Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2020

Tetap Sehat dan Cantik Selama Ramadhan Di Rumah Aja

Assalamu'alaikum,
MasyaAllah tak terasa Ramadhan sudah memasuki hari-hari terakhir 🥺
Semoga ibadahnya semakin semangat ya mantemans.

Untuk dapat beribadah dengan semangat, tentunya harus didukung dengan jiwa raga yang fit nan sehat selama Ramadhan. Nah, selama Ramadhan #dirumahaja kali ini, kami sekeluarga menerapkan beberapa hal untuk mendukung hal tersebut. Sebenarnya hal tersebut tidak hanya dilakukan saat Ramadhan saja, tetapi semenjak beberapa tahun terakhir.




Konsumsi Makanan Halal dan Thayyib



يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ


Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

(Q.S. Al Baqarah: 168)

Dalam ayat tersebut, Allah tidak hanya memerintahkan manusia tidak hanya untuk mengonsumsi yang halal, tapi juga thayyib (baik) bagi tubuh. Ayat ini sungguh meresap sekali di hati, mengingat di masa dahulu pernah "sembarang makan" meski berada di jalur halal. Betapa banyak makanan yang tidak thayyib yang masuk ke tubuh, mulai dari makanan yang banyak prosesnya, makanan berpengawet hingga makanan "0" manfaat (hanya mengenyangkan sesaat). Seperti mie instan, minuman bersoda, makanan kaleng dan lainnya. 


Dampaknya tubuh yang merasakan langsung, mulai dari sembelit, kulit kusam, cepat lelah dan lainnya. Namun, Alhamdulillah kami sekeluarga, saya khususnya langsung tersadar jika ada yang tidak beres dengan pola makan. Oleh karena itu, sedikit demi sedikit mulailah diperbaiki jenis makanan yang dikonsumsi dan juga mengatur pola makan.



Atur Pola Hidup dan Konsumsi

Jika pola hidup tidak sesuai kebutuhan, makan akan banyak dampak negatif yang dirasakan tubuh. Oleh karena itu, diusahakan selama beberapa hari dalam seminggu kami juga berjemur dan juga berolahraga ringan. Untuk anak-anak biasanya main sepeda sambil berjemur. Meski berpuasa, kami tetap melakukan olahraga ringan. Anak-anak tetap bersepeda sambil berjemur, meski sesudahnya mereka keringetan, kelelahan lalu ketiduran😂

Sementara saya dan suami juga berolahraga sambil berjibaku mengerjakan urusan domestik, terutama berbenah rumah. Tidak perlu olahraga berat yang membuat badan basah berkeringat hingga "gobyos". Tidak semua orang cocok dengan olahraga berat, karena bahkan beberapa dapat mengganggu kinerja jantung menjadi lebih berat. Oleh karenanya, kami lebih memilih olahraga ringan melalui aktivitas harian yang dilakukan secara rutin.

Pernah mengukur berapa langkah yang dibutuhkan ketika memasak di dapur selama 3 jam? Membersihkan jendela dan mencuci gorden? Saya pernah mengukurnya, selama berada di dapur sekitar 3-4 jam, mulai dari persiapan, memasak hingga merapikan kembali menghabiskan sekitar 6000 langkah atau berjalan sekitar 4 kilometer 🤩Sementara saat saya membersihkan jendela dan gorden 2 lantai dengan total 15 daun jendela menghabiskan sekitar 7000an langkah dengan 1800an kalori. Tidak berasa memang, hilir mudik kesana kemari, naik turun, tau-tau pegel, hehehe...


Salad Sayur dengan Salmon Panggang

Sementara untuk mengatur pola konsumsi baru kami jalani beberapa bulan terakhir ini dengan mengatur makan sayur dan buah sebelum makan besar. Menurut dr. Herlin Ramadhanti pada kelas dalam jaringan (daring) Mengenal Enzim dan Usus sebagai Salah Satu Otak Manusia saat Februari lalu, tubuh manusia mempunyai irama biologis atau irama sirkadian. Irama ini mempunyai siklus kerja yang tetap dan sistematis dalam kurun waktu 24 jam sehari. Sistem tersebut terbagi menjadi tiga fase, yaitu



  • Fase pencernaan jam 12.00 - 20.00. Dalam fase ini proses yang paling dominan terjadi adalah mengonsumsi makanan padat karena fungsi mencerna yang lebih aktif. Bukan berarti juga tidak terjadi proses pembuangan di fase ini. Diluar fase ini, sebaiknya tidak makan berat, seperti nasi.
  • Fase penyerapan jam 20.00 - 04.00. Saat fase ini, tubuh mengalami istirahat total (tidur) karena tubuh mulai menyerap, mengedarkan zat makanan dan detoksifikasi. Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk tidur setelah isya. Dianjurkan konsumsi makanan yang mudah cerna, seperti buah.
  • Fase pembuangan jam 04.00 - 12.00. Pada fase ini, tubuh membuang sisa makanan dan sisa metabolisme. Dalam fase ini dibutuhkan banyak energi, maka sebaiknya tidak mengonsumsi makanan berat karena bisa menurunkan intensitas proses pembuangan, memperlambat proses pencernaan dan boros energi. 

Jika pola konsumsi (makan) tidak sesuai waktunya, misalnya sarapan langsung dengan nasi, tidak dengan buah, maka hal tersebut dapat membuat fermentasi berlebihan. Bahkan, fermentasi sudah terjadi sejak di Usus Halus. Hal inilah yang menyebabkan perut kembung, perut perih, sendawa terus menerus.


Selain itu, Menurut dr. Zaidul Akbar dalam Jurus Sehat Rasulullah, makanlah buah dan sayur sebelum makan besar. Pasalnya, gula buah yang ada pada buah-buahan cepat terserap. Hal tersebut menyebabkan pencernaan lebih siap mencerna makanan. Jadi, makanlah buah sebelum makan yang lain. Lalu 15 menit kemudian konsumsi makanan berat. Adapun jus dapat dicerna selama 15-20 menit, sementara buah segar dicerna selama 30-40 menit.


Dalam keseharian, sebelum mengonsumsi makanan berat, biasanya kami mengonsumsi sayur atau buah terlebih dahulu. Saat sebelum sarapan, sebelum makan siang, dan saat di sore hari atau malam hari jika masih dirasa lapar. Namun, selama Ramadhan, sayur dan buah dikonsumi sebelum menyantap makanan sahur dan saat berbuka puasa. Biasanya saya dan suami hanya makan sayur, buah atau lauk saja saat sahur. Sementara anak-anak minum jus buah lalu dilanjut dengan makanan berat. Selain itu juga perbanyak minum air putih, mengonsumsi madu dan habbatussauda untuk menjaga stamina. Alhamdulillah usai sahur dan selama berpuasa seharian tidak ada rasa begah, badan pegal, nyeri atau hal negatif lainnya yang dirasakan.


Saat adzan maghrib berkumandang, kami berbuka puasa dengan terlebih dahulu mengonsumsi air putih dan kurma atau buah lainnya. Lalu setelah itu sholat maghrib, baru dilanjut dengan makanan berat. Untuk anak-anak masih selalu mengonsumsi nasi putih, tapi saya dan suami mengganti nasi putih dengan jenis karbohidrat lain, seperti nasi merah, kentang, singkong, jagung dan lainnya. Anak-anak memang masih berproses, jadi sedikit demi sedikit "hijrahnya" 😆Alhamdulillah dengan pola makan tersebut kami juga tidak merasakan begah atau perut kembung. Sehingga tidak perlu waswas atau khawatir selalu merasa begah, sendawa dan buang angin saat melaksanakan sholat taraweh dan witir 😆 Perut kenyang, pikiran senang, ibadah tenang ❤️



Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah Setiap Hari

Sayur dan buah-buahan memberikan manfaat yang baik bagi tubuh karena mengandung vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan setiap harinya. Diantaranya vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, seng, kalium, fosfor, dan asam folat. Selain bermanfaat bagi tubuh, hal ini juga dapat menangkal datangnya berbagai macam penyakit. 



Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organization dalam artikel Kenapa Kita Harus Makan Sayur dan Buah Setiap Hari? menyarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari. WHO telah mengumpulkan banyak bukti yang menemukan bahwa makan sayur dan buah minimal 400 gram per hari (1 porsi = 80 gram) diperlukan untuk:
  • Memenuhi kebutuhan nutrisi
  • Menurunkan risiko penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus tipe 2, obesitas, dan beberapa jenis kanker
Oleh karena itu, di rumah biasanya selalu tersedia macam sayur dan buah. Untuk sayur biasanya dikonsumsi saat di jam makan. Sementara untuk buah, selain dikonsumsi saat jam makan, juga dijadikan cemilan, terutama untuk anak-anak. Kadang disantap langsung atau diolah terlebih dahulu, seperti jus, smoothies, pudding, dan lainnya. Memang perlu kreatif dan usaha keras serta tekun untuk mengajarkan makan sayur dan buah dengan baik pada anak-anak 😂 Terutama saat Ramadhan, dimana waktu konsumsi makanan/minuman dibatasi. Oleh karena itu, biasanya usai makan berat, jika anak-anak masih merasa lapar, saya menghidangkan buah-buahan sebagai cemilan mereka.

Konsumsi Probiotik dan Prebiotik

Infused Water Kurma, Jahe dan Kayu Manis
Selain itu, kami juga mengonsumsi probiotik dan prebiotik untuk menjaga stamina dalam keseharian. Saat Ramadhan, kami mengonsumsinya baik saat sahur dan juga saat berbuka. Tidak perlu banyak sekaligus saat mengonsumsi, tapi sedikit demi sedikit dan sering.

Namun, apa itu Probiotik?
Menurut dr. Zaidul Akbar dalam Jurus Sehat Rasulullah, probiotik merupakan organisme mikro yang hidup aktif di dalam makanan dan memberikan kebaikan untuk kesehatan usus dan kolon. Probiotik dapat bertahan di area asam pada organ lambung sehingga dapat bertahan hidup di dalam ususu dan kolon.

Probiotik menurut Food and Agriculture Organization, yaitu mikroorganisme hidup yang apabila dikonsumsi dalam jumlah memadai dapat memberikan manfaat bagi kesehatan inangnya (baik hewan maupun manusia). Secara garis besar, ada dua jenis:

1. Golongan Lactobacillus, sp
2. Golongan Bifidobacterium, sp

Dalam makanan sehari-hari, probiotik dapat ditemukan dalam makanan/minuman yang telah melalui proses fermentasi. Contoh: tempe, asinan sayur dan buah, acar, kimchi (salad Korea), tauco, sirup probiotik, infused water, dan lainnya.


Manfaat Probiotik

1. Menekan populasi perkembangan bakteri jahat.
2. Membantu proses metabolisme.
3. Menguatkan daya tahan tubuh.
4. Menurunkan aktivitas enzim beracun di kolon.
5. Mengurangi resiko kanker.
6. Menurunkan lipid darah.
7. Menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang selama ini menjaga daya tahan tubuh dari serangan berbagai macam penyakit.

Ramadhan kali ini, saya mencoba membuat sirup probiotik yang terdiri dari madu (raw), jahe dan lemon. Proses pembuatannya sekitar 7 hari karena ini dibutuhkan untuk menumbuhkan bakteri baik yang dibutuhkan tubuh. Setelah 7 hari, sirup disimpan di chiller kulkas untuk menghentikan proses fermentasi. Sirup ini tidak ada kadaluarsanya, selama penyimpanannya di kulkas ya. Namun, sirup ini tidak akan bertahan lama kalau penghuni rumah pada doyan dan ketagihan 😂


Untuk mengonsumsi sirup ini dapat diminum langsung 1-2 sendok makan perhari. Rasanya sangat spesial, seperti meminum manisan. Pasalnya tergantung lebih dominan bahan mana yang banyak digunakan, lemon atau jahe. Selain itu, sirup juga dapat ditambahkan dengan air hangat seperti minum teh atau wedang. Baiknya air hangat ya bukan air panas mendidih karena nanti bakteri baiknya malah mati 😂 Bisa juga ditambahkan madu lagi kalau mau lebih manis. Berikut resepnya ya.....

Sirup Probiotik


Bahan:

350 ml Madu (raw)
2 Lemon
4 Ruas jahe gajah

Alat:

Toples Kaca
Sendok Kayu/Keramik (Non Logam)

Cara Membuat:

1. Cuci bersih toples, keringkan lalu sterilisasi.
2. Cuci bersih lemon.
3. Cuci bersih jahe (bisa dikupas kulitnya).
4. Iris tipis lemon dan jahe.
5. Masukkan irisan lemon sampai memenuhi dasar toples.
6. Masukkan irisan jahe, taruh diatas irisan lemon.
7. Lakukan berulang kali dan berselang-seling hingga habis.
8. Tuang madu secara perlahan dalam toples hingga merendam lemon dan jahe.
9. Tutup rapat toples.
10. Simpan di suhu ruang selama tujuh hari.
11. Aduk sekali sehari dengan sendok kayu/keramik (non logam).
12. Pada hari ketujuh, sirup probiotik sudah siap dikonsumsi.

Lalu, Apa itu Prebiotik?
Prebiotik merupakan makanan bagi probiotik. Dengan mengonsumsi prebiotik maka sangat bermanfaat bagi kesehatan karena akan merangsang tumbuhnya bakteri baik. Sementara pertumbuhan bakteri jahat seperti Escherichiacoli dan Clostridium akan terhambat. Prebiotik juga dapat ditemukan dalam makanan keseharian kita, mulai dari buah, sayur hingga rempah-rempah.

Kurangi/Hindari Konsumsi Makanan dan Minuman Berikut Ini
Allah Subhanallahu Wata'ala menciptakan makanan yang baik untuk dikonsumsi manusia. Namun, manusialah yang membuatnya jadi kurang atau bahkan tidak layak dikonsumsi bagi tubuh. Pasalnya makanan/minuman tersebut sudah mengalami beberapa kali proses sehingga menghilangkan kandungan vitamin dan mineral didalamnya. Bahkan makanan/minuman tersebut ada yang mengalami proses rekayasa genetika seperti berbuah sebelum waktunya. Tentunya jika mengomsumsi yang demikian secara terus menerus akan berdampak negatif bagi tubuh. Oleh karena itu, kami sekeluarga berusaha mengurangi dan menghindari beberapa makanan berikut:
1. Tepung terigu (gluten)
2. Gula (yang diputihkan)
3. Minyak sawit.
4. Susu sapi kemasan.

Sebagai pegganti terigu, kami memakai tepung singkong, tepung jagung (pati jagung), tepung ganyong, tepung sagu dan banyak tepung lainnya. Sudah sekitar lima tahunan terakhir, jika saya mengonsumsi makanan yang mengandung terigu (gluten), maka akan membuat perut begah dan sembelit. Demikian juga suami dan anak-anak ketika mengonsumsi terigu dalam roti, mie dan lainnya. Sungguh sangat tidak enak rasanya. 🥺

Saat Ramadhan seperti ini rasanya ingin sekali menyantap semua makanan 😂 Salah satu yang diinginkan, terutama oleh anak-anak tentu saja Mie Ayam. Namun, mengingat masih mewabahnya Covid-19, alih-alih membelinya, saya bertekad membuatnya sendiri, termasuk mie-nya. Repot memang, tapi insyaAllah akan lebih aman untuk tubuh.

Sementara untuk gula, dirumah sudah membiasakan mengonsumsi madu baik itu diminum langsung, dicampur ke makanan dan minuman. Terkadang juga kami menggunakan gula aren saat membuat minuman, tapi sangat jarang sekali. Selain itu, proses pengolahan makanan dirumah pun lebih banyak direbus/kukus dan juga dipanggang. Jika pingin sekali makanan yang kriuk, terutama anak-anak, maka biasanya saya menggorengnya dengan minyak kelapa atau dipanggang dengan oven.

Namun, ada satu lagi yang masih proses dikurangi, yaitu susu sapi. Agak sulit, terutama untuk anak-anak. Namun, kami tetap berusaha menggantinya sedikit demi sedikit dengan susu kedelai dan susu almond. Ada perbedaan cukup besar yang dirasakan ketika mengomsumsi susu sapi kemasan dengan susu kacang. Ada rasa begah ketika mengonsumsi susu sapi kemasan. Itu sangat tidak nyaman.

Sehat Bonus Cantik
Tidak ada ritual khusus yang dilakukan untuk mempercantik tubuh, terutama saat Ramadhan. InsyaAllah dengan menjaga kesehatan jiwa dan raga dengan mengonsumsi yang halal dan thayyib, maka kecantikan akan mengikuti. Alhamdulillah hal ini saya rasakan dengan tidak adanya lagi masalah kulit dan lainnya.

Biasanya memang minimal sebulan atau dua bulan sekali kami ke salon. Saya dan anak-anak bermanja-manja mendapatkan perawatan di salon muslimah, mulai dari creambath sampai massage. Jika tidak sempat keluar, biasanya kami memanggil terapis langganan ke rumah. Sementara suami juga memotong rambut dan refleksi sebulan sekali.

Namun, mengingat masih mewabahnya Covid-19, tentu semua jadi berbeda. Alih-alih menyetop perawatan tersebut, saya berinisiatif memindahkannya ke rumah. Sebelum wabah ini pun sudah sering menyetok bahan-bahan untuk perawatan tubuh. Akan tetapi, sejak wabah, semakin banyak yang disediakan dirumah, mulai dari krim untuk rambut hingga garam relaksasi (garam spa).

Untuk perawatan wajah juga tidak ada perlakukan khusus yang saya lakukan. Hanya menggunakan kosmetik berlabel halal pada umumnya. Tidak juga menerapkan beberapa tahap dalam perawatan wajah, karena tidak ada waktu. Keburu digelendotin anak-anak 🤣

Semoga yang saya tulis ini membawa manfaat bagi yang membacanya ya 🥰


Sabtu, 18 April 2020

Pentingnya Memilih Material Alat Masak

Assalamu'alaikum
Alhamdulillah bisa ngetik lagi :)

Kali ini pengen ngebahas soal bahan (material) peralatan memasak buibu di rumah.
Pengen cerita dikit dulu...

Waktu masih kecil, di rumah suka liatin ibu masak di dapur (bantuinnya aja kadang-kadang, hehe), ibu memakai wajan anti lengket gitu. Takjub liatnya, menumis, menggoreng dan lainnya ga lengket. Mudah dibersihkan dan mudah perawatannya. Bertahun-tahun memperhatikan, ternyata bahan tersebut mudah tergores dan bahkan mengelupas. Tapi, masih tetap dipakai untuk memasak. Mantemans pasti tau ya jenis material tersebut, yaitu Teflon. 

Nama latin bahan anti lengket ini yaitu polytetrafluoroethylene (PTFE) yang dibuat oleh Roy J. Plunkett pada tahun 1938. Senyawa buatan ini digunakan sebagai pelapis wajan, supaya  tidak lengket saat menggoreng. 

Namun, ternyata setelah dewasa dan sejak menikah, mata langsung terbelalak. Ada yang kurang baik atau bahkan salah dalam memilih peralatan memasak dengan material teflon. Apakah peralatan memasak tersebut sudah thayyib bagi tubuh ini. Pasalnya, bukan hanya teknik memasak yang menentukan sehatnya suatu hidangan, tapi juga material peralatan memasak yang digunakan.

Akhirnya, setelah mengetahui hal tersebut, sedikit demi sedikit dan perlahan tapi pasti, mulai memberi tahu ibu tentang material alat masak yang baik, aman dan sehat bagi tubuh. Termasuk di rumah sendiri juga mulai menggunakan peralatan memasak dengan material yang aman.

Mungkin ada yang bertanya-tanya atau bahkan berpikir ribet, repot banget sampe mikir kesitu. Tapi, menurut saya ini penting, terutama untuk kesehatan diri dan keluarga.


Mengapa harus memperhatikan material peralatan memasak?
Menurut dr. Herlin Ramadhanti dalam kelas daring "Yuk Mengganti ke yang Lebih Thayyib" pada Rabu (18/3), jika menggunakan material peralatan memasak yang tidak baik maka bisa menimbulkan berbagai macam penyakit serius. Beberapa diantaranya, yaitu:

  1. Keterlambatan perkembangan anak. Menurut studi UCLA yang dipimpin oleh Chunyuan Fei, paparan prenatal terhadap material teflon, yaitu perfluorooctanoate (PFOA) dan perfluorooctanesufonate (PFOS)-keterlambatan perkembangan janin. Dapat terjadi juga saat masa MPASI.
  2. Kadar kolesterol tinggi. Sebuah penelitian terhadap 12.000 anak yang tinggal di Ohio dan Virginia Barat diuji kadar PFOA dan PFOS dalam darah (dua bahan kimia yang biasa ditemukan dalam peralatan masak anti lengket). Para peneliti mengamati bahwa anak-anak dengan kadar tertinggi kedua bahan kimia beracum inimjuga lebih cenderung memiliki kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) yang tinggi.
  3. Neurotoksisitas. Banyak jurnal dan penelitian yang menyebutkan alat masak aluminium berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer. Alat masak ini termasuk aluminium cookware including nonstick anodized aluminium, ceramic nonstick aluminium dan aluminium foil.
  4. Masalah tiroid, peradangan hati dan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terkait dengan PFOS dan PFOA pada teflon.
  5. Alergi dna gejala seperti flu. Menurut Olga Naidenko, seorang ilmuwan senios di EWC, panci anti lengket dapat menghasilkan asap beracun yang dapat membuat alergi dan gejala mirip flu bagi penggunanya.
  6. Kanker. Studi pada hewan laboratorium telah menemukan paparan PFOA meningkatkan risikotumor hati tertentu, testis, kelenjar susu (payudara), dan pankreas pada hewan ini.


Selain itu, dr. Herlin juga menyebutkan beberapa material peralatan masak yang aman digunakan, yaitu yang terbuat dari:
1. Besi (cast iron) yang dipakai sejak zaman dahulu dan tahan panas.
2. Stainless Steel dengan karakteristiknya yang anti karat dengan beberapa grade. 
3. Kaca, misalnya yang dipakai untuk loyang.
4. Tembaga, tapi harus dijaga lapisannya dengan baik.
5. Claypot (tanah liat murni).

Alhamdulillah, jika dilihat dari rekomendasi jenis material tersebut, buibu tidak harus menggunakan peralatan yang mahal ya...
Nah, untuk detail mengenai masing-masing material peralatan masak tersebut, akan dibahas ditulisan lain ya. Sekalian mereview beberapa peralatan masak yang dipakai di rumah InsyaAllah.

Sampai jumpa lagi mantemans.
Tetap sehat dan semangat menjalani Ramadhan.



Minggu, 01 Maret 2020

4 Rekomendasi Madu Pilihan Keluarga

Assalamu'alaikum mantemans...

Alhamdulillah bisa menulis kembali, kali ini pengen bahas tentang madu. Cairan berwarna keemasan ini sudah hampir 100% menjadi pengganti gula di rumah. Alhamdulillah anak-anak pun sudah mulai terbiasa mengonsumsinya.


Jadi teringat dahulu, madu yang ditahu hanya madu dari produksi negeri sendiri, seperti madu Bima, madu Sumbawa, madu Badui, dll. Orangtua yang mengenalkan jenis-jenis madu tersebut pada saya dan adik-adik. Biasanya orangtua kami membawa madu ketika dinas luar atau pemberian dari teman/kerabat.


Namun, saya sendiri kurang menyukainya saat itu karena rasanya yang sangat manis dan menyengat. Bahkan, saat masih sekolah, pernah menuding madu sebagai salah satu penyebab kumatnya maagh. Alhamdulillah, sekarang sudah taubat, tidak pernah menyalahkan makanan lagi, hehe...


Manfaat Madu



Lalu semenjak berkeluarga selalu berusaha ingin memberikan yang terbaik, salah satunya dalam asupan gizi. Jadilah akhirnya cari tahu dan baca berbagai macam referensi soal makanan sehat untuk keluarga.  Salah satunya adalah dengan asupan madu dalam keseharian yang banyak sekali manfaatnya.

Keistimewaan madu sudah dijelaskan Allah Subhanallahu Wa Ta'ala dalam firmannya yang berbunyi,


وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia", (Q.S. An Nahl: 68)




ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ



Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (Q.S. An Nahl: 69).

Dalam ayat ini terkandung betapa besar tanda kekuasaan Allah ta’ala, ilmu, hikmat dan rahmat-Nya. Allah Subhanallahu Wa Ta'ala telah mengajarkan seekor lebah untuk membuat madu. Lalu dimanfaatkan oleh manusia yang di dalamnya terdapat obat segala penyakit. Rasanya pun ama lezat dengan berbagai macam warna keemasannya.


Rasulullah juga pernah memerintahkan orang yang sakit perut untuk mengonsumsi madu, seperti dalam riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini,
أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ. فَقَالَ: اِسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّانِيَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَة فَقَالَ: اسْقِهِ عَسَلاً. ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ: فَعَلْتُ. فَقَالَ: صَدَقَ اللهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيْكَ، اسْقِهِ عَسْلاً. فَسَقَاهُ فَبَرَأَ
“Ada seseorang menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya (dalam riwayat lainnya: sakit diare).’
Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’
Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya,
Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’
Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga,
Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’
Nabi bersabda: ‘Allah Maha Benar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’
Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.”
(H.R. Bukhari Muslim)

Oleh karena itu, jika madu dikonsumsi dengan dosis yang tepat, maka madu dapat bermanfaat sebagai
  1. Madu dapat dimanfaat sebagai pengganti gula sehingga dapat membantu mencegah diabetes.
  2. Nutrisi yang terkandung dalam madu dapat membuat metabolisme dan stamina tubuh meningkat.
  3. Madu juga dapat mendetoks bakteri tidak baik yang membuat tubuh mudah terserang penyakit sehingga meningkatkan imunitas tubuh.
  4. Kandungan antioksidan dalam madu dapat membantu mencegah kanker serta menyehatkan jantung.
  5. Menurunkan kolesterol dan berat badan.
  6. Melembabkan kulit.
  7. Mengatasi bibir yang pecah-pecah.
  8. dan segudang manfaat lainnya.
(Sumber: disarikan dari Liputan6.com

Madu Alshifa Kemasan 1 kg. Madu Alshifa dikemas dengan toples kaca.


Namun, dalam artikel Madu (1): Manfaat Madu di Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa ada kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang tidak bisa mengonsumsi madu, yaitu 
  1. Bayi di bawah usia satu tahun sebaiknya tidak diberi madu karena kemungkinan dapat mengalami botulisme(keracunan yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum). Keracunan makanan jenis ini bisa mematikan, bagaimanapun, tampaknya hal tersebut hanya mempengaruhi bayi di bawah usia satu tahun.
  2. Jika anda memiliki alergi terhadap tanaman tertentu, maka anda harus memastikan bahwa madu yang anda konsumsi tidak diproduksi dari tanaman itu.
  3. Orang-orang yang alergi terhadap sengatan lebah harus berhati-hati saat menggunakan produk terkait lebah lainnya seperti propolis atau royal jelly.
Lalu jadi teringat kembali tahun lalu ketika pertama kali nyobain Royal Jelly untuk pertama kalinya. Setelah ditenggak, langsung saya muntah karena ada rasa mual yang tak dapat dibendung. Entah mengapa sebabnya saat itu, mungkin karena kondisi badan juga sedang tidak fit.

Madu Favorit
Akhirnya sampai saat ini saya belum mengonsumsi lagi royal jelly, dan hanya mengonsumsi madu. Untuk rasa madu, warna dan tingkat kekentalannya pun beraneka macam. Nah, ada beberapa rekomendasi madu yang bisa dikonsumsi saya dan keluarga di rumah. Yuk cekidot.

  1. Madu Alshifa Natural Honey yang berasal dari Arab Saudi. Madu jenis Natural Honey ini jadi paling favorit karena rasa manisnya yang pas, tidak "giung" dimulut. Madu ini tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari 250 gram hingga 1 kg. Biasanya dirumah selalu stok yang ukuran 1 kg yang dibeli melalui marketplace seperti Tokopedia atau Shopee. Sudah beberapa tahun ini belanja online madu lebih murah daripada beli di toko langsung. Tentunya pastikan toko onlinenya terpercaya ya demi menjaga keaslian madu. Harga madu 1 kg berkisar antara Rp 145.000 - 200.000 di pasar online.
  2. Madu Multiflora JSR yang juga dibeli secara online di toko dr. Zaidul Akbar. Madu ini dikemas dalam botol plastik seberat 760 gram dengan harga sebesar Rp 130.000. Jika sedang kehabisan madu Alshifa, kami di rumah mengonsumsi madu multiflora ini. Rasanya lebih manis dari madu Alshifa, tapi tetap tidak "giung" dan anak-anak menyukainya. Warnanya sedikit lebih gelap dan lebih encer dari madu Alshifa.
  3. Madu Gold JSR yang juga masih dari toko yang sama dengan madu multiflora. Namun, dengan kemasan yang sama dengan madu multiflora harganya lebih tinggi sedikit. Satu botol kemasan 760 gram Madu Gold ini dibandrol dengan harga Rp 200.000. Warna madu gold hampir mirip dengan multiflora, tapi rasanya lebih manis.
  4. Madu Gold JSR. Sumber: JSR Store
    Madu Multiflora JSR. Sumber: JSR Store
  5. Madu Uray merupakan madu hutan dari Indonesia. Yeaaay... Biasanya konsumsi ini kalau ketiga jenis madu tadi lagi kosong dimana-mana. Madu uray menjadi favorit terakhir karena ini rasanya paling manis diantara ketiga madu sebelumnya. Teksturnya pun lebih light dengan warna yang lebih terang dibanding madu lainnya. Kemasan madu uray juga bervariasi, mulai dari kemasan mini sekali minum hingga kemasan 875 gr dengan harga mulai dari Rp 10.000 - 135.000. 
    Madu Uray Kemasan 330 ml
    dengan harga sekitar Rp 70.000-85.000





Demikian beberapa rekomendasi madu yang dapat dikonsumsi untuk keluarga di rumah. Untuk selera dan rasa kembali pada individu masing-masing ya... Namun, pastikan madu yang dikonsumsi terjamin keaslian dan kandungannya.
Jika manteman ada referensi lain madu, boleh silahkan diinfokan ya :)

Rabu, 19 Februari 2020

Mengenal Enzim dan Usus sebagai Salah Satu Otak Manusia

Rabu, 19 Februari 2020


Mengenal Enzim dan Usus sebagai Salah Satu Otak Manusia

dr. Herlin Ramadhanti

Tubuh manusia terdiri dari + 60 triliun sel. Bila tubuh sehat, sel-sel ini juga sehat dan giat. Tiap sel menyuplai enzim dan gizi, mengeluarkan zat sisa dan menghasilkan energi. Jadi, supaya selnya sehat, nutrisi dan enzim harus sampe tingkat sel, zat buangan dan karbondioksida (salah satu pengacau metabolisme dan membuat kondisi asam pada tubuh) harus dibuang dengan benar dan peredaran cairan (darah dan kelenjar getah bening) harus mengalir dengan lancar.



Enzim dihasilkan oleh dua hal: sel dan mikrobiota usus. Setiap sel itu menyuplai enzim dan juga gizi.

Enzim adalah biomolekul berupa protein yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia organik,
Jenisnya > 5000 enzim yang dibutuhkan manusia karena 1 jenis enzim hanya bisa melakukan 1 fungsi.

Pembentukan enzim
Ribuan enzim tadi tidak dibentuk sendiri-sendiri, tapi dibentuk dulu enzim prototipe (enzim awal) lalu diubah menjadi enzim spesifik dan difungsikan sesuai kebutuhan.

Cara pembuatan enzim:

  1. Pembentukan enzim oleh dan di dalam sel.
  2. Pembentukan enzim oleh bakteri di tubuh (mikrobiota usus).


Berdasarkan dua cara pembentukan enzim tersebut, maka:

  1. Mengonsumsi bahan pembuat enzim (makanan yang kaya enzim).
  2. Memperbanyak pembentukan enzim oleh bakteri asli di dalam tubuh (memperbaiki lingkungan usus). Lingkungan usus yang baik akan membuat mikrobiota usus bekerja secara optimal. Biasanya hal ini ditandai dengan "raut usus" (fili) yang baik dan usus yang lentur. Sehingga nutrisi dapat dihantarkan secara maksimal.

Hubungan Antara Gen-Enzim-Mikroorganisme Usus
Enterobakteria (bakteri dalam usus) yang tinggal dalam usus berhubungan langsung dengan materi (bahan makanan) di usus dan mengeluarkan enzim untuk pencernaan. Maka akan ada pertukaran informasi antara bakteri dan sel-sel somatik terkait dengan proses pencernaan, penyerapan dan juga seluruh sistem yang berkaitan dengan sistem pencernaan.


Mengapa Lambung dalam Kondisi Asam?
Kondisi tersebut dibutuhkan untuk mengubah enzim (pepsin) untuk mencerna protein. Untuk menghadirkan pepsin, makan dibutuhkan asam lambung.

Usus Halus ada 3, yaitu:
  1. duodenum (usus 12 jari): kondisi usus harus alkali (basa) dari Pankreas menghasilkan salah satu enzim pencernaan. 
  2. jejunum
  3. ilium.
Peran Gen (Data Kehidupan): untuk menyampaikan informasi pada organ tubuh. 

Bakteri enterik (bakteri di dalam usus) dan sel-sel somatik (sel-sel tubuh) membuat enzim dengan cara:
  1. Memancarkan informasi kepada satu sama lain.
  2. Memutuskan cara mengeluarkan enzim yang paling sesuai dengan kebutuhan.
  3. Mengirim informasi tersebut ke gen sel masing-masing.

Syarat mutlak agar komunikasi berlangsung lancar adalah aliran air didalam tubuh yang mengangkut informasi tadi harus baik. Aliran air (Media) ini adalah:
  1. Aliran darah (dipompa/diatur oleh jantung).
  2. Aliran getah bening (diatur oleh gerak regang dan kerut otot).
  3. Aliran pencernaan.
  4. Aliran urine (aliran untuk membuang hal yang tidak dibutuhkan tubuh). Asupannya sekitar 1,5-2 liter (non busui), atau 3-4 liter (busui).
  5. Aliran udara (pernafasan yang baik diperlukan untuk mendapatkan udara yang baik).
Oleh karena itu, pola hidup sehat tidak hanya didukung oleh makanan, tapi juga didukung oleh kualitas air dan udara yang baik. 

Kondisi Haus yang merupakan respon sinyal darurat karena kurangnya kadar air dalam tubuh. Sesungguhnya, minum saat haus itu salah karena itu sudah sinyal darurat karena jika berkurang saja kadar air dalam tubuh, sudah begitu banyak sistem dalam tubuh yang di-push. Saat dehidrasi, maka kadar insulin akan naik dalam tubuh. Maka dari itu, minumlah saat kondisi belum haus. 

Olahraga yang berlebihan bagi tubuh (memaksa tubuh) dapat menguras enzim. Akhrinya hal ini dapat berdampak pada sistem metabolisme. 


Tiga Hal yang harus diperhatikan saat memilih pola hidup dan makanan yang dikonsumsi:
  • Apakah itu bermanfaat untuk menyuplai enzim? (berkaitan dengan keberadaan dan kemanfaatan enzim).
  • Apakah itu menolong kinerja enzim? (berkaitan dengan pengaktifan enzim)
  • Apakah itu menguras enzim? (mencegah kekurangan enzim).

Pola Hidup Sehat
  • Menu makanan yang baik.
  • Air yang baik.
  • Pembuangan yang teratur.
  • Pernafasan yang baik.
  • Olahraga secukupnya.
  • Istirahat dan tidur yang cukup.
  • Bahagia (No Stress).

Proses Pencernaan Makanan
Di dalam usus tidak terdapat gigi untuk menghancurkan/menghaluskan makanan. Oleh karena itu, menurut penelitian dianjurkan untuk mengunyah makanan sebanyak 30-35 kali. 
Rasulullah pun mencontohkan untuk mengunyah sebanyak 33 kali.

Makanan yang digerus di usus akan masuk ke lambung yang didalamnya terdapat asam lambung. Fungsi asam lambung, yaitu
  • Mengubah pepsinogen menjadi pepsin (enzim untuk mencerna protein).
  • Mematikan bakteri yang dibawa makanan dari mulut.
Lalu makanan yang sudah menjadi bubur tadi akan dibawa ke Usus Halus dengan gerakan peristaltik. 
Penyerapan makanan sebagian besar terjadi di usus halus. Sementara usus besar untuk pembuangan zat sisa. Makanan yang terserap tadi akan dibawa ke Hati, lalu akan dilakukan proses detoksifikasi terhadap zat-zat makanan yang kurang baik (toksin) terhadap tubuh. Lalu hasilnya akan diedarkan melalui pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Sedangkan sisa makanan akan masuk ke Colon (usus besar) dan mengalami pembusukan (fermentasi) oleh bakteri yang ada di usus tersebut.

Jika pola konsumsi (makan) tidak sesuai waktunya, misalnya sarapan langsung dengan nasi, tidak dengan buah, maka hal tersebut dapat membuat fermentasi berlebihan. Bahkan, fermentasi sudah terjadi sejak di Usus Halus. Hal inilah yang menyebabkan perut kembung, perut perih, sendawa terus menerus.
Oleh karena itu, terapi untuk penyakit maagh tidak hanya berfokus pada pelapisan lambung, tapi dicari akar permasalahannya, mulai dari pola makan dan pola hidup.

Jumlah bakteri baik di dalam usus dipengaruhi oleh keseimbangan flora usus. Jika terjadi gangguan dalam keseimbangan tersebut, maka jumlah bakteri akan berkurang. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh pola makan yang salah atau penggunaan dari obat-obatan (antibiotik yang tidak seharusnya). Antibiotik termasuk obat keras, tidak dijual bebas.


Siklus Sistem Pencernaan
Tubuh manusia mempunyai irama biologis atau irama sirkadian. Irama ini mempunyai siklus kerja yang tetap dan sistematis dalam kurun waktu 24 jam sehari. Sistem tersebut terbagi menjadi tiga fase, yaitu
  • Fase pencernaan jam 12.00 - 20.00. Dalam fase ini proses yang paling dominan terjadi adalah mengonsumsi makanan padat karena fungsi mencerna yang lebih aktif. Bukan berarti juga tidak terjadi proses pembuangan di fase ini. Diluar fase ini, sebaiknya tidak makan berat, seperti nasi.
  • Fase penyerapan jam 20.00 - 04.00. Saat fase ini, tubuh mengalami istirahat total (tidur) karena tubuh mulai menyerap, mengedarkan zat makanan dan detoksifikasi. Mengomsumsi makanan tengah malam atau kurang tidur akan menghambat fase penyerapan ini karena energi akan terbagi-bagi. Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk tidur setelah isya. Dianjurkan konsumsi makanan yang mudah cerna, seperti buah.
  • Fase pembuangan jam 04.00 - 12.00. Pada fase ini, tubuh membuang sisa makanan dan sisa metabolisme. Dalam fase ini dibutuhkan banyak energi, maka sebaiknya tidak mengonsumsi makanan berat karena bisa menurunkan intensitas proses pembuangan, memperlambat proses pencernaan dan boros energi. Proses cerna nasi sekitar 4 jam, ayam/ikan sekitar 4-5 jam, sementara daging sapi 5-6 jam. Dianjurkan pada fase ini sebaiknya konsumsi sayur, buah atau smoothies. Meski tidak mengenyangkan, tapi untuk membantu proses pembuangan.