Senin, 09 September 2019

HSI - Belajar Tauhid (Halaqah 6) - Apa Itu Tauhid

Senin, 9 September 2019

Halaqah Silsilah Ilmiah (HSI)

Belajar Tauhid (Halaqah 6)
Apa Itu Tauhid
Disampaikan oleh Ust. Dr. Abdullah Roy, M. A. Hafidzahulloh.

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Belajar Tauhid yaitu “Apa itu Tauhid?”
Saudara sekalian, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan pemahaman kepada kita semua.
Sebelum jauh melangkah di dalam Silsilah ini, tentunya harus benar-benar dipahami apa makna Tauhid yang wajib dipelajari dan diamalkan.

Tauhid
■ Secara bahasa adalah mengEsakan
■ Secara istilah adalah mengEsakan Allāh di dalam beribadah.


Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga dia meninggalkan peribadatan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla, seperti:
• Berdo’a kepada selain Allāh
• Bernadzar untuk selain Allāh
• Menyembelih untuk selain Allāh
• Dan lain-lain.


Apabila seseorang beribadah kepada Allāh dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, siapapun dia, baik itu seorang Nabi, Malaikat atau yang lain, maka inilah yang dinamakan dengan syirik, yaitu menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﻷَﺑِﻴﻪِ ﻭَﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺇِﻧَّﻨِﻰ ﺑَﺮَﺁﺀٌ ﻣِّﻤَّﺄ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ .ﺇِﻻَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﻄَﺮَﻧِﻲ 

’’Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali Dzat yang telah menciptakanku'”
(Q.S. Az-Zukhrūf 26-27)





Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:


ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻌْﺒَﺪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺮُﻡَ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﺩَﻣُﻪُ ﻭَ ﺣِﺴَﺎﺑُﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ

’’Barangsiapa yang mengatakan ‘’Lā ilāha illallāh’’ dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allāh maka haram hartanya dan darahnya (tidak boleh diganggu) dan perhitungannya (hisabnya) adalah atas Allāh‘’.
(H.R. Muslim)


Oleh karena itu, rukun kalimat Tauhid (Lā ilāha illallāh) ada 2 :
  1. Nafi (pengingkaran). Nafi pada kalimat ‘’Lā ilāha’’ artinya tidak ada Tuhan yang berhak disembah. Maksudnya adalah mengingkari tuhan–tuhan selain Allāh.
  2. Itsbat (penetapan) Itsbat pada kalimat ‘’illallāh” artinya kecuali Allāh. Maksudnya adalah menetapkan Allāh sebagai satu-satunya sesembahan.

Bersambung.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar