Jumat, 22 November 2019

HSI - S4 - Mengenal Agama Islam (Halaqah 3) - Yang Membedakan Diantara Para Nabi

Jum’at, 22 November 2019
Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)
Silsilah 4
Mengenal Agama Islam (Halaqah 3)




Yang Membedakan diantara Para Nabi.

Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.



Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Agama Islam adalah tentang “Apa Yang Membedakan Diantara Para Nabi ‘Alayhimussalām?”.
Para Nabi beragama Islam, menyerahkan dirinya hanya kepada Allah.
Yang membedakan antara agama Islam yang dibawa seorang Nabi dengan agama Islam yang dibawa Nabi yang lain adalah tentang:

  1. Tata cara beribadah
  2. Halal dan juga haram
Terkadang suatu ibadah memiliki nama yang sama, akan tetapi caranya berbeda.
Terkadang sesuatu yang diharamkan atas satu umat, dihalalkan bagi umat yang lain.
Semuanya ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari Allah Subhānahu Wa Ta’āla, Zat Yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana.
Allah Subhānahu Wa Ta’āla berfirman :
لِكُلٍّ ﺟَﻌَﻠۡﻨَﺎ ﻣِﻨﻜُﻢۡ ﺷِﺮۡعَةً ﻭَﻣِﻨۡﻬَﺎجًا
“Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syariat dan juga cara.”
(QS Al Maidah: 48)


Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
الأﻧْﺒِﻴَﺎﺀُ ﺇِﺧْﻮَةّ لِعلّاﺕٍ أُﻣَّﻬَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺘَّﻰ ﻭَﺩِﻳﻨُﻬُﻢْ ﻭَﺍﺣِﺪ
“Para Nabi itu adalah saudara satu bapak, ibu-ibu mereka berbeda, akan tetapi agama mereka satu.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan “ibu-ibu mereka berbeda” adalah syari’at mereka berbeda.
Shalat dan zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Allah Subhānahu Wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Ismail:
ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄۡﻣُﺮُ ﺃَﻫۡﻠَﻪُ ۥ ﺑِﭑﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓِ ﻭَﭐﻟﺰَّﻛَﻮٰﺓ
“Dan dahulu Ismail menyuruh keluarganya untuk shalat dan juga zakat.”
(Q.S. Maryam: 55)

Nabi Isa ‘alayhissalām, beliau berkata :
ﻭَﺃَﻭۡﺻَـٰﻨِﻰ ﺑِﭑﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓِ ﻭَﭐﻟﺰَّڪَﻮٰﺓِ ﻣَﺎ ﺩُﻣۡﺖُ ﺣَﻴًّ۬ﺎ
“Dan Allah Subhānahu Wa Ta’āla telah berwasiat kepadaku untuk shalat dan juga zakat selama aku masih hidup.”
(Q.S. Maryam: 31)
Namun, shalat di atas tanah terbuka, di luar tempat khusus beribadah, hanyalah disyari’atkan di dalam agama islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
Demikian pula rampasan perang diharamkan bagi umat-umat sebelum kita dan dihalalkan bagi kita.
Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
ﻭَﺟُﻌِﻠَﺖْ ﻟﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽُ ﻣَﺴْﺠِﺪًﺍ ﻭَﻃَﻬُﻮﺭًﺍ ﻓَﺄَﻳُّﻤَﺎ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣﻦ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﺃَﺩْﺭَﻛَﺘْﻪُ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻓَﻠْﻴُﺼَﻞِّ ﻭَﺃُﺣِﻠَّﺖْ ﻟﻲ ﺍﻟْﻤَﻐَﺎﻧِﻢُ ﻭﻟﻢ ﺗَﺤﻞَّ ﻟِﺄَﺣَﺪٍ ﻗَﺒْﻠِﻲ
“Dan telah dijadikan bagiku tanah ini (bumi ini) sebagai masjid dan juga alat untuk bersuci. Maka siapa saja di antara umatku yang mendapatkan waktu shalat, maka hendaklah dia shalat. Dan telah dihalalkan bagiku rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelumku.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)




Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar