Minggu, 05 Mei 2019

Berbenah Sambil Bersedekah Pakaian di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum

Alhamdulillah sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan penuh berkah dan ampunan. Oleh karena itu ada baiknya jika di bulan ini kita dapat meningkatkan amal ibadah, salah satunya dengan berbagi. Tidak harus barang baru dan mahal yang diberikan, tapi dapat berupa barang yang layak dan bermanfaat. Coba deh dicek ke lemari baju, berapa persen baju yang kamu pakai? Jangan sampai ada yang mubazir tidak terpakai ya gaesss.. Hanya akan memberatkan hisabmu di akhirat kelak. *ngomongsamadirisendiri...


Oiya, sebelum sharing soal berbagi pakaian di bulan Ramadhan ini, mau kasih laporan sedikit soal progress berbenah minggu lalu. Ya... meskipun proses berbenah berjalan lambat dan terkadang dipaused, tapi masih terus bergerak untuk berbenah. Dapur yang meliputi kitchen set, kulkas serta freezer sudah rapi jali. Kulkas 2 pintu sudah dibersihkan dan diisi kembali dengan bahan-bahan sesuai food preparation, sedangkan kulkas 1 pintu yang dipakai untuk menyimpan produk dairy sudah ditata peletakannya bahan-bahannya. Untuk freezer bukaan depan juga sudah ditata dan diisi kembali sesuai dengan bahan-bahan food preparation untuk sebulan. Kalo mau baca berbenah dapur sebelumnya bisa cekidot disini ya.


Pada Senin (29/4/2019), lalu waktu bagian Gemar Rapi sudah memasuki waktu bagian berbenah Pakaian. Menurut materi, pakaian adalah bahan tekstil dan serat yang digunakan sebagai penutup tubuh. Selain itu, pakaian juga merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Adapun yang termasuk pakaian, yaitu:

  1. Atasan (kaos, kemeja, gamis, sweater).
  2. Bawahan (rok, celana).
  3. Pakaian yang digantung (jaket, coats, jas, blazer).
  4. Kaos kaki.
  5. Pakaian dalam.
  6. Tas
  7. Aksesoris (kerudung, syal, topi, ikat pinggang).
  8. Pakaian untuk tujuan khusus (baju renang, seragam, baju adat, dsb).
  9. Sepatu.
  10. Sprei, sarung bantal, handuk, lap dan keset.

Nah, menurut tim kurikulum GR, ada 2 proses berbenah pakaian, yaitu:
  1. Keluarkan semua pakaian yang ada di rumah, lalu letakkan di satu area tertentu. Bila jumlahnya berlebihan, bisa dibagi menjadi beberapa subkategori, misalnya merapikan atasan dulu, bawahan, dst. Oiya, untuk pakaian yang sedang dipakai dan dicuci atau dijemur bisa dilewatkan dulu ya. Dikerjakan jika sudah tidak dipakai atau dicuci/jemur.
  2. Kerjakan berdasarkan prioritas, tidak mengeluarkan semua pakaian. Misalnya ada pakaian yang tercecer di luar lemari, maka lemari dapat dibenahi, lalu lakukan clutter hingga semua pakaian masuk di lemari.

Dalam berbenah pakaian, GR kembali mengingatkan untuk selalu mengusung prinsip RASA dalam decluttering dan organizing pakaian, yakni kekira begini isinya menurut bahasa saya ya:
  • Rapi dan Teratur, dimana pakaian digunakan secara teratur, diketahui jumlahnya dan jenisnya, dan membuat hidup lebih rapi.
  • Aman dan Nyaman yang dalam hal ini terkait bahan, model dan harga pakaian. Jangan kebawa nafsu beli pakaian branded wat gaya tapi mihilnya sampe ngutang tetangga, tapi pas dipake gerah nan ga pantes di body. wkwkwkwk..
  • Sehat dan Bersih disini yaitu tidak mengganggu sirkulasi kerja tubuh, termasuk mampu menyerap keringat dengan baik.
  • Alami dan Berkelanjutan yang mana meskipun pakaian overload yang berlebihan itu dihempaskan, jangan sampai jadi beban orang lain atau alam semesta ini. Misalnya didaur ulang, di-repurpose, dll. Jangan dzalim gaesss.... Ingat hisab!



Tim GR juga ngasih tips buat decluttering pakaian, baiknya dikategorikan (dibagi) menjadi beberapa kotak berikut:
  1. Simpan (keep) yang emang beneran dipake, baik itu harian atau waktu tertentu.
  2. Buang (toss) pakaian rusak pada yang syukur-syukur bisa mendaur ulangnya.
  3. Donasikan (donate) pakaian layak pakai pada yang membutuhkan.
  4. Didaur ulang (recycle) yang butuh kemampuan dan teknik tingkat tinggi nih gaess.
  5. Diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat (repurpose dan upcycle), misalnya celana jeans jadi tote bag untuk belanja, kaos jadi lap, dsb.
  6. Dijual (sell), yak sambil menyelam minum air, sambil declutter dapet uwit tapi jangan buat beli clutter again yak.. wkwkwk..

Tips berbenah Pakaian ala Gemar Rapi:
  • Bila saat decluttering sangat kesulitan untuk memutuskan nasib si pakaian, maka bisa digunakan pertanyaan untuk diri sendiri, misalnya bener suka apa cuma main-main? beneran dipake? kapan terakhir dipake? punya tempat buat nyimpennya ga? dan lainnya. Silahkan dibikin daftarnya jika diperlukan, biar ga galau.
  • Baiknya jangan menyimpan dengan kategori "jika", misalnya, "Jika badanku kembali ke bentuk semula, nanti bisa dipake", "Jika kulitku bisa seputih susu, nanti juga cucok dipake" Lhaaa.. banyakan haluuu-nya.. mending buruan putuskan nasibnya, jangan mem-PHP-kan diri sendiri, hahaha.
  • Perlu setrika pakaian? Sesuaikan dengan kebutuhan ya gaesss. Kami sendiri dirumah, kadang kalo lagi sibuk banget *caelah... kadang pake baju langsung dari jemuran tanpa disetrika. Sama koq angetnya, lha hahahaha...
  • Untuk berbenah pakaian anak, harap dampingi ananda ya, terutama bagi yang masih belajar dalam membuat keputusan. Jangan sampe mereka salah arah kaya ortunya, wkwkwkwk...
  • Pakaian kenangan? Ada, hmmm akan dibahas suatu hari nanti ya, sementara pisahkan dulu yaa...

Teknik Melipat ala Gemar Rapi
Tidak ada melipat yang sempurna, karena melipat itu termasuk salah satu kerajinan tangan, heuheuheu... Oleh karenanya, pakailah teknik melipat yang memudahkan dan menyesuaikan dengan kemampuan tangan sendiri dan juga bentuk lemari ya gaesss. Nggak usah pikirin apa kata netijen diluaran sana kalo lipatanmu kurang rapi, kurang simetris, dan lainnya. Emangnya mereka mau bantuin kamu berbenah? Nggak kan, makadar santei waee....



Kembali ke Rumah Daniesta, dalam berbenah pakaian menyambut bulan Ramadhan, kekira begini prosesnya:

Proses Decluttering
Pertama, untuk pakaian di rumah, terutama pakaian saya sendiri, saya membuat 7 sub kategori pakaian, yaitu:
  1. Pakaian rumah yang biasanya digunakan untuk beraktivitas harian dirumah, termasuk memasak, yaitu celana panjang dan kaos oblong, gamis kaos atau daster, dan juga alas kaki berupa sendal jepit.
  2. Pakaian tidur yang hanya digunakan untuk tidur dirumah atau saat bepergian, berupa celana panjang dan kaos yang sama ketika dipakai dirumah, dan piyama.
  3. Pakaian kerja yang digunakan saat ke kantor, berupa seragam kerja yang terdiri dari kemeja putih dan rok hitam, blazer hitam, sepatu pantofel hitam, sepatu slip on hitam.
  4. Pakaian olahraga yang digunakan hanya untuk olahraga, seperti lari dan berenang, yaitu baju renang, celana training dan kaos training (kaos oblong lengan panjang), serta sepatu olahraga.
  5. Pakaian hari khusus yang digunakan untuk kegiatan tertentu mulai dari kondangan, pengajian, seminar, workshop, berupa gamis (katun, satin sutra, dsb), baju kebaya dan kain tenun/batik.
  6. Pakaian ibadah harian dan traveling, mukena dan sajadah harian, serta mukena parasut dan sajadah lipat traveling.
  7. Pakaian traveling yang digunakan saat bepergian sebagian besar berupa sweater, long coat, jaket tebal.
Subkategori tersebut juga dipakai untuk mengklasifikasikan pakaian suami dan anak-anak. Dengan membuat subkategori pakaian tersebut, banyak hal positif yang dirasakan. Alasannya, yaitu:
  • Subkategori pakaian turut menentukan lokasi dan cara pakaian tersebut disimpan.
  • Mudah mencari pakaian sesuai kebutuhan.
  • Mudah dalam menentukan jenis perawatan yang diperlukan masing-masing pakaian tersebut.
  • Membuat tempat lemari menjadi lebih rapi dan teratur.
  • Pakaian yang digunakan sesuai kategori dan fungsinya menjadi lebih awet masa pakainya.
Sementara untuk kaos kaki, pakaian dalam, seprei, sarung bantal, lap, dan keset tidak dibagi lagi ke dalam subkategori. Pemakaiannya seperti biasa, diputar secara bergantian, biar adil en ga ada yang iri. hahaha..

Kedua, untuk tas, aksesoris dan sepatu saya juga membaginya ke dalam subkategori yang tujuh tadi. Namun, meski sudah dibagi ke dalam subkategori tadi, tas, sepatu dan aksesoris justru juga menjadi salah satu penyebab clutter karena jumlahnya berlebihan. Yaiya gimana nggak, wong dulu demennya jadi pembeli pemburu diskon, huhu, udah tobat. wkwkwk..


Untuk tas siy Alhamdulillah jumlahnya udah pas, karena memang dipakai sesuai subkategori tadi, jumlahnya juga ga banyak, karena untuk 1 tas bisa dipakai beberapa subkategori keperluan tadi. Saya juga bukan termasuk yang penghobi koleksi tas, beli baru pun jika yang lama sudah rusak. Alhamdulillah 1 tas bisa bertahan 1-2 tahun. Termasuk tas dan koper untuk bepergian juga yang memang itu2 saja, dan diganti jika sudah rusak.

Sementara untuk sepatu, disini ini mulai keliatan berantakan, karena saat menjadi compulsive buyer dulu, jadi kepincut kepingin punya beberapa, padahal yang dipake masih bagus. Walhasil, jadilah lemari sepatu ga kuat nampungnya dan akhirnya berceceran sampe keluar. Akhirnya, distop deh perilaku buruk itu, dan kembali mengumpulkan dan menyatukan niat dengan menyortir sepatu yang benar-benar dibutuhkan, dan donasikan jika memang sudah tidak dipakai.
Selanjutnya ada jilbab yang termasuk aksesoris pembuat clutter dirumah, wkwkwk. Bahkan jumlahnya, mungkin bisa melebihi jumlah baju. *istigfar *korbanlapermata. Mulanya muat disimpan dalam lemari, tapi lama kelamaan beberapa jilbab ada yang tersimpan di kardus di gudang, huhuhu... Jilbab pun akan dikurangin jumlahnya demi menciptakan kerapihan yang haqiqi.

Sekardus pakaian yang akan didonasikan
untuk ART dan Tukang Sampah
Ketiga, Mengingat dan menimbang situasi kondisi pakaian yang berceceran atau bertumpuk, maka saya perlu meng-clutter pakaian. Lalu untuk mengatasinya, maka saya melakukan cluttering terhadap pakaian berlebih tersebut sesuai seleksi kriteria pada jurnal berbenah yang tentunya dikaitkan dengan prinsip RASA, berupa:
  • Rapi dan Teratur, dimana pakaian yang digunakan adalah pakaian yang dibutuhkan sesuai fungsinya. Sehingga saya dapat mengetahui dengan pasti jumlah pakaian yang disimpan sesuai subkategorinya. Dengan demikian pakaian tidak ada lagi yang bertumpuk atau bahkan berceceran diluar lemari, sehingga mudah dicari dan disimpan kembali.
  • Aman dan Nyaman yang dalam hal ini saya hanya akan memilih bahan dan model pakaian yang sesuai dengan kebutuhan dan berfungsi dengan baik, yaitu kebanyakan dari katun dan kaos dengan model sederhana/simpel dan polos dengan warna bold tanpa ada cacat/rusak sedikit pun. Sehingga tidak adalagi pakaian cantik yang ngendon di lemari karena tidak nyaman saat digunakan, atau pakaian nyaman tapi tidak aman karena bolong sikit tapi dibuang sayang, dibetulin males. wkwkwk...
  • Sehat dan Bersih disini yaitu pakaian yang dipilih untuk disimpan dapat digunakan beraktivitas tanpa ada gangguan, tidak kesempitan dan menyerap keringat dengan baik.
  • Alami dan Berkelanjutan dalam hal ini pakaian yang berlebihan, hanya beberapa jilbab saja yang akan dialihfungsikan menjadi jilbab instan untuk anak-anak. Sementara pakaian lainnya sudah dikategorikan sesuai fungsinya dan siap didonasikan dengan pembagian kriteria kotaknya. Untuk storage, sementara ini tidak akan nambah baru, jika dirasa kurang akan memodifikasi mandiri storage yang sudah ada dengan bahan yang terseddia dirumah, seperti kardus.
Proses Organizing
Pertama, untuk pakaian yang masih dipakai sudah disimpan kembali di lemari. Sementara untuk pakaian yang dihempaskan, dibagi menjadi 3 kotak sebagai berikut:
  1. Buang (toss) untuk pakaian rusak yang sudah tidak bisa dibenerin lagi (dijahit lahi) karena memang sudah belel (tepo) bahannya.
  2. Donasikan (donate) pakaian layak pakai.
  3. Diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat (repurpose dan upcycle) dan beneran dipakai, misalnya jilbab saya menjadi jilbab instan anak-anak.
Pakaian yang rusak akan dibuang/dititipkan pada tukang sampah langganan. Sementara untuk pakaian (baju, sepatu, dan tas) yang didonasikan, akan ditujukan ke: 
a. Keluarga: adik dan ponakan. b. Kerabat: ART & tetangga sekitar rumah. c. Tukang sampah/pemulung.

Adapun untuk pelimpahan pakaian ini sudah berlangsung sedikit demi sedikit sejak beberapa bulan lalu. Sebagian pakaian saya, dan beberapa sepatu anak-anak sudah didonasikan pada adik-adik (mereka mememilih sesuai kebutuhan). Lalu, sisanya nanti akan diberikan pada ART dan tukang sampah. Semoga bermanfaat bagi mereka di bulan Ramadhan ini. Saya menargetkan sebelum lebaran tahun ini, pakaian clutter tidak ada lagi di rumah. Untuk pakaian yang akan direpurpose berupa jilbab segiempat dan pasminah sementara akan disimpan dalam lemari dan dicicil sedikit demi sedikit diubah menjadi jilbab instan anak-anak (karena memang jilbab). Jumlahnya juga tidak banyak, hanya sekitar 10 buah. Target pengerjaannya nanti saat libur lebaran/sekolah anak-anak.



Handuk Anak-anak di laci.

Kedua, pakaian yang sudah disimpan dan ditata dilemari, masih menggunakan metode lipat dan disimpan seperti biasa ya mengingat bentuk lemari di Indonesia pada umumya. Teknik melipat dan menyimpan di lemari untuk pakaian saya, suami dan anak-anak menggunakan:


  1. Teknik digantung untuk pakaian kerja dan seragam sekolah yang digantung perset dengan 1 gantungan terdiri dari 1 kemeja dan 1 rok. Begitu juga untuk beberapa baju adat, seperti kebaya yang digantung perset dengan kainnya, dan gamis dengan bahan licin (satin/sutra).
  2. Simpan susun tinggi seperti biasa untuk pakaian rumah, tidur dan olahraga, dan beberapa kain tenun/batik, serta pakaian hari khusus yang terbuat dari katun. Pakaian ibadah juga disimpan susun tinggi, tapi di lemari khusus.
  3. Lipat susun berjajar saya gunakan untuk jilbab, handuk dan lap/serbet didapur.
  4. Digulung untuk legging, dan kaos kaki.
  5. Dikemas dengan zipper bag saya gunakan untuk pakaian khusus yang dipakai acara tertentu dan mudah rusak. Serta juga dipakai untuk menyimpan bedcover.
Lap/Serbet di Laci Kitchen Set
Secara keseluruhan, berbenah pakaian saya sudah hampir selesai, karena beberapa tinggal menata kembali. Demikian juga dengan pakaian suami saya. Namun, untuk pakaian anak-anak masih berada pada tahap sortir mensortir pakaian selama Ramadhan ini.

Semoga segera selesai sebelum lebaran, biar kami sekeluarga dan rumahnya beneran kembali fitri. Inget ya gaesss, berbagi ga bikin rugi, apalagi di bulan Ramadhan ini.

Selamat berpuasa buat mantemans semua, semoga kita semua menjadi almuni Ramadhan yang sukses. Aamiin...


#Task8GP
#gemaripratama
#angkatan1
#klaster1
#gemaripakaian
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA

Selasa, 30 April 2019

30 Resep Sehat Selama Ramadhan oleh dr. Zaidul Akbar

Assalamu'alaikum,

sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan.

Tapi,,, inget jangan kalap gaesss... jangan malah nyetok makanan seabreg-abreg laper mata pengen makan ini itu. Inget gaessss... jangan sampe mendzolimi diri sendiri.



Instagram dr. Zaidul Akbar


Nah, sebagai persiapan selama Ramadhan, dokter Zaidul Akbar yang berbaik hati membagi resepnya untuk kita semua.
Silahkan dicekidot ya gaesss....

Subuh

* shalat sunnah setelah wudhu
* shalat sunnah subuh 2 rakaat
* shalat subuh 2 rakaat
* zikir pagi
* tilawah alquran 1 juz
* sedekah * shalat sunnah syuruq
— KEEP ZIKRULLAH

Dhuha
* shalat dhuha 12 Rakaat
* Tilawah Alquran 1 juz
* sedekah
—KEEP ZIKRULLAH
Terus lanjut Tilawah 
Tidur siang 11.30-12.00
Zuhur 
Shalat sunnah bada wudhu
Shalat sunnah qobliyah zuhur 4 rakaat
Shalat Zuhur
Shalat sunnah badiyah zuhur 4 rakaat
Tilawah Alquran 1 juz dan lanjut trus sampai ashar
* sedekah

Ashar
Shalat sunnah bada wudhu 2 rakaat
Shalat qobliyah ashar 4 rakaat
Shalat ashar 4 rakaat
Zikir sore * sedekah
Tilawah Alquran 1 juz dan lanjut trus sampe magrib

Magrib 
Buka puasa 1 gelas air hangat, 3 butir kurma, 7 butir kacang almond atau pistachio
Shalat qobliyah magrib 2 rakaat
Shalat magrib 3 rakaat
Shalat badiyah magrib 2 rakaat
* sedekah ifthor (JANGAN LEWAT INI)
Lanjut tilawah 1 juz dan lanjut sampe isya.

Isya
Shalat badiyah wudhu 2 rakaat
Shalat isya 4 rakaat
Shalat sunnah badiyah isya 2 rakat
Tarawih 8/23 rakaat lanjut witir 3 rakaat.
* sedekah

Abis tarawih makan buah dan sayur seporsi sedang
Minum minyak zaitun 1 sdm
Minum madu 1 sdm
Minum beepollen 1 sdt
Minum propolis 5 tetes campur air hangat.

Tilawah Alquran 1 juz dan lanjut sampai ngantuk .
Bangun malam
Shalat sunnah ba’diah wudhu 2 rakaat
Shalat tahajud 8 rakaat
Tilawah 1 juz dan lanjut sampe subuh.

Sahur
Makan kurma 3-7 butir
Madu 1 sdm
Kacang almond atao pistachio 7 butir
Minyak zaitun 1 sdm
Seporsi kecil aneka buah yang di baluri madu dan himsalt sedikit, kunyah yang baik dan perlahan ..

*Berdoa dan istigfar yang banyak agar Allah ﷻ memberikan kekuatan untuk bisa.beribadah optimal seharian.
* sedekah via mbanking atau celengan dirumah.
.Lanjut subuh lagi keatas

Noted:
Tidak berlaku untuk busui dan bumil( kan dapat rukshoh ga puasa)

BMI dibawah normal: 
tambahkan seporsi atau dua porsi nasi merah atau hitam dan protein 2 porsi seperti ikan ( sup atau steam)

Pesan dr. Zaidul Akbar: cheating boleh..? Masih kurang cukup cheating 11 bulan ?
Sedekah bulan ini coba “paksakan” lebih sering dan dalam jumlah lebih banyak dari biasanya 
Inflasi bisa turun nih
#JurusSehatRasulullah #zaidulakbar#ramadhanjsr

Sabtu, 27 April 2019

Berbenah Dapur - Bagian II

Assalamu'alaikum....

Alhamdulillah, setelah libur 1 minggu di masa pemilihan umum 2019, akhirnya kelas Gemar Rapi mulai lagi. Dapet materi lagi, yaitu masih tentang Dapur, yess bersambung gaess.. karena dapur ini memang kelas berat, wkwkwk.. Oia yang masih penasaran pada proses berbenah dapur pada minggu pertama bisa cekidot disini ya. Semoga bermanfaat :D


Proses Berbenah Pekan ke-2 di Dapur

Oiya, sebelom masuk bagian apanya dapur yang dibahas, mau cerita sedikit soal berbenah dapur selama seminggu libur kelas kemarin itu. Alhamdulillah, dapur mungil kembali berasa legaaaa, persis banget waktu rumah baru jadi. Berbenahnya gimana? Mari cekidot ya gaesss...
Kondisi meja dapur saat tidak memasak.

Jadi, selama seminggu kemarin, saya dan suami lanjut berbenah dapur yang sempat terhambat akan beberapa hal. Akhirnya setelah meluangkan waktu selama dua hari berturut-turut, bisa rapi jali kembali. Jadi, kekira begini tahapan berbenah yang dilakukan:

  1. Mengeluarkan semua barang-barang di dalam lemari dapur dan di rak.
  2. Barang-barang tersebut dikelompokkan peralatan makan, peralatan masak, peralatan baking, dan bahan makanan.
  3. Saya menyortir peralatan makan, peralatan masak dan peralatan baking menjadi tiga, yang digunakan sendiri, masih layak pakai untuk didonasikan, dan sudah rusak untuk dihempaskan.
  4. Untuk bahan makanan, saya kelompokkan menjadi dua, masih layak pakai dan sudah tidak layak pakai karena rusak/ kadaluarsa.
  5. Sementara itu, suami membersihkan lemari serta rak di dapur dengan menggunakan lap basah dan lap kering. Sebagian rak ada yang dicuci dengan cairan Dettol.
  6. Setelah lemari dan rak bersih, saya memasukkan dan menata kembali peralatan makan, peralatan masak, peralatan baking serta bahan makanan semua ke lemari.
  7. Tidak ada lagi, barang di atas meja dapur, kecuali sabun cuci piring, sabun cuci tangan, serta lap/serbet.
  8. Setelah itu memisahkan bahan makanan rusak dari kemasannya, yang sebagian besar terbuat dari kaca dan plastik. Lalu, bahan makanan tersebut dipendam dalam tanah.
  9. Selanjutnya, saya menempatkan peralatan makan, peralatan masak dan baking yang akan didonasikan ke dalam kardus. Sementara untuk kemasan-kemasan plastik saya pisahkan dengan menggunakan kantong plastik bekas.
  10. Barang-barang layak pakai yang didonasikan tersebut, dititipkan pada tukang sampah untuk diolah atau dimanfaatkan kembali dengan membagikan pada tetangga sekitar yang membutuhkan.


Kondisi meja dapur saat sedang memasak.
Selesai berbenah dapur, saya berkesimpulan, memang terlalu banyak barang clutter dengan rincian sebagai berikut:
  1. Banyak barang baru belom dipakai yang kebanyakan berasal dari hadiah atau souvenir.
  2. Terdapat barang rusak yang niatnya akan diperbaiki, tapi tak kunjung diperbaiki. wkwkwkw.
  3. Adanya perubahan pola makan keluarga selama setahun terakhir menjadikan bahan makanan yang sudah dibeli akhirnya terlupakan.


Dampaknya sesudah berbenah dapur, yaitu:
  1. Dapur terasa legaaaa sekali, seperti saat rumah baru jadi. Tentunya kembali mengingatkan kembali cita-cita kami untuk menyimpan barang-barang ditempat tertutup, seperti lemari. Sedangkan rak, sudah kami kosongkan.
  2. Barang-barang mudah dicari karena dapat dilihat dengan sekelebat pandang. Tsaillaaah.. hahaha..
  3. Anak-anak semakin mudah mencari dan mengambil barang-barang di dapur secara mandiri.
  4. Semakin mudah berbenah dapur serta membersihkannya.
Lalu abis itu.. say Alhamdulillah, hehehe..
sekaligus mohon ampun pada Allah SWT karena telah lalai dalam hidup ini, huhuhu...

Materi Berbenah Dapur - Bagian II
Lanjuuut...
Sekarang memasuki waktu bagian materi dari Gemar Rapi. Pada materi berbenah dapur bagian dua ini, dibahas tentang Berbenah Kulkas dan Rutinitas berbenah di dapur. Berdasarkan prinsip Gemar Rapi, kekira berbenah kulkasnya:
  • Mudah untuk mengambil dan menyimpan kembali bahan makanan dan minuman.
  • Barang yang dicari dapat dengan mudah dilihat dengan sekilas pandang.
  • Tidak terlalu penuh dan tidak terlalu rapat.
  • Menyenangkan untuk dilihat.
  • Tata letak bahan makanan dan minuman sesuai dengan suhu yang diperlukan.
Adapun, Gemar Rapi menjabarkan tahapan berbenah kulkas sebagai berikut:
  • Detox your fridge secara menyeluruh.
  • Pilah dan sediakan tempat seleksinya.
  • Simpan makanan sesuai prinsip GR.

Tahap selanjutnya, yaitu Rutinitas Berbenah di Dapur yang menurut Gemar Rapi dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu jadwal harian, mingguan dan bulanan.


Selesai materinya, lalu terbitlah tugasnya... hahahaha...

Jeng.. jeng.. jeng.... beginilah uraiannya...

Setelah berbenah dapur dan kulkas, kekira dapat disimpulkan beginilah kebutuhan bahan makanan selama seminggu hingga sebulan keluarga kami, mulai dari bahan makanan, bumbu dan pelengkap serta buah-buahan. Rutinitas belanja keluarga kami terbagi menjadi seminggu sekali, dua minggu sekali dan sebulan sekali, karena:



  • Mengingat saya dan suami bekerja, maka kami hanya punya waktu belanja di Sabtu/Minggu atau tanggal merah.
  • Bahan makanan dapat disesuaikan antara tingkat konsumsi dan daya tahan simpannya.
  • Dengan membagi waktu belanja, maka waktu berbenah bahan makanan didapur pun jelas terjadwal, sehingga tidak mengganggu rutinitas lainnya.

Sebagian besar, bahan yang dibeli dengan rentang waktu seminggu atau dua minggu sekali karena pemakaiannya yang cepat habis dan demi menjaga kualitas kesegaran bahan makanan tersebut. Sementara untuk bahan makanan yang dibeli sebulan sekali sebagian besar merupakan bahan makanan pelengkap, bumbu dan makanan beku. 

Saya dan suami sudah membagi tugas masing-masing. Biasanya, untuk memenuhi kebutuhan selama seminggu, suami yang berbelanja di pasar tradisional setiap hari Sabtu atau Minggu. Sementara untuk kebutuhan duamingguan, kadang suami saja yang belanja di pasar atau bersama saya di supermarket. Sedangkan untuk kebutuhan bulanan, kami berbelanja bersama-sama dengan anak-anak di supermarket. Usai belanja, saya merapikan bahan-bahan makanan tersebut ke dalam wadah-wadah tempat makanan untuk persediaan mingguan atau bulanan. Beberapa ada yang disimpan di kulkas dan di freezer. Jadi beginilah kekira daftar bahan makanan yang biasa kami konsumsi (*berdasarkan catatan yang masih kami simpan):



Tabel daftar evaluasi kebutuhan konsumsi dan belanja untuk bahan makanan pokok.


Tabel daftar evaluasi kebutuhan konsumsi dan belanja untuk Buah-Buahan.



Tabel daftar evaluasi kebutuhan konsumsi dan belanja untuk bumbu dan pelengkap.

Berdasarkan tabel-tabel daftar kebutuhan konsumsi dan belanja tersebut dapat dievaluasi sebagai berikut,

  1. Kami terbiasa dengan pola belanja mingguan, duamingguan dan bulanan. Sebagian besar bahan yang dibeli dalam waktu duamingguan biasanya saling menggantikan/subtisusi dengan bahan lainnya mengingat kebutuhan menu dan ketersediaan dipasar.
  2. Beberapa bahan makanan memiliki jumlah yang mencukupi sesuai kebutuhan, yaitu: telor ayam, sayuran hijau atau sayuran yang memiliki daya tahan sebentar, buah-buahan, serta bumbu pelengkap.
  3. Adapun untuk makanan yang berlebihan, sebagian besar karena memiliki daya tahan lebih lama karena dibekukan di freezer. Bahan makanan di freezer memang tidak berlebihan banyak, tapi sekedar ada saja jika sewaktu-waktu butuh, karena faktor kebutuhan konsumsi meningkat. Misalnya, anak-anak suka ngemil dan lebih suka makan makanan rumah. Sebelum membeli bahan tersebut kembali karena masih tersedia di freezer, maka harus dipakai dalam waktu kurang dari 2 bulan. Bahan makanan tersebut berupa: daging sapi dan ayam, makanan beku, bumbu serta bahan pelengkap.
  4. Untuk bumbu utuh yang berlebih, seperti cabai dan kunyit saya masih suka lalai menyimpannya dengan tidak memindahkan ke freezer. Sehingga cabai dan kunyit menjadi busuk dan tidak bisa dipakai, hanya dipendam saja ditanah. (dibuang sayang).
  5. Untuk bahan makanan yang dirasa kurang, biasanya kami karena kami terlalu sering atau jarang sekali membutuhkan bahan makanan tersebut. Jika sering dipakai lalu habis, tapi belum waktunya belanja, maka tidak langsung belanja lagi, karena sudah ada bahan makanan lain. Sementara jika jarang dipakai, karena biasanya jarang membutuhkan bahan tersebut. Jikapun saat hendak dibutuhkan, tapi tidak ada, maka tidak menjadi masalah, karena masih ada bahan lainnya.
  6. Masih menemukan adanya bahan makanan yang mengering dan bahkan membusuk di kulkas karena metode penyimpanan dan peletakan yang salah. Ini salah satu yang akan diperbaiki setelah mencerna materi dari GR.
  7. Meskipun rumah kami dekat dengan pasar-pasar tradisional, berbagai macam supermarket dan dilewati tukang sayur setiap hari, kami hanya berbelanja sesuai jadwal. Hal tersebut menghindari bahan makanan yang menumpuk atau tidak sesuai dengan menu.


Suasana kulkas 1 pintu: mulai
kosong di akhir minggu.
Food Preparation
Secara tidak sadar, saya sudah melihat kegiatan food preparation yang dilakukan ibu sedari saya masih kecil. Biasanya, ibu yang juga bekerja kantoran, berbelanja bahan makanan setiap Sabtu atau Minggu. Di antara salah satu hari itulah biasanya ibu juga numplek didapur seharian, mulai dari ngupasin bawang siap pakai untuk seminggu ke depan, menyiangi sayuran, menyimpan daging-daging di freezer, hingga menu ungkepan siap goreng. Jadi, kalau ditanya apakah saya akan memakai food preparation? Tentu saya jawab Iya, bahkan saya sudah melakukannya sebelum mengetahui kalau itu adalah food preparation. Hahahaha.. MasyaAllah ibu, sungguh besar jasamu.. huhuhu...










Suasana freezer kulkas 1 pintu:
masih terdapat beberapa bahan makanan.

Jadi keingat, waktu pertama kali tinggal dirumah sendiri dan pisah dari ortu, banyak yang dibekali ibu, salah satunya bumbu-bumbu utuh yang sudah dibersihkan, seperti bawang, cabai, jahe, kunyit dan lengkuas. *padahal rumah dekat cuma beda RT. wkwkwkwk.. Alhamdulillah...

Awalnya, dalam food preparation saya mengikuti metode yang dilakukan ibu, tapi semakin berkembang ilmu dan kemampuan yang saya dapat, maka semakin berkembang pula metode yang saya gunakan. Setelah mengikuti kelas Gemar Rapi, food preparation yang saya terapkan bukan hanya sebatas menyiapkan dan menyimpan, tapi juga belajar bagaimana menata bahan makanan tersebut sehingga mudah dicari, diambil dan disimpan kembali.

Maka dari itu, kami akan tetap melakukan food preparation, karena:

  • Selama ini sudah banyak merasakan dampak positif dari food preparation.
  • Kegiatan di dapur jadi teratur, mudah dan ringan dilakukan.
  • Tidak menghabiskan banyak waktu didapur setiap hari.
  • Mudah mengatur anggaran belanja dan menghemat dana belanja, karena sudah tau apa yang mau dikonsumsi dan dibeli.
  • Meminimalisir terbuangnya bahan makanan.
  • Mudah dalam mencari, mengambil dan menyimpan kembali bahan makanan, baik itu di kulas, freeze atau di lemari dapur.
  • Membuat menu berimbang dan bergizi untuk keluarga.
  • Lemari dapur dan kulkas serta freezer menjadi enak dilihat.


Rutinitas Berbenah di Dapur ala  Rumah Daniesta
Usai mendapat materi kedua tentang berbenah dapur, maka ada beberapa kebiasaan baik dan positif yang akan terus kami lakukan, yaitu:

Harian:
  • Langsung mencuci peralatan makan kotor dan peralatan memasak.
  • Langsung mengeringkan peralatan makan dan memasak yang habis dicuci.
  • Menyimpan dan menata kembali peralatan makan dan memasak pada tempatnya.
  • Usai memasak, langsung membersihkan meja dapur dan kompor.
  • Mengganti lap tangan, lap kaki (keset) serta lap meja dapur setiap sore.
  • Mengeluarkan sampah dapur (non organik) setiap sore ke tempat sampah luar.
  • Menimbun sampah organik di tanah.
  • Menyapu dan mengepe lantai dapur.
  • Pastikan sink selalu bersih dan kosong setiap usai memasak dan sebelum tidur.
  • Pastikan tidak ada makanan tersaji di meja makan saat sebelum tidur.
  • Simpan makanan matang yang tidak habis dengan wadah di dalam kulkas.

Mingguan:
  • Mengecek ketersediaan dan kondisi bahan makanan yang masih tersimpan, sebelum belanja mingguan.
  • Food preparation, mulai dari membuat perencanaan, belanja hingga menyimpan dan menata bahan makanan di lemari dapur, kulkas dan freezer.
  • Membersihkan peralatan elektronik dapur, seperti rice cooker dan dispenser air minum.
  • Menyiram sink dengan air panas dan garam.

Bulanan:
  • Detoks kulkas dan freezer.
  • Mengecek ketersediaan dan kondisi bahan makanan yang masih tersimpan, sebelum belanja bulanan.
  • Membersihkan meja dapur serta kitchen set.
  • Mengecek kondisi peralatan makan dan memasak. Dihempaskan jika sudah rusak, dan didonasikan jika sudah tidak butuh atau jarang dipakai.
  • Mengecek kondisi kompor, tabung gas dan selang gas.
  • Mengecek kondisik sink dan saluran airnya.
  • Mengecek kondisi keran air sink.



Ternyata memang benar adanya, dapur itu salah satu sumber masalah terbesar dirumah. Kalau gatau gimana cara menata dan menanganinya, maka .......... (silahkan diisi sendiri, wkwkwk).

Akhir kata (sailaaah...) beginilah kekira kesimpulan dari kegiatan berbenah pada minggu kedua di GR. Semoga keluarga kami semakin istiqomah dalam berbenah seperti firman Allah SWT,




رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). (Q.S. Ali Imran: 8)



#Task7GP
#gemaripratama
#angkatan1
#klaster1
#gemaridapur
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA