada gurunya dalam 3 majelis (pertemuan). Hal ini menunjukkan semangat dan tekad para pendahulu kita dalam menuntut ilmu.

4. Memusatkan semangat untuk mempelajari Al Qur’an dan Al Hadist karena inilah asal dari ilmu itu sendiri.


Bersambung.....

Minggu, 21 Juli 2019

Berbenah Kamar Mandi dan Toiletries

Assalamu' alaikum...

Alhamdulillah, jumlagi lagi dengan berbenah, kali ini materi Gemar Rapi tentang Berbenah Kamar Mandi dan Toiletries, yeaaaa....

Alhamdulillah juga kabar berbenah cenderung melambat, wkwkwk.. maklum anak-anak udah mulai sekolah. Tapi, berbenah tetap berjalan dan diajarkan juga pada anak-anak.

Oiya, Gemar Rapi memberikan Tips untuk berbenah kamar mandi dan toiletries, cekidot ya...
  1. Kepala Shower dapat dibersihkan dengan rendaman larutan cuka putih selama semalam.
  2. Pintu kamar mandi dapat dibersihkan dengan campuran baking soda dan vinegar.
  3. Poles sela-sela keramik (nat) minimal 6 bulan sekali.
  4. Lubang toilet dapat dibersihkan dengan baking soda.
  5. Cuci handle keran wastafel minimal seminggu sekali.
  6. Kamar mandi tidak perlu dikunci. Kunci kamar mandi dapat digantung di tempat tinggi, jauh dari jangkauan anak-anak.
  7. Pastikan lantai kamar mandi tidak licin.
  8. Hindari terminal (colokan) listrik dekat dengan sumber air.
  9. Tambahkan alat bantu untuk anak-anak atau orang tua. Misal, handle di sekitar toilet.
  10. Awasi anak yang masih dibawah umur saat mandi.
  11. Ganti lap/keset kamar mandi minimal 2-3 kali seminggu.
  12. Pisahkan sikat gigi antar anggota keluara. Kepala sikat jangan saling bersentuhan.
  13. Tutup toilet duduk saat flushing.
  14. Hindari menyimpan perlengkapan make up dan skin care di kamar mandi.
  15. Hindari membawa telepon genggam ke kamar mandi/toilet.
  16. Jemur handuk setelah digunakan agar tidak lembab.

Nah, sekarang kita bahas sikit yang soal kamar mandi di Rumah Daniesta.
Jadi, singkat cerita, kamar mandi di Rumah Daniesta itu Alhamdulillah ada dua, satu terletak di lantai bawah dan satu terletak di lantai 2. Secara ukuran, fungsi dan tata letak kamar mandi atas dan bawah sama. Perbedaannya terletak pada toilet yang digunakan. Kamar mandi lantai satu menggunakan toilet duduk dengan lantai campuran berupa keramik dan batu alam. Sementara kamar mandi lantai dua menggunakan toilet jongkok dengan lantai terbuat dari batu alam.

Kamar Mandi Ideal
Mengingat keterbatasan lahan dan efisiensi, kami menyatukan kamar mandi dan toilet. Kamar mandi tersebut juga masing-masing digunakan secara bergantian oleh setiap anggota keluarga di rumah. Namun, kamar mandi yang paling sering digunakan yaitu kamar mandi bawah karena memang kami lebih banyak berativitas di lantai ini.

Sejak rencana awal membangun Rumah Daniesta, tata letak dan ukuran kamar mandi termasuk salah satu yang dipikirkan dengan matang. Kami tidak ingin punya kamar mandi yang terlalu sempit dan terlalu luas. Kamar mandi tersebut tidak terlalu sempit untuk dimasukkan bak mandi bayi ketika anak-anak masih bayi. Selain itu, kamar mandi juga tidak terlalu luas sehingga menyebabkan keletihan saat membersihkannya.

Kamar mandi di rumah kami juga tidak menggunakan bak mandi mandi permanen. Hal tersebut dari hasil mencermati kamar mandi di rumah orang tua dan kamar mandi di Indonesia pada umumnya. Menurut kami, dengan menggunakan bak permanen atau pun tidak di kamar mandi, justru menambah masalah saja. Pasalnya, dengan adanya bak terutama yang permanen, maka haru rajin dibersihkan dan dicek kualitas baknya agar tetap higienis serta tidak bocor. Walhasil, jadilah kami membangun dua kamar mandi tanpa bak permanen. Di dalam kamar mandi, ada dua keran, yaitu 1 untuk shower dan 1 keran biasa untuk ambil wudhu. Kami hanya meletakkan 1 ember ukuran sedang di setiap kamar mandi. Ember tersebut diisi air hanya ketika dipakai, biasanya anak-anak yang lebih sering mandi menggunakan air di ember bersama gayung.



Kamar Mandi di Lantai 1

Apakah kamar mandi di Rumah Daniesta sudah ideal?
Alhamdulillah sudah menurut kami, karena sesuai dengan kebutuhan setiap anggota keluarga. Dulu siy waktu belom punya rumah, pengen kamar mandi begini begitu pake bath tub segala. Apalagi kalo abis jalan-jalan en nginep di hotel. Kamar mandinya itu lho bikin mupeng. heuheu... Tapi... dari hasil selalu mengamati kamar mandi dari hotel ke hotel itulah kami jadi paham kamar mandi yang dibutuhkan di Rumah Daniesta. Kamar mandi yang simpel dan mudah dibersihkan, meski kecil tapi terlihat lapang, serta punya sensasi rasa berbeda tidak sekedar seperti kamar mandi rumahan pada umumnya.

Sejak denah awal Rumah Daniesta dibuat, kamar mandilah yang paling pasti tata letak serta material didalamnya, wkwkwk... Demi membuat sensasi berbeda, kami menggunakan lantai kamar mandi dari batu alam, yakni batu koral. Mulanya, untuk lantai kamar mandi di bawah kami menggunakan batu koral warna pink dan putih. Namun, akhir tahun lalu, akibat karena salah membersihkan, lama kelamaan beberapa bagian lantai menjadi rusak. Lalu diganti dengan kombinasi batu koral dan keramik granite motif kayu. Sementara kamar mandi di lantai 2, Alhamdulillah masih awet dengan lantai batu koral.

Mengingat kamar mandi pada umumnya di rumah-rumah Indonesia, sebagian besar terletak di bagian belakang dengan suasana suram nan lembab. Nah, kami sangat menghindari hal sedemikian. Kamar mandi di lantai 1 dan 2 berada pada tata letak yang sama, demi menghindari jika ada rembesan air atau kebocoran tidak menggantu ruangan lainnya (yang kering). Kamar mandi lantai 1 bersebelahan dengan dapur. Pertimbangan kami, karena bukaan cahaya dan udara di dapur dan kamar mandi dapat menjadi lebih lebar. Sehingga kamar mandi tidak lembab. Sementara di lantai 2, kamar mandi bersebelahan dengan ruangan cuci dan jemur. Maka dari itu, meski kamar mandi di lantai 2 menggunakan toilet jongkok, tapi lebih cepat kering daripada kamar mandi dibawah. Karena bukaan udara dan cahaya di kamar mandi di lantai 2 lebih luas lagi.

Hambatan berbenah Kamar Mandi dan Toiletries
Sebenarnya tidak ada hambatan yang nyata dalam berbenah atau membersihkan kamar mandi dan toiletries di Rumah Daniesta. Namun, hambatan itu justru kadang datang dari hal ideal yang kami inginkan. Salah satunya, kamar mandi dengan lantai batu alam yang memang harus ekstra teratur serta teliti dalam membersihkan dan menjaga keindahannya. Jadi kekira ini hambatan dalam berbenah kamar mandi:
  • Membersihkan lantai batu alam dengan bahan yang ramah lingkungan.
  • Masih suka tidak konsisten/lalai dalam menjaga jadwal berbenah kamar mandi.
Sementara untuk toiletries tidak ada hambatan dalam berbenah dan peletakannya. Pasalnya, toiletries yang ada di kamar mandi memang hanya terdiri dari perlengkapan mandi, tanpa make up dan skin care. Toiletries tersebut hanya yang benar-benar digunakan secara keseharian. Sementara untuk stock cadangan toiletries kami sediakan lemari khusus terpisah yang terletak di luar kamar mandi.

RASA dalam Berbenah Kamar Mandi
  • Rapi dan Teratur. Dalam hal ini kamar mandi sudah berada pada tata letak dan fungsinya sesuai kebutuhan. Kami juga sudah memisahkan toiletries harian yang digunakan dengan stock cadangan yang disimpan.
  • Aman dan Nyaman. Mengingat ada anak-anak di rumah, kami mempunyai 2 rak toiletries. Rak tersebut memiliki ukuran dan isi yang sama, mulai dari sikat gigi hingga sabun. Namun, perbedaan rak terletak pada isi dan peletakannya. Rak yang digantung tinggi berisi toiletries untuk Ayah dan Ibu. Sementara rak yang digantung agak rendah berisi toiletries anak-anak.
  • Sehat dan Bersih. Meski kadang kami suka khilaf atau lalai karena lewat waktu dalam membersihkan kamar mandi. Tapi, kamar mandi di rumah selalu ditinggalkan dalam keadaan bersih dan toiletries selalu berada ditempatnya. Terkadanga kami juga tidak perlu menunggu beberapa hari baru mengganti keset kamar mandi. Jika keset baru ditaro pagi dan sorenya sudah terlalu basah, maka akan segera kami ganti yang baru.
  • Alami dan Berkelanjutan. Nah, untuk yang satu ini masih menjadi PR, mengingat akan bahan lantai kamar mandi yang kami gunakan. Lantai dengan batu alam cenderung memiliki perawatan yang ekstra. Oleh karena itu, enam tahun lalu kami sempat kesulitan menemukan bahan pembersih yang aman di tangan, aman di lantai dan juga lingkungan. Sehingga tidka jarang saat membersihkan harus hati-hati meski sudah menggunakan sarung tangan khusus. Selain itu, pernah juga karena salah membersihkan dengan cairan kimia, lantai kamar mandi menjadi rusak. Namun, seiring berlalunya waktu, semakin kesini semakin banyak cara alami dan mudah dalam membersihkan lantai kamar mandi yang terbuat dari batu alam.

Kebiasaan Menjaga Kerapian Kamar Mandi dan Toiletries
Harian
  • Meletakkan toiletries ke tempat semula sesudah digunakan.
  • Mengeringkan dudukan toilet dengan cara didirikan.
  • Menggantung handuk di jemuran sesudah digunakan.
Mingguan
  • Menyikat lantai kamar mandi.
  • Menyikat toilet.
  • Mengganti keset kamar mandi.
  • Membersihkan ember dan gayung.
Bulanan
  • Membersihkan rak toiletries.
  • Membersihkan dinding dan lantai kamar mandi.
  • Membersihkan keran dan shower.
  • Perawatan lantai batu alam.
  • Inventarisir stock toiletries.

Alhamdulillah, demikian sedikit cerita mengenai kamar mandi di Rumah Daniesta.
Semoga kami selalu konsisten dalam berbenah lagi dan lagi.
Aamiin Allahumma Aamiin.


#Task14GP 

#GP1
#gemaripratama 
#angkatan1 
#klaster2
#gemarikamarmandi
#menatadirimenatanegeri 
#gemariclass 
#metodegemarrapi 
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA

Minggu, 14 Juli 2019

Berbenah Ruangan di Rumah

Assalamu' alaikum

Alhamdulillah ketemu lagi disini, masih di gelombang yang sama soal berbenah yesss...
Minggu demi minggu proses berbenah semakin melambat, tapi tetap berjalan meski sikit demi sikit... Apalagi minggu ini terakhir anak-anak libur, dan Senin besok mereka udin masuk. Itu tandanya, harus siap-siap kembali berjibaku dengan rutinas sekolah wkwkwk.. 


Proses Berbenah
Materi berbenah dari Gemar Rapi kali ini adalah Berbenah Kama Tidur dan Ruangan Lainnya. Habis baca itu materi, langsung saja diri ini terhenyak, bingung mau mulai darimana dan bagaimana. Akhirnya back to basic dan bukan jurnal berbenah again. Alhamdulillah dapet hidayah, heuheu...


Oiya, sebelom ceritain proses berbenah yang seuprit ini, bolelaya dicekidot kekira apa aja ruangan yang ada di Rumah Daniesta, yaitu:
  • Ruang Dapur
  • Garasi
  • Taman dan Teras Lantai 1
  • Ruang Tamu
  • Ruang Keluarga Lantai 1
  • Kamar Mandi Lantai 1
  • Kamar Tidur Utama
  • Kamar Tidur Anak 1
  • Ruang Keluarga Lantai 2
  • Ruang Baca Lantai 2
  • Kamar Tidur Anak 2
  • Kamar Mandi Lantai 2
  • Teras Lantai 2
  • Ruang Cuci, Jemur & Setrika
  • Gudang (Perkakas & Produk Jualan)
Lalu, kekira ini dia hambatan dalam berbenah kamar tidur dan ruangan lainnya:

  • Masih belum selesainya berbenah beberapa barang sesuai kategori. Sehingga beberapa ruangan masih terlihat berantakan, karena beberapa barang2 hanya dideclutter dan belum sempat ditata dengan baik dan rapi.
  • Adanya keterbatasan waktu orangtua dalam berbenah.


Nah, kalo ruangan yang paling mudah dan yang paling sulit dibenahi adalah...
Ruangan yang paling mudah dibenahi, yaitu ruang tamu, kamar mandi lantai 1, dan kamar mandi lantai 2. Karena ruangan tersebut paling sedikit barangnya.

Ruangan yang paling sulit dibenahi, yaitu Kamar anak-anak, dan gudang karena diruang tersebut juga tersimpan barang-barang yang sudah disortir tapi belum ditata dengan baik. Sementara di kamar anak-anak tidak sepenuhnya bisa ditata dengan kemauan orangtua, hehehe... Meminta pendapat pada anak-anak sangat penting, tapi ini juga yang menjadi penghambat karena terkadang mereka lama memutuskan ingin begini begitu. Namun, dari semuanya karena keterbatasan waktu, mengingat masa libur sekolah yang panjang ini, maka semakin banyak waktu anak-anak dirumah. Semakin banyak pula aktivitas yang dilakukan anak-anak. Di sisi lain, selama liburan sekolah ini juga saya sangat memiliki keterbatasan waktu untuk berbenah di rumah.

Hal yang menjadi hambatan dalam berbenah kamar tidur dan ruangan lainnya, yaitu


  • Ingin berbenah begini begitu, tapi terlalu banyak masukan (pendapat) dari penghuni rumah lainnya, yaitu suami dan anak-anak. Sehingga tidak jarang harus berembug terlebih dahulu untuk memutuskan tiap hal, terutama ruangan yang dipakai bersama-sama.
  • Selain itu, seperti sudah dituliskan sebelumnya, berbenah saat liburan sekolah ini cenderung jadi lebih memiliki keterbatasan waktu, karena kecepatan berbenah berbanding terbalik dengan kecepatan aktivitas anak-anak selama liburan di rumah dengan berbagai macam aktivitasnya, hehehehe...

Perubahan yang dirasakan setelah merapikan kamar tidur dan ruangan lainnya... 
Meski lelah berbenah, dan prosesnya berjalan lambat saat berbenah, tapi... ada perasaan dan pemandangan yang gimana gitu... 
*pen isi dengan barang baru lagi? ya enggaklah *lalu disambit jurnal berbenah, wkwkwk...
Ada rasa lega melihat ruangan rapi jali bersih nan elok, serasa ngeliat padang rumput hijau berseri, hihi... Sekali lagi kembali merasakan hilangnya sembelit akibat selalu adanya ganjalan dalam clutter yang menghantui. Ga ada beban, rasanya hati ini ringan, wkwkwkw...

Alhamdulillah, semoga Allah SWT selalu memberikan hidayah dan keistiqomahan pada kita semua menjadi hambanya yang lebih baik lagi.
Aamiin Allahumma Aamiin.



#Task13GP 
#GP1
#gemaripratama 
#angkatan1 
#klaster2
#gemarikamar
#menatadirimenatanegeri 
#gemariclass 
#metodegemarrapi 
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA